Pengertian Bank Notes sebagai Jasa-Jasa Bank Lainnya

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 17 Maret 2016

loading...

Pengertian bank notes secara umum adalah uang kartal asing yang dikeluarkan atau diterbitkan oleh bank luar negeri. Bank notes dikenal juga dengan istilah “devisa tunai” yang mempunyai sifat-sifat seperti uang tunai. Dalam praktiknya, bank notes diperjualbelikan di bank dan pedagang valuta asing. Namun tidak semua bank notes dapat diperjualbelikan, hal ini tergantung dari pada peraturan devisa di negara asal bank notes.

Kegiatan jual beli bank notes merupakan transaksi antara valuta yang dapat diterima pembayarannya dan yang dapat diperjualbelikan atau  diperdagangkan kembali sesuai dengan nilai rupiah pada saat itu. 

Dalam transaksi jual beli bank notes, bank biasanya mengelompokkan bank notes ke dalam dua klasifikasi, yaitu bank notes yang lemah dan bank notes yang kuat kebanyakan bank lebih menyukai bank notes yang memiliki nilai tukar yang kuat.

Pengelompokkan bank notes yang kuat berdasarkan kategori sebagai berikut :
  1. Bank notes tersebut mudah diperjualbelikan.
  2. Nilai tukar terkendali/ stabil
  3. Frekuensi penjualan sering terjadi.
  4. Dan pertimbangan lainnya.

Sedangkan kelompok bank notes yang lemah adalah kebalikan dari bank notes yang kuat, dalam pengelompokkan ini tergantung dari bank yang bersangkutan. 

Dalam praktiknya, bank tidak selalu menerima penjualan dan pembelian bank notes hal ini disebabkan oleh beberapa alasan, yaitu :
  1. Kondisi bank notes cacat/ rusak.
  2. Tergolong dalam valuta lemah.
  3. Tidak memiliki persediaan.
  4. Diragukan keabsahannya.

Untuk bank notes yang lemah dan sulit diperdagangkan maka bank menjualnya kembali ke Bank Indonesia atau kantor pusat bank yang bersangkutan. Penjualan bank notes di samping dilakukan antarbank juga diperjualbelikan di travel, authorized money changer (pedagang valuta asing) dan tempat lainnya.

Contoh bank notes yang tergolong dalam kategori kuat adalah :

USD : United State Dollar (Amerika)
SGD : Singapore Dollar (Singapura)
GBP         : Great Britain Poundsterling (Inggris)
AUD : Australian Dollar (Australia)
DEM : Deutsche Mark (Jerman)
JPY         : Japanese Yen (Jepang)
HKD : Hongkong Dollar (Hongkong)

Sedangkan bank notes yang tergolong dalam kategori lemah antara lain :

ITL         : Italian Lira (Itali)
NLG : Netherland Guilder (Belanda)
FRF         : French Franc (Perancis)
CAD : Canadian Dollar (Canada)
NZD : New Zealands Dollar (Selandia Baru)
MYR : Malaysian Ringgit (Malaysia)
THB : Thai Baht (Thailand)

Dalam transaksi jual beli bank notes, bank menggunakan kurs. Kurs ini setiap hari diperoleh dari kurs konversi yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, di mana isinya perbandingan antara nilai tukar rupiah dengan valuta asing.

Kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia oleh perbankan dijadikan patokan harga mata uang asing tersebut. Kurs ini dipergunakan untuk transaksi jual dan beli ditambah dengan keuntungan yang diharapkan oleh bank tersebut. 

Pengertian Bank Notes sebagai Jasa-Jasa Bank Lainnya


Dalam setiap transaksi jual beli bank notes ada dua macam kurs yang digunakan, yaitu kurs beli (buying rate) dan kurs jual (selling rate). Penggunaan kurs beli dan kurs jual dalam transaksi bank notes adalah sebagai berikut :
  1. Kurs jual pada saat bank menjual bank notes, artinya dalam hal ini nasabah membeli bank notes.
  2. Kurs beli pada saat bank membeli bank notes, artinya dalam hal ini nasabah menjual bank notes.

Demikianlah penjelasan mengenai bank notes sebagai salah satu dari jasa-jasa bank lainnya. semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 18.33

0 komentar:

Posting Komentar