Pengertian Kliring (Clearing), Warkat-Warkat Kliring, dan Penolakan Kliring

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 20 Maret 2016

loading...

Pengertian kliring (clearing)


Pengertian kliring (Clearing) adalah jasa penyelesaian hutang piutang antarbank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring. Penyelesaian hutang piutang yang dimaksud adalah  penagihan cek atau bilyet giro melalui bank. Sedangkan pengertian warkat-warkat adalah surat berharga seperti cek, bilyet giro, dan surat piutang lainnya.

Jika kita memperoleh selembar cek atau bilyet giro (BG) dari seorang nasabah bank, maka otomatis kita akan menguangkan cek atau bilyet giro tersebut ke bank penerbit cek atau bilyet giro. Masalahnya adalah jika cek atau bilyet giro tersebut berada jauh dari lokasi kita, sehingga kita akan membutuhkan waktu untuk menguangkannya.

Masalah lain adalah jika bank yang mengeluarkan cek atau bilyet giro tersebut ternyata banyak, contohnya jika nasabah ingin menguangkan cek atau bilyet giro yang jumlahnya lebih dari 5 lembar dari bank yang berbeda. Di samping faktor waktu, kita juga perlu mempertimbangkan biaya untuk orang yang menagihkannya, belum lagi faktor keamanan uang pada saat ditagihkan. Untuk mengatasi masalah di atas, bank menyediakan sarana penarikan yang kita kenal dengan nama jasa kliring atau clearing.

Melalui jasa kliring (clearing), nasabah cukup menyerahkan cek atau bilyet giro yang dimilikinya ke bank di mana nasabah memiliki rekening. Kemudian jika bank menganggap memenuhi syarat maka bank akan melakukan kliring ke BI pada hari itu juga (waktu kliring). Nasabah juga dapat langsung menyetor beberapa macam cek atau bilyet giro dari berbagai bank dengan catatan masih dalam satu wilayah kliring.

Keuntungan dengan adanya kliring (clearing) adalah waktu penagihan menjadi lebih cepat terutama untuk warkat dalam jumlah banyak kemudian biaya penagihan menjadi lebih murah serta resiko keamanan dari uang nasabah menjadi terjamin.

Dalam hal jasa kliring, kita juga mengenai istilah lembaga kliring. Lembaga kliring adalah lembaga yang dibentuk dan dikoordinir oleh Bank Indonesia setiap hari kerja. Bank yang ikut kliring disebut bank peserta kliring dan merupakan bank yang sudah memperoleh izin dari Bank Indonesia.

Tujuan utama dilaksanakan kliring (cleaaring) oleh Bank Indonesia antara lain :
  1. Untuk memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral antarbank di seluruh wilayah Indonesia.
  2. Agar perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilaksanakan dengan lebih mudah, aman, da efisien.
  3. Salah satu pelayanan bank kepada nasabah masing-masingnya, terutama dalam hal keamanan dan biaya yang dikeluarkan.



Warkat-warkat yang dikliringkan


Warkat-warkat yang dapat dikliringkan atau  diselesaikan di lembaga kliring adalah warkat-warkat yang berasal dari dalam kota. Artinya cek atau Bilyet Giro yang dikliringkan harus berasal dari kota atau wilayah kliring (clearing) yang sama.

Sedangkan warkat-warkat yang dapat dikliringkan oleh bank melalui lembaga kliring adalah sebagai berikut :
  • Cek (cheque)
  • Bilyet Giro (BG)
  • Wesel Bank
  • Surat Bukti Penerimaan Transfer dari luar kota
  • Lalu Lintas Giral (LLG)/ nota kredit

Proses penyelesaian warkat-warkat kliring (clearing) di lembaga kliring terdiri dari berbagai tahap. Tahap-tahap ini harus dijalani untuk menyelesaikan seluruh warkat yang dikliringkan.


Penolakan kliring

Pengertian Kliring (Clearing), Warkat-Warkat Kliring, dan Penolakan Kliring


Warkat-warkat yang dikliringkan tidak selamanya tertagih, bahkan setiap kali transaksi kliring (clearing) terdapat beberapa warkat yang dipatok pembayarannya. Ada beberapa alasan penolakan kliring pada saat warkat-warkat kliring (clearing) dalam kliring masuk. Dalam praktiknya alasan penolakan pembayaran cek atau Bilyet Giro (BG) disebabkan antara lain :
  1. Asal cek atau bilyet giro salah, misalnya cek atau bilyet giro berasal dari luar kota atau luar wilayah kliring atau mungkin dari luar negeri.
  2. Tanggal cek atau bilyet giro belum jatuh tempo, artinya cek atau bilyet giro tanggalnya di atas tanggal ketika cek atau bilyet giro ingin dikliringkan. Misalnya saat cek atau BG ingin dikliringkan  tanggal 1 Maret 2016, tetapi di cek atau BG tersebut tertulis tanggal 7 Maret 2016.
  3. Materai tidak ada atau tidak cukup sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  4. Jumlah yang tertulis di angka dan huruf berbeda. Sebagai contoh nominal angka tertulis Rp1.000.000,- tetapi di bagian huruf tertulis “seratus juta rupiah”.
  5. Tanda tangan atau cap perusahaan tidak sama dengan specimen (contoh tanda tangan) atau bisa pula tidak lengkap, misalnya harus ditandatangani oleh dua orang, sedangkan di dalam cek hanya ditandatangani oleh satu orang.
  6. Coretan atau perubahan tidak ditandatangani, artinya terdapat coretan atau perubahan, namun di atas coretan atau perubahan tidak ditandatangani.
  7. Cek atau Bilyet Giro (BG) sudah kadaluarsa. Artinya cek atau BG melewati batas waktu atau umur cek 70 hari dari tanggal penulisan cek.
  8. Resi belum kembali, artinya nasabah belum mengirim resi (bukti penerimaan cek atau Bilyet Giro) ke bank bahwa nasabah sudah menerima buku cek atau Bilyet Giro.
  9. Endorsment cek tidak benar artinya pemindahtanganan antarnasabah dalan cek tidak benar atau tidak memenuhi syarat.
  10. Rekening sudah ditutup. Nasabah pemilik cek atau bilyet giro yang dikliringkan ternyata sudah menutup rekeningnya.
  11. Dibatalkan penarik. Artinya, si pemberi cek atau bilyet giro dengan suatu alasan tertentu membatalkan cek yang diberikannya dan melaporkan ke bank di mana rekeningnya berada.
  12. Rekening diblokir oleh pihak berwajib, artinya rekening nasabah yang mengeluarkan cek atau bilyet giro diblokir oleh pihak yang berwajib.
  13. Kondisi cek ata bilyet giro dalam keadaan tidak sempurna.
  14. Dan alasan-alasan lainnya.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kliring, warkat-warkat kliring, dan penolakan kliring. Semoga dengan tulisan ini kita bisa lebih memahami penggunaan kliring (clearing) dalam transaksi di perbankan.

loading...
Blog, Updated at: 20.22

0 komentar:

Posting Komentar