Perkembangan Sosiologi di Eropa

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 16 Maret 2016

loading...

Setelah mengetahui bahwa sosiologi adalah sebuah ilmu pengetahuan, maka kita pasti akan bertanya-tanya bagaimana perkembangan sosiologi hingga bisa seperti saat ini. sosiologi pada awalnya menjadi bagian dari filsafat sosial. Ilmu ini membahas tentang masyarakat. 

Namun, pada saat itu pembahasan tentang masyarakat hanya berkisar sekitar hal-hal yang menarik perhatian umum saja, seperti perang, ketegangan atau konflik sosial, dan kekuasaan dalam kelas-kelas penguasa.

Dalam perkembangan selanjutnya, pembahasan tentang masyarakat meningkat pada cakupan yang lebih mendalam yakni menyangkut susunan kehidupan yang diharapkan dan norma-norma yang harus ditaati oleh seluruh anggota masyarakat. Sejak saat itu, berkembanglah suatu kajian baru tentang masyarakat yang disebut sosiologi.

Menurut Berger dan Berger, sosiologi berkembang menjadi ilmu yang berdiri sendiri karena adanya ancaman terhadap tatanan sosial yang selama ini dianggap sudah seharusnya demikian nyata dan benar (threats to the taken for granted world). L. Laeyendecker mengidentifikasi ancaman tersebut meliputi :
  1. Terjadi dua revolusi, yakni revolusi industri dan revolusi Perancis.
  2. Tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke-15.
  3. Perubahan di bidang sosial dan politik.
  4. Perubahan yang terjadi akibat gerakan reformasi yang dicetuskan Martin Luther.
  5. Meningkatnya individualisme.
  6. Lahirnya ilmu pengetahuan moderen.
  7. Berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri.

Menurut Laeyendecker, ancaman-ancaman tersebut menyebabkan perubahan-perubahan jangka panjang yang ketika itu sangat mengguncang masyarakat Eropa dan seakan membangunkannya setelah terlena beberapa abad.

Auguste Comte, seorang filsuf Perancis, melihat perubahan-perubahan tersebut tidak saja bersifat positif seperti berkembangnya demokratisasi di dalam masyarakat, tetapi juga berdampak negatif salah satu dampak negatif tersebut adalah terjadinya konflik antarkelas di dalam masyarakat.

Menurut Comte, konflik-konflik tersebut terjadi karena hilangnya norma atau pegangan (normless) bagi masyarakat dalam bertindak. Comte berkaca dari apa yang terjadi dalam masyarakat Perancis ketika itu.

Setelah pecahnya Revolusi Perancis, masyarakat Perancis dilanda konflik antarkelas. Comte melihat hal itu terjadi karena  masyarakat tidak lagi mengetahui bagaimana mengatasi perubahan akibat revolusi dan hukum-hukum apa saja yang dapat dipakai untuk mengatur tatanan sosial masyarakat.

Oleh karena itu, Comte menyarankan agar semua penelitian tentang masyarakat ditingkatkan menjadi suatu ilmu yang berdiri sendiri. Comte membayangkan suatu penemuan hukum-hukum yang mengatur gejala-gejala sosial.

Namun, Comte belum berhasil mengembangkan hukum-hukum sosial tersebut menjadi suatu ilmu. Ia hanya memberi istilah bagi ilmu yang akan lahir itu dengan istilah sosiologi.

Sosiologi baru berkembang menjadi sebuah ilmu setelah Emile Durkheim mengembangkan metodologi sosiologi melalui bukunya Rules of Sociological Method. Meskipun demikian, atas jasanya terhadap lahirnya sosiologi, ia tetap disebut sebagai bapak sosiologi.

Meskipun Comte menciptakan istilah sosiologi, Herbert Spencerlah yang menyatakan istilah tersebut melalui buku Principles of Sociology. Di dalam buku tersebut, Spencer mengembangkan sistem penelitian tentang masyarakat.

Ia menerapkan teori evolusi organik pada masyarakat manusia dan mengembangkan teori besar tentang evolusi sosial yang diterima secara luas di masyarakat. Menurut Comte, suatu organ akan lebih sempurna jika organ itu bertambah kompleks karena adanya differensiasi di dalam bagian-bagiannya.

Spencer melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang tersusun atas bagian-bagian yang saling bergantung bagaimana organisme hidup. Evolusi dan perkembangan sosial pada dasarnya akan berarti jika ada peningkatan differensiasi dan intergrasi, peningkatan pembagian kerja, dan suatu transisi dari homogen ke heterogen dari kondisi sederhana ke kondisi yang kompleks. Setelah buku Spencer tersebut terbit, sosiologi kemudian berkembang pesat ke seluruh Indonesia.

perkembangan sosiologi di Eropa


Demikianlah penjelasan mengenai perkembangan sosiologi di Eropa. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.  

loading...
Blog, Updated at: 20.49

0 komentar:

Posting Komentar