Pengertian Koperasi Simpan Pinjam sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 23 April 2016

loading...

Pengertian koperasi


Koperasi merupakan salah satu bentuk badan hukum yang pertama kali dipelopori oleh Moh. Hatta, Wakil Presiden pertama Indonesia sehingga beliau mendapatkan predikat sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Bentuk lembaga keuangan koperasi sangat sesuai dengan jiwa bangsa Indonesia, hanya saja koperasi tidak berkembang dengan baik seperti lembaga keuangan lainnya. Badan hukum koperasi hanya populer di kalangan rakyat menengah ke bawah.

Koperasi secara umum merupakan suatu kumpulan dari beberapa orang yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama. Orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama inilah yang akhirnya menjadi anggota koperasi. Pembentukan koperasi berdasarkan asas kekeluargaan dan gotong royong, khususnya membantu para anggotanya yang memerlukan bantuan baik barang maupun pinjaman uang.

Ada berbagai jenis koperasi, namun pada kesempatan ini hanya akan fokus membahas mengenai koperasi simpan pinjam.

Dalam menjalankan kegiatannya, koperasi simpan pinjam memungut sejumlah uang dari para anggota koperasi. Uang yang terkumpul tersebut kemudian dijadikan modal bagi koperasi dan kemudian dipinjamkan kembali kepada anggota yang membutuhkannya.


Sumber-sumber dana koperasi


Sumber dana koperasi merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan koperasi simpan pinjam dalam rangka memenuhi dana kebutuhan anggotanya. Bagi anggota koperasi yang kelebihan dana diharapkan untuk meminjam dana di koperasi dan kemudian oleh pihak koperasi dipinjamkan kembali kepada para anggota yang membutuhkan  dana dan jika memungkinkan, koperasi juga meminjamkannya kepada masyarakat luas.

Setiap anggota koperasi diwajibkan untuk menyetor sejumlah uang sebagai sumbangan pokok anggota, di samping itu, ditetapkan pula sumbangan wajib kepada para anggotanya. Sumber dana koperasi lainnya dapat diperoleh dari berbagai lembaga baik lembaga pemerintah maupun lembaga swasta yang kelebihan dana.

Secara umum, sumber dana koperasi adalah dari para anggota koperasi berupa iuran wajib, iuran pokok, dan iuran sukarela. Sedangkan dari luar koperasi berasal dari badan pemerintah, lembaga swasta, dan perbankan.

Pembagian keuntungan diberikan kepada anggota sangat tergantung kepada kearifan para anggotanya dalam meminjamkan dana. Sebagai contoh, dalam koperasi simpan pinjam semakin banyak seorang anggota meminjam sejumlah uang, maka pembagian keuntungan akan lebih besar dibandingkan anggota yang tidak meminja, demikian pula sebaliknya.


Jenis-jenis koperasi


Salah satu tujuan pendirian koperasi didasarkan pada kebutuhan dan kepentingan para anggotanya. Masing-masing kelompok masyarakat yang mendirikan  koperasi memiliki kepentingan ataupun tujuan yang berbeda. Perbedaan koperasi ini menyebabkan koperasi dibentuk dalam beberapa jenis sesuai dengan kebutuhan kelompok tersebut.

Jenis-jenis koperasi yang ada dewasa ini adalah koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi simpan pinjam, dan koperasi serba guna.

Yang membedakan jenis koperasi adalah usaha yang mereka jalankan. Sebagai contoh, untuk koperasi produksi diutamakan diberikan kepada para anggotanya dalam rangkan untuk menghasilkan suatu barang atau jasa. Produksi dapat dilakukan dalam berbagai bidang seperti pertanian atau industri atau jasa.

Untuk koperasi konsumsi, dalam kegiatan usahanya adalah menyediakan kebutuhan akan berbagai barang-barang pokok sehari-hari seperti sandang, pangan, dan kebutuhan yang berbentuk barang lainnya. koperasi jenis ini banyak dilakukan oleh karyawan suatu perusahaan dengan menyediakan berbagai kebutuhan bagi para anggotanya.

Sedangkan koperasi simpan pinjam melakukan usaha penyimpanan dann peminjaman sejumlah uang untuk keperluan para anggotanya. Koperasi jenis ini sering disebut dengan koperasi kredit yang khusus menyediakan dana bagi anggota yang memerlukan dana dengan biaya murah tentunya.


Pengertian Koperasi Simpan Pinjam sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank

Keuntungan koperasi


Keuntungan dari koperasi adalah bunga yang dibebankan kepada peminjam. Semakin banyak uang yang disalurkan akan semakin memperbesar keuntungan koperasi. Di samping itu, keuntungan lainnya adalah memperoleh biaya-biaya administrasi yang dibebankan kepada peminjam. Kemudian keuntungan juga dapat diperoleh dari hasil investasi lain yang dilakukan di luar kegiatan peminjaman misalnya penempatan uang dalam bidang surat-surat berharga.

Pembagian keuntungan dalam koperasi simpan pinjam diberikan terutama bagi peminjam yang tidak pernah lalai memenuhi kewajibannya. Keuntungan akan diberikan sesuai jumlah yang dipinjam dalam suatu periode. Semakin besar pinjaman, maka pembagian keuntungan semakin besar pula, demikian pula sebaliknya.

Dapat disimpulkan bahwa keuntungan koperasi adalah:
  1. Biaya bunga yang dibebankan ke peminjam.
  2. Biaya administrasi setiap kali transaksi.
  3. Hasil investasi di luar kegiatan koperasi.


Pendirian koperasi


Pendirian lembaga koperasi cukup sederhana, yaitu cukup dengan 20 orang yang membuat kesepakatan dengan akta notaris, kemudian didaftarkan di kanwil Departemen Koperasi setempat untuk mendapatkan pengesahannya. Dalam susunan organisasi koperasi rapat pengurus mengangkat pengurus dan pengawas. Sedangkan kegiatan sehari-hari diserahkan kepada pengelola koperasi.

Dalam kegiatan peminjaman koperasi simpan pinjam mengutamakan pemberian pinjaman kepada para anggotanya dengan bunga yang relatif murah, sekitar 12 % pertahun. Besarnya pinjaman biasanya dibatasi sampai jumlah tertentu mengingat banyaknya anggota koperasi, sedangkan dana yang tersedia biasanya terbatas. Jika memang para anggota sudah tidak membutuhkan dana lagi dan dana masih lebih, maka tidak menutup kemungkinan koperasi memberikan pinjaman kepada bukan anggota koperasi.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian koperasi simpan pinjam sebagai lembaga keuangan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 22.01

0 komentar:

Posting Komentar