Sejarah Hak Asasi Manusia (HAM)

Posted by Ensikloblogia on Senin, 28 Maret 2016

loading...

Sejarah hak asasi manusia (HAM) bermula dari dunia Barat (Eropa), tepatnya di negara Inggris. Pada abad ke-17, seorang filsuf Inggris, John Locke merumuskan adanya hak alamiah (natural rights) yang melekat pada diri setiap manusia, yaitu hak atas hidup, hak kebebasan, dan hak milik. Pada saat itu, hak masih terbatas pada bidang pribadi atau sipil dan politik. Ada 3 peristiwa penting di dunia Barat yang menandai sejarah perkembangan ham di dunia, yaitu Magna Charta, Revolusi Amerika, dan Revolusi Perancis. Berikut ini adalah sejarah singkat ham yang perlu anda tahu.


Magna Charta (1215)


Magna Charta adalah piagam yang berisi perjanjian Rara John dari Inggris dengan para bangsawan. Isinya adalah raja memberikan jaminan beberapa hak kepada para bangsawan beserta keturunannya, seperti hak untuk tidak dipenjarakan tanpa adanya pemeriksaan pengadilan. Jaminan itu diberikan sebagai balasan atas bantuan biaya pemerintahan yang telah diberikan oleh para bangsawan. Sejak saat itu, jaminan hak tersebut berkembang dan menjadi bagian dari sistem konstitusional Inggris. Magna Charta menjadi tonggak sejarah perkembangan ham di Inggris.


Revolusi Amerika (1776)


Revolusi Amerika adalah perang kemerdekaan rakyat Amerika Serikat melawan penjajahan Inggris. revolusi ini menghasilkan Declaration of Independence (Deklarasi Kemerdekaan) dan Amerikan Serikat menjadi negara merdeka pada tanggal 4 Juli 1776.


Revolusi Perancis (1789)


Revolusi Perancis adalah penentangan rakyat Perancis kepada rajanya sendiri, Louis XVI yang telah bertindak sewenang-wenang dan absolut. Revolusi Perancis menghasilkan Declaration des droits de l’homme et du citoyen (Pernyataan Hak-Hak Manusia dan Warga Negara). Pernyataan ini memuat tiga hal, yaitu Liberte (kebebasan), egalite (persamaan), dan fraternite (persaudaraan).


Pada permulaan abad ke-20. Hak politik dianggap kurang sempurna sehingga mulai dicetuskan hak asasi yang lebih luas lagi. Hak asasi yang terkenal adalah 4 macam kebebasan (the four freedoms) dari Presiden Amerika Serikat, Franklin D. Roosevelt pada tahun 1944, yaitu :
  1. Kebebasan untuk berbicara dan berpendapat (Freedom of Speech).
  2. Kebebasan untuk beragama (Freedom of Religion).
  3. Kebebasan dari ketakutan (Freedom from Fear).
  4. Kebebasan dari kemelaratan (Freedom from Want).

Pengakuan hak asasi manusia mencapai puncaknya ketika ditandai dengan munculnya Universal Declaration of Human Rights oleh PBB pada tanggal 10 Desember 1948. Pengakuan bahwa hak asasi manusia adalah universal dan harus diperjuangkan bersama dicanangkan dalam Declaration Universal of Human Rights (Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia) oleh PBB pada tanggal 10 Desember  tahun 1948.

Bunyi Pasal 1 deklarasi tersebut dengan tegasnya menyebutkan bahwa “sekalian orang yang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan budi dan kehendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan”.

Deklarasi tersebut melambangkan komitmen moral dunia internasional pada hak asasi manusia. Deklarasi universal ini menjadi pedoman dan sekaligus standar minimum yang dicita-citakan umat manusia untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan damai.

Berawal dari deklarasi universal tersebut, negara-negara yang tergabung dalam berbagai organisasi 
dan kelompok regional mulai merumuskan bersama hak asasi manusia sebagai komitmen mereka  dalam menegakkan hak asasi manusia. Setiap negara juga mulai menunjukkan jaminan hak asasi manusia dalam konstitusi atau undang-undang dasarnya.


Sejarah Hak Asasi Manusia (HAM)


Beberapa contoh hasil rumusan mengenai hak asasi manusia oleh negara-negara di dunia adalah sebagai berikut :
  1. International Covenant of Civil adn Political Rights (Perjanjian Internasional Tentang Hak Sipil dan Politik) pada tahun 1966 oleh PBB.
  2. International Covenant of Economic, Social and Cultural Rights (Perjanjian Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya) pada tahun 1966 oleh PBB.
  3. Declaration on the Rights of Peoples to Peace (Deklarasi Hak Bangsa atas Perdamaian) pada tahun 1984 oleh negara Dunia Ketiga.
  4. Declaration on the Rights to Development (Deklarasi Hak atas Pembangunan) pada tahun 1986 oleh negara dunia ketiga.
  5. African Charter on Human and People’s Rights (Banjul Charter) oleh negara-negara yang tergabung dalam persatuan Afrika (OAU) pada tahun 1981.
  6. Cairo Declaration on Human Rights in Islam oleh negara-negara yang tergabung dalam OKI (Organisasi Konferensi Islam) tahun 1990.
  7. Bangkok Declaration diterima oleh negara-negara Asia pada tahun 1993.
  8. Deklarasi Wina tahun 1993 merupakan deklarasi universal dari negara-negara yang tergabung dalam PBB.

Berdasarkan sejarah perkembangannya, generasi hak asasi manusia ada 3, yaitu sebagai berikut :
  1. Generasi pertama adalah hak sipil dan politik yang bermula di dunia Barat (Eropa), contohnya hak atas hidup, hak atas kebebasan dan keamanan, hak atas kesamaan di muka pengadilan, hak kebebasan berpikir dan berpendapat, hak beragama,  serta hak berkumpul dan berserikat.
  2. Generasi kedua adalah hak ekonomi, sosial, dan budaya yang diperjuangkan oleh negara sosialis di Eropa Timur, misalnya hak atas pekerjaan, hak atas penghasilan yang layak, hak membentuk serikat pekerja, hak atas pangan, kesehatan, hak atas perumahan, pendidikan, dan hak atas jaminan sosial.
  3. Generasi ketiga adalah hak perdamaian dan pembangunan yang diperjuangkan oleh negara-negara berkembang di Asia dan Afrika, misalnya hak bebas dari ancaman musuh, hak setiap bangsa untuk merdeka, hak sederajan dengan bangsa lain, dan hak mendapatkan kedamaian.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah hak asasi manusia (HAM) di dunia. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 01.28

0 komentar:

Posting Komentar