Jenis-Jenis Asuransi, Prinsip-Prinsip Asuransi dan Jenis-Jenis Risiko dalam Usaha Asuransi

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 24 April 2016

loading...

Jenis-jenis asuransi


Jenis-jenis asuransi yang berkembang di Indonesia dewasa ini dilihat dari segi fungsinya dan segi kepemilikannya.


Jenis-jenis asuransi dari segi fungsinya


Dilihat dari segi fungsinya, asuransi terbagi menjadi asuransi kerugian (non life insurance), asuransi jiwa (life insurance), dan reasuransi (reinsurance).

Asuransi kerugian (non life insurance)

Jenis asuransi kerugian seperti yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi menjelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi suatu risiko atau kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti.

Jenis asuransi ini tidak diperkenankan melakukan usaha di luar asuransi kerugian dan reasuransi. Kemudian, yang termasuk dalam asuransi kerugian adalah sebagai berikut :
  • Asuransi kebakaran yang meliputi kebakaran, peledakan, petir, kecelakaan kapal terbang dan lainnya.
  • Asuransi pengangkutan meliputi Marine Hul Policy, Marine Cargo Policy, Freight.
  • Asuransi aneka, yaitu asuransi yang tidak termasuk dalam asuransi kebakaran dan pengangkutan seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan diri pencurian dan lainnya.

Asuransi jiwa (life insurance)

Asuransi jiwa merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa adalah :
  • Asuransi berjangka (Term Insurance)
  • Asuransi tabungan (Endowment insurance)
  • Asuransi seumur hidup (Whole life insurance)
  • Anuity contract insurance (Anuitas)



Reasuransi (reinsurance)

Reasuransi merupakan perusahaan yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Jenis asuransi ini sering disebut asuransi dari asuransi ini digolongkan ke dalam:
  • Bentuk treaty
  • Bentuk facultative
  • Kombinasi dari keduanya



Jenis-jenis asuransi dari segi kepemilikiannya


Dalam hal ini yang dilihat adalah siapa pemilik dari perusahaan asuransi tersebut, baik asuransi kerugian, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Jenis asuransi dilihat dari segi kepemilikannya adalah:
  1. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar oleh pemerintah Indonesia, bahkan 100% milik pemerintah.
  2. Asuransi milik swasta nasional, yaitu perusahaan asuransi yang kepemilikan sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  3. Asuransi milik perusahaan asing, bisanya beroperasi di Indonesia dan hanyalah cabang dari negara lain dan jelas kepemilikannya pun dimiliki oleh 100% asing.
  4. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing.


Prinsip-prinsip asuransi


Pelaksanaan perjanjian asuransi antara perusahaan asuransi dengan pihak nasabahnya tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Setiap perjanjian yang dilakukan mengandung prinsip-prinsip asuransi. Tujuannya adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari antara pihak asuransi dengan pihak nasabahnya.

Prinsip-prinsip asuransi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
  1. Insurable interest, merupakan hal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu risiko berkaitan dengan keuangan, yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan suatu yang dipertanggungka dan dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum. semua yang tergambar dari kontrak asuransi. Kemudian dalam hal ini perlu menyebutkan adanya kepentingan terhadap barang yang dipertanggungkan.
  2. Utmost Good Faith atau “itikad baik” dalam penetapan suatu kontrak usaha haruslah didasarkan pada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materiil maupun immateriil.
  3. Indemnity atau ganti rugi artinya mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian tersebut. Dalam hal ini tidak berlaku bagi kontrak asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan karena prinsip ini didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan.
  4. Proximate cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu peristiwa secara berantai atau berurutan dan intervensi kekuatan lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.
  5. Subrogation merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya  mengalami suatu peristiwa kerugian. Artinya, dengan prinsip ini penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari  kerugian yang benar-benar dideritanya.
  6. Contribution, suatu prinsip di mana penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikiut bersama membayar ganti rugi kepada seseorang  tertanggung, meskipun jumlah tanggungan masing-masing  penanggung belum tentu sama besarnya.


jenis-jenis asuransi

Jenis-jenis risiko dalam usaha asuransi


Dalam usaha asuransi, terdapat berbagai macam risiko yang dihadapi. Besar kecilnya risiko menjadi faktor yang menentukan besar kecilnya premi asuransi yang dibayarkan. Dalam praktiknya, risiko-risiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah sebagai berikut :

Risiko murni, artinya bahwa ada ketidakpastian terjadinya sesuatu kerugian atau dengan kata lain hanya ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan, contoh rumah mungkin akan terbakar, atau mobil yang dikendarai mungkin akan tertabrak atau kapal dan muatannya mungkin akan tenggelam. Jadi, dalam hal ini kerugian terjadi atau tidak terjadi sama sekali.

Risiko spekulatif, artinya risiko dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan. Dalam hal ini kemungkinan terjadi keuntungan atau kerugian.

Risiko individu, yang terbagi atas tiga macam :
  1. Risiko pribadi, risiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan, akibat suatu hal seperti saikit, kehilangan pekerjaan atau mati.
  2. Risiko harta, risiko kehilangan harta apakah dicuri, hilang, atau rusak yang menyebabkan kerugian keuangan.
  3. Risiko tanggung gugat, yaitu risiko yang disebabkan apabila kita menanggung kerugian seseorang dan kita harus membayarnya. Contohnya, kelalaian di jalan yang menyebabkan orang lain tertabrak dan harus mengganti kerugian tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis asuransi, prinsip-prinsip asuransi serta jenis-jenis risiko dalam usaha asuransi. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 20.49

0 komentar:

Posting Komentar