Pengertian Bank, Kegiatan Bank, dan Fungsi Bank

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 18 Maret 2016

loading...

Pengertian bank


Pengertian bank secara umum dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan usahanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. sedangkan pengertian lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak di bidang keuangan di mana kegiatannya apakah hanya menghimpun dana atau hanya menyalurkan dana atau kedua-duanya.

Pengertian bank menurut Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya ke masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Dalam dunia moderen sekarang ini, peranan perbankan dalam memajukan kegiatan ekonomi suatu negara sangatlah  besar. Hampir semua sektor yang berhubungan dengan berbagai kegiatan keuangan selalu membutuhkan jasa bank. Oleh karena itu saat ini di masa yang akan datang kita tidak akan dapat terlepas dari dunia perbankan jika hendak menjalankan aktivitas keuangan, baik perorangan, lembaga, baik sosial ataupun perusahaan.

Begitu pentingnya dunia perbankan, sehingga ada anggapan bahwa bank merupakan nyawa untuk menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Mungkin inilah yang menjadi pertimbangan sehingga gaji gubernur Bank Indonesia lebih besar dari pada gaji presiden.

Anggapan bahwa bank adalah nyawa perekonomian tidaklah salah, karena fungsi bank sebagai lembaga keuangan sangat vital. Fungsi bank antara lain dalam hal menciptakan uang, mengedarkan uang, menyediakan uang untuk menjunjang kegiatan usaha, tempat mengamankan uang, tempat melakukan investasi dan jasa keuangan lainnya.


Kegiatan-kegiatan bank secara umum


Dari dua definisi bank yang ada di atas, dapat disimpulkan bahwa bank adalah lembaga keuangan yang kegiatannya meliputi :


1. Menghimpun dana (uang) dari masyarakat dalam bentuk simpanan, maksudnya dalam hal ni bank sebagai tempat untuk menyimpan uang atau berinvestasi bagi masyarakat. Tujuan utama masyarakat menyimpan uang biasanya adalah untuk keamanan uangnya. Sedangkan tujuan kedua adalah untuk melakukan investasi dengan harapan memperoleh hasil dari simpanannya.

Tujuan lainnya adalah untuk memudahkan melakukan transaksi pembayaran. Untuk memenuhi tujuan di atas, baik untuk mengamankan uang maupun untuk melakukan investasi, bank menyediakan sarana yang disebut simpanan.

Jenis simpanan yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung dari bank yang bersangkutan. Secara umum jenis simpanan yang ada di bank adalah simpanan giro (demand deposit), simpanan tabungan (saving deposit), dan simpanan deposito (time deposit).


2. Menyalurkan dana ke masyarakat, maksudnya adalah bank memberikan pinjaman (kredit) kepada masyarakat yang mengajukan permohonan. Dengan kata lain, bank menyediakan dana bagi masyarakat yang membutuhkannya. Pinjaman atau kredit yang diberikan dibagi dalam berbagai jenis sesuai keinginan nasabah.

Tentu saja sebelum kredit diberikan bank terlebih dahulu menilai apakah kredit tersebut layak diberikan atau tidak. Penilaian ini dilakukan agar bank terhindar dari kerugian akibat tidak dapat dikelmbalikannya pinjaman yang disalurkan bank dengan berbagai sebab. Jenis kredit yang biasa diberikan oleh hampir semua bank adalah seperti kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit perdagangan.


3. Memberikan jasa-jasa bank lainnya seperti pengiriman uang (transfer), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari dalam kota (kliring), penagihan surat-surat berharga yang berasal dari luar negeri (inkaso), Letter of Credit (L/C), safe deposit box, bank garansi, bank notes, travellers cheque, dan jasa lainnya. jasa-jasa bank lainnya ini merupakan jasa pendukung daru kegiatan pokok bank yaitu menghimpun dan menyalurkan dana.


Fungsi bank

Pengertian Bank, Kegiatan Bank, dan Fungsi Bank


Dalam praktiknya, bank dibagi dalam beberapa jenis. Jika ditinjau dari segi fungsinya bank dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu Bank Sentral, Bank Umum, dan Bank Perkreditan Rakyat.

Bank Sentral merupakan bank yang mengatur berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dunia perbankan dan dunia keuangan di suatu negara. Di setiap negara hanya ada satu bank sentral yang dibantu oleh cabang-cabangnya. Di Indonesia fungsi sebagai Bank Sentral dipegang oleh Bank Indonesia (BI). Fungsi Bank Indonesia disamping sebagai bank sentral adalah sebagai bank sirkulasi, bank to bank, dan lender of the last resort.

Fungsi bank sebagai bank sirkulasi adalah mengatur peredaran uang di suatu negara. Sedangkan fungsi bank to bank adalah mengatur perbankan di suatu negara. Kemudian fungsi sebagai lender of the last resort adalah sebagai tempat peminjaman yang terakhir.

Pelayanan yang diberikan oleh Bank Indonesia lebih banyak kepada pihak pemerintah dan dunia perbankan. Dengan kata lain nasabah Bank Indonesia dalam hal ini lebih banyak kepada lembaga perbankan.

Tujuan utama Bank Indonesia sebagai Bank Sentral adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank sentral mempunyai tugas menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem devisa serta mengatur dan mengawasi bank.

Bank umum merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat, baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya. bank umum juga dikenal dengan nama bank komersil dan dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu bank umum devisa dan bank umum non devisa.

Bank umum  yang berstatus devisa memiliki produk yang lebih luas dari pada bank umum yang bersatus non devisa. Bank devisa antara lain dapat melaksanakan jasa yang berhubungan dengan seluruh mata uang asing atau jasa bank ke luar negeri, sedangkan bank devisa tidak.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan pedesaan. Bank Perkreditan Rakyat berasal dari Bank Desa, Bank Pasar, Lumbung Desa, Bank Pegawai,  dan  bank lainnya yang kemudian dilebur menjadi Bank Perkreditan Rakyat.

Jenis produk yang ditawarkan oleh  Bank Perkreditan Rakyat relatif lebih sempit jika dibandingkan dengan bank umum, bahkan ada  beberapa jenis jasa bank yang tidak boleh diselenggarakan oleh Bank Perkreditan Rakyat, seperti pembukaan rekening giro dan ikut kliring.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian bank, kegiatan bank, dan fungsi bank. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.  

loading...
Blog, Updated at: 18.43

0 komentar:

Posting Komentar