Macam-Macam Organ Pada Tumbuhan

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 22 Maret 2016

loading...

Tumbuhan tersusun atas organ akar, batang, dan daun sebagai organ vegetatif dan bunga sebagai organ generatif. Masing-masing organ pada tumbuhan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda. Berikut ini adalah penjelasan mengenai macam-macam organ pada tumbuhan.

Peranan akar sebagai organ pada tumbuhan


Pada perkecambahan biji, akar berasal dari calon akar yang terdapat pada embrio atau lembaga dari biji dan disebut akar primer. Pertumbuhan akar akibat aktivitas kambium akan membentuk akar sekunder. Fungsi akar pada tumbuhan adalah :

  1. Tempat masuknya air dan mineral dari tanah ke seluruh tubuh tumbuhan.
  2. Meletakkan dan menopang tumbuhan agar kokoh.
  3. Menjadi tempat menyimpan cadangan makanan pada ketela pohon.

Pada tumbuhan tingkat tinggi, sistem perakaran dibedakan menjadi akar serabut dan akar tunggang. Akar serabut pada tumbuhan monokotil terdapat pada tumbuhan seperti padi dan jagung, sedangkan akar tunggang terdapat pada tumbuhan dikotil seperti mangga dan jambu.

Struktur akar terdiri atas struktur luar dan struktur dalam.

Struktur luar terdapat bulu akar, merupakan perluasan sel epidermis akar untuk memperluas penyerapan dan dan diujung akar dilengkapi dengan tudung akar (kaliptra) untuk melindungi sel-sel meristem apikal.

Struktur dalam : secara anatomi akar tersusun atas empat lapisan jaringan pokok, yaitu epidermis, korteks, endodermis, dan stele. Pada sayatan memanjang dari ujung tampak tudung akar, daerah pembelahan sel, dan daerah pembentangan sel.

Jaringan penyusun akar tumbuhan terdiri dari :


1. Epidermis

Jaringan epidermis pada akar tumbuhan memiliki bentuk sel pipih, berdinding tipis, dan susunan sel rapat. Pada daerah dekat ujung akar terdapat sel-sel epidermis termodifikasi menjadi bulu-bulu akar.


2. Korteks

Korteks adalah lapisan di sebelah dalam epidermis. Sel-sel korteks memiliki dinding sel yang tipis, ruang antarsel, pada beberapa tumbuhan air ruang itu disebut aerenkim. Korteks merupakan daerah antara epidermis dengan stele (silinder pusat)


3. Endonermis

Lapisan terdalam dari korteks yang berbatasan dengan silinder pusat membentuk endodermis. Tersusun dari lapisan sel-sel yang tebal, pada sel endodermis muda terdapat penebalan dinding oleh zat suberin atau lignin yang mengelilingi dinding radial. Penebalan tersebut membentuk rangkaian berbentuk pita yang disebut pita kaspari. Peranan pita kaspari untuk mencegah air masuk ke dalam silinder pusat sehingga air masuk melalui endodermis yang dindingnya tidak menebal yang disebut sel penerusan. Endodermis juga berperan mengatur lalu lintas zat dalam pembuluh akar.


4. Stele (silinder pusat)

Stele atau silinder pusat tersusun atas beberapa macam jaringan, yaitu :
Perisikel atau perikambium merupakan lapisan terluar dari stele bila letaknya segaris dengan xilem dapat berubah menjadi jaringan meristem dan membentuk cabang akar (endogen).
Berkas pembuluh angkut, terletak bergantian menurut arah jari-jari pada dikotil antara xilem dan floem terdapat pada kambium.


macam-macam organ pada tumbuhan

Peranan batang sebagai organ pada tumbuhan


Batang merupakan organ pada tumbuhan yang berada di atas permukaan tanah. Batang berfungsi sebagai tempat duduk daun, transportasi dari akar ke daun dan dari daun ke seluruh tubuh, serta sebagai alat perkembangbiakan vegetatif dan penyimpanan cadangan bahan makanan.

Berdasarkan keadaan batang, batang terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Batang herba yang memiliki ciri-ciri lunak, berwarna hijau, kecil, epidermis tipis, dan berstomata.
  2. Batang berkayu, memiliki ciri-ciri keras, tebal, mempunyai epidermis dan lentisel, serta batang muda berfotosintesis tetapi batang tua tidak.

Untuk mempelajari struktur anatomi batang, maka kita bisa melihat pada ujung batang di belakang titik tumbuhan terbentuk jaringan primer dari luar ke dalam, yaitu :
  1. Protoderma membentuk epidermis.
  2. Prokambium membentuk berkas pengangkut (xilem dan floem).
  3. Meristem dasar membentuk empulur dan korteks.


Struktur primer batang


Struktur primer batang monokotil terdiri dari epidermis, pada ikatan pembuluh batang monokotil tersebar acak hingga ke empulur, akibatnya korteks dan stele tidak tampak.

Struktur primer batang dikotil, terdiri atas epidermis, korteks, dan stele (tersusun atas xilem primer, floem primer, kambium vaskuler, dan empulur).


Struktur sekunder batang


Tumbuhan dikotil yang sudah tua selain memiliki jaringan primer juga memiliki jaringan sekunder yang terbentuk akibat pertumbuhan dan aktivitas kambium. Macam-macam jaringan sekunder pada tumbuhan dikotil yaitu :
  1. Floem sekunder : dibentuk di sebelah dalam floem primer.
  2. Xilem sekunder : dibentuk dari sebelah luar dari xilem primer. Pertumbuhan jaringan xilem sekunder yang terus menerus menyebabkan pembentukan jari-jari xilem makin besar. Pertumbuhan jari-jari xilem tidak sama setiap tahun bergantung pada curah hujan, persediaan air dan makanan, serta pengaruh musim. Keadaan ini menyebabkan terbentuknya lingkaran tahun yang dapat digunakan untuk mengetahui umur tumbuhan.
  3. Gabus dan kambium gabus : gabus (felem) dibentuk oleh felogen (kambium gabus) ke arah luar, sedangkan ke arah dalam membentuk fetoderma atau parenkim gabus.



Peranan daun sebagai organ pada tumbuhan


Daun merupakan organ pada tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih dan berwarna hijau. Namun demikian, ada juga tumbuhan yang memiliki daun berbentuk jarum atau sisik seperti pada tanaman kaktus.

Daun biasanya memiliki umur tertentu dan akan gugur setelah usia tertentu. Daun sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis.


Struktur anatomi daun


Berikut ini adalah jaringan penyusun struktur anatomi daun :

  1. Epidermis, menutup permukaan atas dan bawah daun serta dilengkapi dengan kutikula. Epidermis mengandung sel-sel lepas dan stomata yang terdapat di kedua permukaan atau di bawah permukaan saja. Epidermis daun dapat termodifikasi menjadi trikoma (penonjolan epidermis) berbentuk rambut duri, gelembung, atau tabung. Fungsi trikoma untuk melindungi dan memantulkan radiasi cahaya matahari.
  2. Parenkim, tersusun atas palisade dan spons parenkim. Keduanya disebut mesofil daun (jairngan dasar), yang banyak mengandung klorofil sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Selain klorofil yang terdapat karotenoid yang terdiri atas pigmen karoten (oranye) dan xanofil (kuning) yang berperan sebagai pewarna daun dan melindungi jaringan dari sinar matahari yang terlalu kuat.
  3. Berkas pengangkut meliputi xilem dan floem pada daun terdapat pada tulang daun. Iaktan pembuluh ini juga merupakan lanjutan ikatan pembuluh pada batang dan berakhir pada hidatoda (ujung daun). Peristiwa menetesnya air dan mineral melalui hidatoda disebut gutasi.



Struktur morfologi daun


Daun lengkap mempunyai pelepah daun (folius), tangkai daun (petiolus), dan helaian daun (lamina). Dalam satu tangkai daun ada yang berhelai daun satu (daun tunggal) dan ada yang berhelai daun lebih dari satu (daun majemuk).

Ada beberapa bentuk daun, yaitu sebagai berikut :
  1. Bentuk bundar, mislanya teratai.
  2. Bentuk memanjang misalnya srikaya.
  3. Bentuk lanset misalnya kamboja.
  4. Bentuk garis, misalnya rumput-rumputan.
  5. Bentuk pita misalnya daun jagung.
  6. Bentuk telur misalnya kembang sepatu.
  7. Bentuk segitiga, misalnya bunga pukul empat.
  8. Bentuk jarum misalnya daun pinus.


Bentuk ujung daun terdiri atas :
  1. Runcing, misalnya oleander.
  2. Meruncing, misalnya sirsak.
  3. Membulat misalnya teratai.
  4. Ramping, misalnya semanggi.
  5. Berduri, misalnya nanas.


Tepi daun terdiri atas :
  1. Rata, misalnya daun nangka.
  2. Bergerigi, seperti daun lamtoro.
  3. Bergigi misalnya daun beluntas.
  4. Beringgit misalnya cocor bebek.
  5. Berombak, misalnya air mata pengantin.


Susunan tulang daun terdiri atas:
  1. Menyirip, misalnya daun mangga.
  2. Menjari misalnya daun pepaya.
  3. Melengkung misalnya daun gadung.
  4. Sejajar misalnya daun teki.



Susunan palisade daun


Susunan palisade daun terdiri atas :
  1. Daun dorsiventral, memiliki jaringan palisade selapis yang terletak di bawah epidermis atas. Daun ini memperlihatkan adanya dua warna, yaitu pada permukaan atau tampak hijau tua dan pada permukaan bawah nampak hijau muda sehingga disebut daun bermuka dua.
  2. Daun isolaterai, memiliki jaringan palisade yang terletak di bawah epidermis atas dan di atas epidermis bawah sehingga permukaan daun sama (atas maupun bawah) disebut daun bermuka sama.



Peranan bunga sebagai organ pada tumbuhan


Bunga merupakan organ pada tumbuhan yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan pada tumbuhan kelompok angiospermae. Bunga sebagai hasil modifikasi dari daun. Terbentuknya bunga dipengaruhi oleh faktor internal yaitu hormon dan faktor ekternal yaitu musim, iklim, dan makanan.
Struktur bunga meliputi :
  1. Kelopak bunga, merupakan modifikasi dari daun yang bentuknya melingkar pada dasar bunga.
  2. Mahkota bunga, berbentuk lembaran warna-warni.
  3. Benang sari, tersusun atas bagian tangkai, kepala sari, dan serbuk sari yang berfungsi sebagai alat kelamin jantan.
  4. Putik, tersusun atas bagian kepala putik, tangkai, dan ovarium sebagai penghasil ovum.


Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam organ tumbuhan atau bagian-bagian tumbuhan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 07.05

0 komentar:

Posting Komentar