Objek Sosiologi dan Pokok Bahasan Sosiologi

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 15 Maret 2016

loading...

Kita semua tahu bahwa sosiologi memiliki hubungan erat dengan masyarakat. Ilmu sosiologi banyak membahas gejala-gejala sosial, aktivitas-aktivitas atau tindakan-tindakan sosial, dan fakta-fakta sosial yang ada di dalam masyarakat. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah kita tahu objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi ?

Pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi. Berikut ini adalah penjelasannya:


Objek sosiologi


Istilah sosiologi berasal dari kata socius dan logos. Socius berarti kawan dan logos berarti kata atau berbicara. Dengan demikian, ilmu sosiologi berarti ilmu yang berbicara mengenai masyarakat. Sebagai bagian dari ilmu sosial, objek sosiologi adalah masyarakat.

Sosiologi memfokuskan diri pada hubungan-hubungan antarmanusia dan proses yang timbul dari hubungan-hubungan tersebut di dalam masyarakat. Masyarakat sebagai objek studi sosiologi menunjuk pada sejumlah manusia yang telah sekian lama hidup bersama dan mereka menciptakan berbagai peraturan hidup sehingga membentuk kebudayaan. 

Ada beberapa unsur yang terkandung dalam istilah masyarakat ini, yakni :
  1. Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama. Di dalamnya manusia saling mengerti dan merasa dan mempunyai harapan-harapan sebagai akibat dari hidup bersama itu. Terdapat sistem komunikasi dan peraturan yang mengatur hubungan antarmanusia dalam masyarakat tersebut.
  2. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu kesatuan.
  3. Manusia yang hidup bersama itu merupakan suatu sitem hidup bersama, yaitu hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan di mana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya.



Pokok bahasan sosiologi


Untuk mengetahui apa saja yang menjadi pokok bahasan sosiologi, terlebih dahulu kita perlu melihat beberapa pandangan dari tokoh-tokoh sosiologi mengenai hal tersebut. Dua tokoh perintis yang akan dibahas adalah Emile Durkheim dan Max Webber, sedangkan tokoh masa kini diwakili oleh C. Wright Mills dan Peter L. Berger.


Pokok bahasan sosiologi menurut Emile Durkheim


Menurut Durkheim, pokok pembahasan sosiologi adalah fakta-fakta sosial. Yang dimaksud dengan fakta-fakta sosial adalah pola-pola atau sistem yang mempengaruhi cara manusia bertindak, berpikir, dan merasa. Fakta sosial tersebut berada di luar individu dan mempunyai kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di sekolah murid diwajibkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan yang memiliki sanksi tertentu jika dilanggar.

Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya sistem yang mempengaruhi cara berpikir, bertindak, dan merasa, yang bersifat memaksa dan mengendalikan si individu (murid). Contoh lain mengenai fakta sosial adalah pembagian kerja (division of labour). 

Dalam masyarakat terdapat spesialisasi aspek kehidupan, seperti bidang ekonomi, pendidikan, politik, hukum, atau kesenian yang berada di luar individu dan bersifat mengendalikan dan memaksa individu. Kita bertindak harus sesuai aturan-aturan yang terdapat dalam aspek-aspek tersebut. Sebagai contoh, seorang pelajar harus datang ke sekolah dan belajar sebagaimana aturan pendidikan mensyaratkannya.


Pokok bahasan sosiologi menurut Max Webber


Menurut Webber, pokok kajian sosiologi adalah tindakan sosial. Namun, tidak semua tindakan manusia dapat dianggap sebagai tindakan sosial. Suatu tindakan disebut tindakan sosial hanya jika tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. 

Sebagai  contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial. Namun, mananam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba untuk mendapatkan perhatian orang lain merupakan tindakan sosial. Contoh lain, orang yang bunuh diri karena penyakit menahun bukan merupakan tindakan sosial. Namun, bunuh diri karena mencuri sehingga merasa bersalah pada orang tuanya merupakan tindakan sosial.

Max Webber ingin menekankan bahwa tindakan tertentu dapat memiliki makna subjektif bagi pelakunya. Guna memahami makna subjektif dari tindakan individu tersebut, seorang psikolog harus mampu melakukan empati (merasa sama senasib sepenanggungan dengan orang lain). Dia harus dapat menempatkan dirinya pada posisi pelaku sehingga dapat menghayati pengalamannya.


Pokok bahasan sosiologi menurut Wright Mills


Pokok bahasan sosiologi menurut C. Wright Mills terkenal dengan sebutan khayalan sosiologis (the sosiological imagination). Khayalan sosiologis ini diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di dalam masyarakat maupun apa yang ada di dalam diri manusia. Menurut Mills, dengan khayalan sosiologis, kita mampu memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya.

Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah personal troubles of milieu dan public issues of social structure. Personal troubles or milieu adalah permasalahan pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi, sedangkan public issues of social structure merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu.

Sebagai contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran tersebut adalah personal trouble. Masalah individual ini pemecahannya bisa dengan peningkatan skil pribadi. Sementara jika di suatu kota ada 5 juta penduduk yang menganggur dari 10 juta penduduk yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan public issue yang pemecahannya menuntut kajian yang lebih luas.


Pokok bahasan sosiologi menurut Peter L. Berger


Pokok bahasan sosiologi menurut Peter Berger adalah pengungkapan realitas sosial. Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengakui aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, pengamatan tabir secara jeli, dan menghindari penilaian normatif. Hal ini disebabkan karena realitas sosial adalah sebuah bentukan dan bukan merupakan sesuatu yang ada begitu saja.

objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi


Demikianlah penjelasan mengenai objek sosiologi dan pokok bahasan sosiologi. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.  

loading...
Blog, Updated at: 20.42

0 komentar:

Posting Komentar