Ciri-Ciri Jamur, Lumut Kerak (Lichenes), dan Mikorhiza

Posted by Ensikloblogia on Senin, 21 Maret 2016

loading...

Ciri-ciri jamur


Kita semua tentu saja pernah maka tempe, bukan ? pada permukaan tempe akan terlihat benang-benang putih yang merekatkan kedelai. Benang-benang putih tersebut tidak lain adalah jamur. Berikut ini adalah ciri-ciri jamur secara umum :

  1. Merupakan organisme eukariotik karena telah mempunyai membran inti.
  2. Merupakan organisme tingkat rendah yang belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati sehingga disebut dengan tumbuhan tallus.
  3. Mempunyai dinding sel dan zat kitin yang merupakan polimer karbohidrat yang mengandung nitrogen.
  4. Tidak mempunyai klrofil, sehingga tidak bisa membuat makanan sendiri.
  5. Merupakan organisme heterotrof, yaitu organisme yang memperoleh makanan dengan cara mengabsorbsi nutrisi dari lingkungan sekitarnya.
  6. Umumnya merupakan organisme bersel banyak (multiseluler), tetapi ada pula yang bersel satu (uniseluler).
  7. Tubuh jamur tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa. Kumpulan hifa membentuk anyaman yang disebut miselium.
  8. Hifa pada jamur besel banyak tidak bersekat (asepta) dan tiap sekat mengandung banyak sel (coenocytic). Sedangkan hifa pada jamur bersel tungga bersekat dan tiap sel mengandung satu sel (monocytic).
  9. Sifatnya yang parasit dan ada yang bersifat saprofit. Sebagai parasit, jamur mengambil makanan langsung dari inangnya. Sedangkan sebagai saprofit, jamur mengambil makanan dari sisa-sisa organisme lain yang telah mati.
  10. Perkembangbiakannya secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan pembelahan sel (fragmentasi) dan pembentukan spora, sedangkan perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan peleburan dua inti melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametagium akan menyebabkan terjadinya singami, yaitu penyatuan sel dari dua individu.
  11. Merupakan generasi haploid.



ciri-ciri jamur, lumut kerak dan mikorhiza


Ciri-ciri Lumut kerak (lichenes)


Lumut kerak atau lichenes memiliki ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki organisme lain. Ciri-ciri lumut kerak atau lichenes antara lain :

  1. Merupakan simbiosis antara jamur dari divisi Ascomycota atau Basidiomycota dengan ganggang biru dan ganggang hijau.
  2. Habitat berada di kulit pohon, tanah, dan batu-batuan.
  3. Merupakan tumbuhan pioner karena dapat tumbuh di tempat yang tumbuhan lain tidak  dapat hidup, yaitu batu-batuan. Oleh karena kemampuannya untuk hidup di bebatuan, maka lumut kerak merupakan tumbuhan pertama yang mampu bertahan hidup di lahan baru.
  4. Bentuk tubuhnya berupa talus tipis yang tersusun atas miselium dan hifa.
  5. Melekat pada batu-batuan dengan menggunakan rhizoid.
  6. Ketika terjadi perubahan cuaca dan kelembaban, lumut kerak akan melepaskan fargmen talus dan zat kimia yang dapat melapukkan permukaan batu, sehingga lumut kerak akan tetap hidup.
  7. Perkembangbiakan lumut kerak secara aseksual dan seksual.

Perkembangbiakan lumut kerak secara aseksual dilakukan dengan dua cara, yaitu :

  1. Fragmentasi, yaitu dengan memotong bagian tubuhnya.
  2. Menggunakan soredia, yaitu sel ganggang yang terbungkus hifa dan berwarna putih.

Adapun perkembangbiakan seksual lumut kerak terjadi pada masing-masing anggota simbiosis (simbion). Jamur dan ganggang melakukan reproduksi seksual sendiri-sendiri.

Lumut kerak memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena sifatnya yang dapat melapukkan batuan-batuan, maka lumut kerak berperan penting dalam pembentukan tanah. Contoh lumut kerak antara lain :

  1. Usnea barbata dan usnea dasypoga, sebagai obat tuberculosis dan sebagai penghasil antibiotik asam usnin.
  2. Parmelia acetubulum, bentuknya berupa lembaran menyerupai kulit, hidupnya di pohon dan batuan-batuan.



Ciri-ciri Mikorhiza


Mikorhiza adalah suatu bentuk simbiosis antara jamur dengan akar tanaman (pinus). Jamur yang mampu bersimbiosis dengan akar tanaman pinus adalah jamur divisi Zygomycota, Ascomycota, dan Basidiomycota. Simbiosis yang terjadi antara dua organisme ini bersifat mutualisme. Jamur mendapatkan zat organik dari akar tanaman pinus, sedangkan tanaman mendapatkan air dan unsur hara dari jamur. Keduanya saling bergantung. Artinya, jika salah satu mati, maka yang lain ikut mati. Mikorhiza dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :


Ektomikorhiza


Pada ektomikorhiza, hifa jamur tidak menembus ke dalam akar (korteks), tetapi hanya pada lapisan epidermis saja. Dengan adanya ektomikorhiza, akar tanaman tidak membutuhkan bulu-bulu akar lagi karena dengan melalui jamur tanaman sudah bisa memperoleh air dan unsur hara lainnya. Adapun jamur ektomikorhiza tidak dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman. Contoh ektomikorhiza adalah pada tanaman pinus.


Endomikorhiza


Pada endomikorhiza, hifa jamur menembus akar sampai ke bagian korteks. Endomikorhiza dapat hidup tanpa bersimbiosis dengan akar tanaman inangnya. Jamur ini berperan dalam pertumbuhan bintil akar tanaman Leguminoceae dan mempercepat fiksasi nitrogen. Contohnya endomikorhiza pada tanaman anggrek dan sayuran seperti bit dan kol.

Demikianlah penjelasan mengenai ciri-ciri jamur, lumut kerak dan mikorhiza. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 06.42

0 komentar:

Posting Komentar