Macam-Macam Lembaga Keuangan Internasional : Bank Dunia, IMF, Bank Pembangunan Asia dan Bank Pembangunan Islam

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 19 April 2016

Loading...

Lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani masalah-masalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman maupun bantuan lainnya. Pemberian bantuan yang dilakukan oleh lembaga keuangan internasional dapat bersifat lunak artinya dengan suku bunga yang rendah dan jangka waktu pengembaliannya relatif panjang. Kemudian bantuan internasional juga dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya dilakukan oleh lembaga keuangan internasional swasta.

Ada banyak lembaga keuangan internasional. Namun, pada kesempatan ini akan dijelaskan mengenai lembaga keuangan internasional yang memiliki pengaruh besar di dunia, yaitu Bank Dunia (World Bank), Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank),  International Monetary Fund (IMF) dan Bank Pembangunan Islam .


Bank Dunia (World Bank)


Bank Dunia adalah lembaga keuangan internasional yang didirikan untuk memecahkan masalah-masalah internasional terutama yang berkaitan dengan masalah moneter dan keuangan lainnya. kegiatan utama bank dunia pada waktu itu difokuskan untuk membantu proses rekonstruksi bagi negara-negara yang menderita karena Perang Dunia II.

Bantuan bank dunia selanjutnya dialihkan kepada pemberian bantuan berupa pinjaman dalam rangka membantu negara-negara berkembang yang menjadi anggota bank dunia. Pinjaman yang dibiayai oleh bank dunia hanya ditujukan untuk proyek-proyek yang produktif.

Bantuan yang diberikan oleh bank dunia dari tahun ke tahun semakin beragam. Hal ini sesuai pula dengan perkembangan negara-negara di dunia. Dewasa ini jenis bantuan yang dibiayai oleh bank dunia, mulai dari pembangunan jalan, pembangkit tenaga listrik, pembangunan pelabuhan, telekomunikasi, pengemabangan dunia pendidikan, dan bidang-bidang lainnya sesuai dengan tujuan bank dunia.

Sumber-sumber dana bank dunia diperoleh dari bank dunia sendiri, pemerintah-pemerintah asing dan modal swasta. Kemudian dana tersebut dikembalikan kepada negara-negara anggota yang membutuhkan dengan risiko dibebankan kepada negara yang bersangkutan.

Asal mula bank dunia adalah International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). IBRD didirikan dalam rangka memecahkan masalah moneter dan masalah keuangan lainnya. Pendirian  bank dunia tahun 1945 ini bersamaan dengan didirikannya International Monetery Fund (IMF). Tujuan berdirinya kedua lembaga keuangan internasional ini sama, yaitu dalam rangka penyediaan perangkat moneter dan keuangan untuk menuju ke arah kemakmuran dunia. Bank dunia melakukan kegiatannya dimulai sejak tahun 1946.

Bank dunia saat ini memiliki keanggotaan yang meliputi keanggotaan :
  1. International Finance Corporation (IFC), kegiatan lembaga ini dalam rangka memberikan bantuan kepada sektor-sektor swasta di negara-negara berkembang.
  2. International Development Association (IDA), kegiatannya sama dengan IFC, hanya bantuan ditujukan kepada negara-negara miskin dan dengan persyaratan pinjaman yang lebih mudah. IDA juga turut mensponsori kegiatan ICSID (International for the settlement investment development).

Kemudian, persyaratan untuk menjadi anggota bank dunia, terlebih dahulu harus menjadi anggota IMF dan persyaratan lainnya.


Macam-Macam Lembaga Keuangan Internasional : Bank Dunia, IMF, Bank Pembangunan Asia dan Bank Pembangunan Islam


International Monetary Fund (IMF)


Kelahiran IMF sebagai lembaga keuangan internasional bersamaan dengan kelahiran bank dunia. IMF lahir setelah konferensi di Bretton Woods, Amerika Serikat. Konferensi tersebut dihadiri oleh 44 negara. Hasil perundingan ini merupakan kompromi antara White Plan dengan Keynes Plan sebelumnya.

Struktur organisasi IMF terdiri dari para anggota di mana pemimpinnya dipegang oleh Board of Gevernors, seorang gubernur dan seorang pengganti yang ditunjuk oleh masing-masing anggota. Dewan ini memegang kekuasaan tertinggi dan biasanya melakukan pertemuan setahun sekali. Sebagian dari tugas dan kekuasaan didelegasikan kepada executive directors. Executive directors bertanggung jawab terhadap pekerjaan sehari-hari dan jumlahnya adalah 12 orang yang dipilih dan diangkat dari anggota IMF.

Tidak semua tugan dan kekuasaan diserahkan kepada executive directors. Kekuasaan dan tugas yang masih tetap dipegang oleh Board of Governor adalah sebagai berikut :
  1. Penerimaan anggota IMF yang baru.
  2. Peninjauan kuota masing-masing anggota.
  3. Hak untuk menarik keanggotaan seseorang.

Pendirian International Monetery Fund didasarkan pada beberapa tujuan sebagaimana yang tercantum dalam articles of agreement. Adapun tujuan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Menjadi tempat secara permanen bagi pertemuan-pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerja sama internasional dalam bidang keuangan.
  2. Membantu memperluas perdagangan internasional yang seimbang di antara para anggotanya dan membantu perekonomian para anggotanya.
  3. Berusaha meniadakan competitive depresiations dan mengusahakan stable exchange rate.
  4. Menghilangkan exchange restrictions.
  5. Membantu para anggota yang mengalami kesukaran dalam pinjaman luar negeri agar jangan mengambil tindakan-tindakan yang dapat merugikan negara yang bersangkutan dan negara lainnya. tujuannya adalah untuk memberikan kepercayaan kepada para anggotanya.
  6. Mengurangi waktu dan besarnya disekuilibrium dalam neraca pembayaran negara-negara anggota International Monetary Fund (IMF).

Kegiatan IMF diutamakan untuk membantu negara-negara anggotanya melalui bank sentral masing-masing anggota IMF. Keanggotaan IMF mengucurkan dana bantuan berupa kredit melalui bank sentral mengingat bank sentral memegang peranan penting dan pengambil kebijakan keuangan tertinggi di negaranya.

Sumber pendanaan IMF berasal dari sumbangan para anggotanya yang dikenal dengan Quota. Sumber ini dapat berupa emas atau valuta masing-masing anggota. Besarnya Quota dihitung berdasarkan mata uang US Dolar.

Selanjutnya Quota ditinjau setiap 5 tahun sekali dan disesuaikan dengan kebutuhan dari anggota masing-masing serta kebutuhan perdagangan internasional. Di samping itu, para anggota  diwajibkan pula untuk membayar iuran kepada International Monetary Fund (IMF).


Bank Pembangunan Asia (The Asian Development Bank)


Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) didirikan dalam rangka memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara di Asia. Sebaga salah satu lembaga keuangan internasional Bank Pembangunan Asia didirikan tahun 1966 sebagai rasa solidaritas bangsa-bangsa di Asia yang sangat memerlukan dana bagi pembangunan negaranya. Tujuan pendirian Bank Pembangunan Asia lebih didasarkan dalam rangka kerja sama ekonomi dan pembangunan akibat sulitnya memperoleh bantuan dari negara-negara maju.

Tugas Bank Pembangunan Asia adalah berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara di Benua Asia dan meningkatkan kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang dengan sesama anggotanya. Pemberian bantuan kepada anggotanya dapat berupa bantuan keuangan atau bantuan teknik secara berkala atau sesuai kebutuhan.

Sumber-sumber dana Bank Pembangunan Asia, sebagian besar dari negara-negara Asia. Begitu pula para pimpinannya baik presiden maupun anggota direksi adalah orang Asia. Selain itu, struktur permodalan Bank Pembangunan Asia juga diperoleh dari luar negara Asia. Saat ini Bank Pembangunan Asia tidak hanya negara-negara di kawasan Asia, tetapi sudah meliputi negara non Asia.

Adapun kegiatan Bank Pembangunan Asia / Asian Develompent Bank (ADB) antara lain :
  1. Memberikan bantuan pinjaman untuk berbagai proyek, baik mata uang lokal maupun mata uang asing.
  2. Memberikan bantuan teknik seperti penyediaan jasa konsultasi dan penyediaan jasa tenaga ahli.



Bank Pembangunan Islam


Ide awal pembentukan Bank Islam Internasional guna memayungi sistem keuangan negara-negara Islam di seluruh  dunia adalah proposal yang diajukan oleh Mesir pada sidang Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam (OKI) di Karachi, Pakistan bulan Desember tahun 1970. Proposal ini berisi tentang studi pendirian Bank Islam Internasional yang difokuskan untuk perdagangan dan pembangunan (International Islamic Bank for Trade and Development) dan pendirian Federasi Bank Islam (Federation of Islamic Bank).

Proposal ini kemudian dikaji oleh 18 negara Islam. Isi dari proposal tersebut mengusulkan sistem keuangan yang selama ini didasarkan kepada bunga yang harus diganti dengan sistem kerja sama dengan skema bagi hasil, baik bagi untung maupun bagi rugi.

Hal-hal yang terkandung dalam usulan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Mengatur transaksi komersial antarnegara-negara Islam.
  2. Mengatur institusi pembangunan dan investasi.
  3. Merumuskan masalah transfer, kliring serta settlement antar Bank Islam sebagai langkah awal menuju terbentuknya sistem ekonomi Islam yang terpadu.
  4. Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di negara-negara Islam.
  5. Mendukung upaya bank-bank sentral di negara Islam dalam hal pelaksanaan kebijakan-kebijakan yang sejalan dengan kerangka kerja Islam.
  6. Mengatur administrasi dan mendayagunakan dana zakat.
  7. Mengatur kelebihan likuiditas bank-bank sentral negara Islam.

Dan diusulkan pula pembentukan badan-badan khusus yang disebut Badan Investasi dan Pembangunan negara-negara Islam. Fungsi badan ini adalah sebagai berikut :
  1. Mengatur investasi modal Islam.
  2. Menyeimbangkan antara investasi dan pembangunan di negara Islam.
  3. Memilih lahan / sektor yang cocok untuk investasi dan mengatur penelitiannya.
  4. Pemberian saran dan bantuan teknis bagi proyek-proyek yang dirancang untuk imvestasi regional di negara-negara Islam.

Kelanjutan proposal yang ditujukan olem Mesir ini diagendakan pada sidang Menteri Luar Negeri Negara-Negara Islam (OKI) di Benghazi, Libya pada Bulan Maret 1973. Kemudian pada Bulan Juli 1973 negara-negara Islam penghasil minyak yang diwakili oleh komite ahli bertemu di Jeddah dalam rangka membicarakan pendirian Bank Islam Internasional. Pada pertemuan kedua, bulan Mein 1974 dibahas rancangan anggaran dasar dan rancangan anggaran rumah tangga.

Akhirnya rancangan pendirian Bank Pembangunan Islam atau Islamic Development Bank (IDB) disetujui pada sidang Menteri Keuangan OKI di Jeddah tahun 1975. Modal dasar pendirian IDB adalah 2 miliar Dinar Islam atau setara dengan 2 miliar Special Drawing Right (SDR). Keanggotaan IDB seluruhnya adalah negara-negara yang tergabung dalam OKI.

Saat ini IDB memiliki jumlah anggota 43 negara yang bertugas memberikan pinjaman bebas bunga untuk proyek infrastruktur dan pembiayaan kepada negara anggota berdasarkan partisipasi modal di negara tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam lembaga keuangan internasional. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. 


Loading...
Blog, Updated at: 21.36

0 komentar:

Posting Komentar