Macam-Macam Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 06 April 2016

loading...


Adapun macam-macam lembaga keuangan bukan bank (LKBB) atau lembaga keuangan non bank atau lembaga keuangan lainnya adalah sebagai berikut :
Pasar Modal
Pasar Uang Dan Valas
Koperasi Simpan Pinjam
Perum Pegadaian
Perusahaan Sewa Guna Usaha
Perusahaan Asuransi
Perusahaan Anjak Piutang
Modal Pensiun
Kartu Plastik / Kartu Kredit

Berikut ini adalah penjelasan dari macam-macam lembaga keuangan bukan bank atau lembaga keuangan lainnya atau lembaga keuangan non bank di atas.

Pasar modal merupakan pasar tempat pertemuan dan melakukan transaksi antara pencari dana (emiten) dengan para penanam modal (investor). Dalam pasar modal, yang diperjual belikan adalah efek-efek  seperti saham dan obligasi di mana jika diukur dari waktunya modal yang diperjualbelikan merupakan modal jangka panjang.

Pasar Uang (Money Market) sama halnya seperti Pasar Modal, yaitu pasar termapt memperoleh dana dan investasi dana. Hanya bedanya, modal yang ditawarkan di pasar uang adalah berjangka waktu pendek, sedangkan modal yang ditawarkan di Pasar Modal berjangka waktu panjang. Dalam pasar uang, transaksi lebih banyak dilakukan secara media elektronika sehingga nasabah tidak perlu datang secara langsung.

Macam-Macam Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)


Koperasi Simpan Pinjam merupakan koperasi yang menghimpun dana dari para anggotanya kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada anggota koperasi dan masyarakat umum. Artinya, para anggota koperasi simpan pinjam menyimpan uangnya yang sementara belum digunakan. Kemudian oleh pengurus koperasi uang tersebut dipinjamkan kembali kepada anggotanya yang membutuhkan, termasuk kepada masyarakat umum jika memungkinkan.

Perusahaan pegadaian merupakan lembaga keuangan yang menyediakan fasilitas pinjaman dengan jaminan tertentu. Jaminan nasabah tersebut digadaikan dan kemudian ditaksir oleh pihak pegadaian untuk menilai besarnya nilai jaminan. Besarnya nilai jaminan akan mempengaruhi jumlah pinjaman. Sementara ini, usaha pegadaian masih secara resmi dilakukan pemerintah.

Perusahaan sewa guna usaha (leasing) adalah Lembaga Keuangan Bukan Bank yang bidang usahanya lebih ditekankan pada pembiayaan barang-barang modal yang diinginkan oleh nasabahnya. Sebaga contoh, jika seseorang ingin memperoleh barang-barang modal secara kredit, maka kebutuhan ini pembayarannya dapat ditutup oleh perusahaan leasing. Pembayaran oleh nasabah diangsur sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Jadi, dalam hal ini perusahaan leasing lebih banyak bergerak dalam bidang pembiayaan barang-barang kebutuhan modal.

Perusahaan asuransi merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha pertanggungan. Setiap nasabah dikenai polis asuransi yang harus dibayar sesuai dengan perjanjian dan perusahaan asuransi akan menanggung kerugian dengan menggantikannya apabila nasabahnya terkena musibah atau terkena resiko seperti yang telah diperjanjikan. Artinya, usaha asuransi merupakan kegiatan menanggung resiko yang dikaitkan dengan  keuangan antara polis yang harus dibayar dan klaim yang diterimanya. Besarnya polis akan mempengaruhi klaim yang akan diterima. Perusahaan asuransi dibagi kedalam berbagai jenis, seperti asuransi jiwa, asuransi kredit, asuransi kebakaran,  asuransi beasiswa, asuransi hari tua, asuransi kecelakaan, asuransi kehilangan, dan jenis-jenis asuransi lainnya.

Perusahaan anjak piutang (factoring), merupakan lembaga keuangan bukan bank yang usahanya adalah mengambil alih pembayaran kredit suatu perusahaan dengan cara membeli kredit bermasalah perusahaan lain atau dapat pula mengelola penjualan kredit perusahaan yang membutuhkannya. Usaha ini memang relatif baru di Indonesia dan perusahaan anjak piutang kegiatan utamanya adalah membantu perusahaan yang sedang mengalami kesulitan dalam melakukan penagihan atau pengelolaan uangnya. Keuntungan yang diperoleh dari usaha ini merupakan fee yang telah disepakati bersama atau keuntungan dari harga jual dan hasil penagihan yang dilakukannya.

Perusahaan Modal Ventura merupakan pembiayaan oleh perusahaan-perusahaan yang usahanya mengandung resiko tinggi. Lembaga keuangan bukan bank jenis ini relatif masih baru juga di Indonesia. Usahanya lebih banyak memberikan pembiayaan dalam bentuk kredit tanpa jaminan yang umumnya tidak dilayani oleh lembaga keuangan lainnya. selama ini, kreidt dengan jaminan sangat menyulitkan, memberatkan dan menghambat nasabah untuk memperoleh modal, walaupun dewasa ini pihak perbankan telah melunakkan persyaratan untuk memperoleh kredit.

Dana pensiun, merupakan lembaga keuangan bukan bank yang kegiatannya mengelola dana pensiun suatu pemberi kerja atau perusahaan itu sendiri. Penghimpunan dana pensiun melalui iuran yang dipotong dari gaji karyawan. Kemudian dana yang terkumpul oleh dana pensiun diusahakan lagi dengan menginvestasikan ke berbagai sektor yang  menguntungkan. Perusahaan yang mengelola dana pensiun dapat dilakukan oleh bank atau perusahaan lainnya.

Kartu plastik atau dikenal dengan nama mata uang plastik atau kartu kredit  adalah lembaga keuangan bukan bank yang juga berperan dalam bidang pembiayaan. Kartu plastik digunakan sebagai pengganti uang tunai yang dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan lainnya. Pihak yang mengeluarkan kartu kredit itu dapat dilakukan oleh lembaga keuangan bank atau lembaga keuangan non bank lainnya.

Perbedaan utama antara lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank adalah ragam produk yang ditawarkannya. Kegiatan utama pihak perbankan di samping menyalurkan dana juga menghimpun dana, sedangkan lembaga keuangan bukan bank lebih diarahkan kepada penyaluran dana saja.

Meskipun berbeda produk yang ditawarkan antara lembaga keuangan bank dengan lembaga keuangan lainnya, ada satu hal yang sama, yaitu dalam hal menentukan harga yang harus dibayar atau dibeli oleh nasabahnya.

Penentuan harga yang harus dibayar atau harga jual dananya ditentukan dalam suatu tingkat suku bunga (kecuali bank yang berdasarkan prinsip syariah). Masing-masing lembaga keuangan baik bank maupun lembaga  keuangan lainnya  mempunyai cara sendiri dalam hal  menentukan suku bungan pinjamannya. Hal ini sesuai pula dengan tujuan perusahaan masing-masing.

loading...
Blog, Updated at: 21.45

0 komentar:

Posting Komentar