Pengertian, Kriteria dan Fungsi Uang

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 08 April 2016

Loading...

Berbicara mengenai lembaga keuangan,  maka kita tidak akan pernah terlepas dari kegiatan keuangan seperti menarik dana, menyalurkan dana, atau kegiatan keuangan lainnya. Inti pokok dari kegiatan keuangan adalah uang.

Tahukah kita apa pengertian uang itu ?


Pengertian uang dan Sejarah Uang


Di era moderen, siapa yang tidak mengenal uang, dari anak-ankh hingga orang dewasa semua mengenal uang karena uang sudah digunakan untuk kebutuhan sehari-hari  dan merupakan suatu 
kebutuhan dalam penyelenggaraan perekonomian suatu negara.

Banyak orang yang bekerja keras pergi pagi dan pulang malam hanya karena untuk mendapatkan uang. Saya sendiri memiliki anggapan bahwa “Uang bukan segalanya, tetapi segalanya membutuhkan uang”. Mulai dari lahir sampai ke liang lahat tetap membutuhkan uang.

Berdasarkan sejarahnya, masyarakat mengenal uang akibat sulitnya melakukan tukar menukar di masa lalu.  Pada saat itu, kegiatan ekonomi masih digerakkan dengan sistem barter. Barang ditukar dengan barang. Kendala utama dalam sistem barter adalah sulitnya menemukan barang dan jasa sesuai dengan barang dan jasa yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, seseorang ingin menukar sekarung garam dengan lima ekor ayam. Ketika ia menemukan orang yang ingin menukarkan ayamnya, ternyata orang tersebut membutuhkan sayuran. Sehingga keinginan orang yang ingin menukar garam dengan ayam tadi tidak bisa diwujudkan karena pemilik ayam tidak membutuhkan garamnya. 

Jadi, secara sederhana dapat kita katakan bahwa kelemahan sistem barter adalah sulitnya menemukan orang dengan keinginan pertukaran yang sama.

Untuk mengatasi kendala dalam sistem barter, maka para ahli memikirkan sesuatu yang lebih efektif dan efisien. Alat tukar itulah yang kita kenal dengan nama “uang” pada saat ini.

Pengertian uang secara luas adalah sesuatu yang diterima secara umum sebagai alat pembayaran utang atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang dan jasa. Dengan kata lain bahwa uang merupakan alat yang dapat digunakan dalam melakukan pertukaran baik barang maupun jasa dalam suatu wilayah tertentu saja.

Secara umum, uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, akan tetapi juga memiliki fungsi-fungsi lainnya seperti sebagai alat satuan hitung, penimbun kekayaan, atau sebagai standar pencicilan utang. Uang biasanya hanya dapat digunakan dalam suatu wilayah tertentu, misalnya negara, karena bisa saja suatu mata uang tertentu tidak berlaku di negara lain dan sebaliknya, namun ada pula mata uang yang berlaku di semua negara seperti mata uang US Dollar.

Dalam perekonomian moderen, uang memainkan peranan penting bagi semua kegiatan masyarakat. Uang sudah merupakan suatu kebutuhan, bahkan uang menjadi penentu stabilitas  dan kemajuan perekonomian di suatu negara. Namun demikian, bukan berarti sistem barter telah lenyap. Sistem barter masih terjadi pada tingkat perdagangan tertentu seperti perdagangan antarnegara dan di daerah pedesaan.

Untuk memenuhi kebutuhan akan uang, pemerintah suatu negara melalui Bank Sentral berhak menciptakan mata uang terutama uang kartal. Begitu pula dengan jumlah uang yang beredar perlu dijaga agar nilai uang tetap stabil.

Kemudian, kebutuhan akan uang giral diciptakan oleh bank-bank umum, dimana jumlahnya jauh melebihi jumlah uang kartal yang beredar. Dalam hal berkaitan dengan uang, maka peran lembaga keuangan terutama bank sangatlah besar, hal ini sesuai dengan fungsi lembaga keuangan, yaitu sebagai perantara keuangan di masyarakat.

Adapun manfaat yang bisa kita peroleh dari adanya uang antara lain :
  1. Mempermudah untuk memperoleh dan memilih barang dan jasa yang diinginkan secara cepat.
  2. Mempermudah dalam menentukan nilai (harga) dari barang dan jasa.
  3. Memperlancar proses perdagangan secara luas.
  4. Digunakan sebagai alat penimbun  kekayaan.



Kriteria uang


pengertian, kriteria, dan fungsi uang


Sesuatu yang dikatakan sebagai uang haruslah memenuhi beberapa persyaratan. Tujuanya adalah agar sesuatu yang dianggap uang dapat diterima semua lapisan masyarakat dan dapat digunakan sebagai alat tukar menukar oleh pemiliknya. Artinya, bahwa sesuatun yang dianggap sebagai uang harus memenuhi kriteria uang sehingga dianggap sebagai uang.

Berikut ini adalah beberapa kriteria uang sehingga uang tersebut bisa diakui :


1. Ada jaminan

Setiap uang yang diterbitkan dijamin oleh pemerintah negara tertentu. Dengan adanya jaminan dari pemerintah tertentu, maka kepercayaan untuk menggunakan uang untuk berbagai keperluan mendapat kepercayaan dari masyarakat luas. Khsususnya uang logam sudah dijamin oleh nilai yang terkandung di dalam uang tersebut. Oleh karena itu, yang perlu jaminan pemerintah adalah uang kartal kertas. Jenis uang ini digunakan hanya berdasarkan kepercayaan (fiat money).


2. Disukai umum

Artinya uang harus diterima secara umum penggunaannya apakah sebagai alat tukar, penimbun kekayaan, atau sebagai standar pencicilan utang. Oleh karena itu, fungsi uang di sini tidak hanya sebagai alat tukar, tetapi juga sebagai alat untuk menimbun kekayaan atau pencicilan utang.


3. Nilainya stabil

Nilai uang harus memiliki kestabilan dan ketetapan serta diusahakan fluktuasinya sekecil mungkin. Apabila nilai uang sering mengalami ketidakstabilan, maka akan sulit dipercaya oleh yang menggunakannya.


4. Mudah disimpan

Uang harus mudah disimpan di berbagai tempat termasuk dalam tempat yang kecil, namun dalam jumlah yang besar. Artinya, uang harus memiliki fleksibilitas, seperti bentuk fisiknya yang tidak terlalu besar, mudah dilipat dan terdapat nominal mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar.


5. Mudah dibawa

Uang harus mudah dibawa kemana pun dengan kata lain mudah untuk dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau dari satu tangan ke tangan lain dengan fisik kecil dan nominal besar sekalipun. Uang sebaiknya mudah dibawa untuk keperluan sehari-hari. Oleh karena itu, dalam hal ini fisik uang juga jangan terlalu besar dan diusahakan seringan mungkin.


6. Tidak mudah rusak

Uang hendaknya tidak mudah rusak dalam berbagai kondisi, baik robek atau luntur terutama kondisi fisiknya mengingat frekuensi pemindahan uang dari satu tangan ke tangan lainnya demikian besar. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah kualitas fisik uang yang harus benar-benar dijaga kualitasnya agar dapat bertahan dalam waktu yang lama.


7. Mudah dibagi

Uang mudah dibagi ke dalam satuan unit tertentu dengan berbagai nominal yang ada guna kelancaran dalam melakukan transaksi, mulai dari nominal kecil sampai nominal besar sekalipun.  Kemudian uang tidak hanya agar mudah dibagi, tetapi juga harus mudah dalam pembulatan dengan kelipatan tertentu, terutama dalam nilai bulat. Oleh karena itu, agar uang mudah dibagi harus dibuat dalam nominal yang beragam.


8. Suplai harus elastis

Agar usaha dan perdagangan menjadi lancar, jumlah uang yang beredar di masyarakat haruslah mencukupi. Tersedianya uang dalam jumlah yang cukup disesuaikan dengan kondisi usaha atau kondisi perekonomian suatu wilayah. Apabila dalam dunia usaha terjadi kekurangan uang, maka berakibat kurang baik. Demikian pula sebaliknya, jika jumlah uang lebih banyak dari pada yang dibutuhkan. Oleh karena itu, jumlah uang harus disesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya, apabila terjadi kekurangan uang atau kelebihan uang dengan cepat ditangani sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat dalam berbagai hal yang berhubungan dengan uang.


Fungsi uang 


Pada awalnya  fungsi uang hanyalah sebagai alat guna memperlancar pertukaran. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman fungsi uang pun sudah beralih dari alat tukar ke fungsi yang lebih luas. Uang sekarang ini telah memiliki berbagai fungsi sehingga benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi pengguna uang. Beragamnya fungsi uang berakibat penggunaan uang yang semakin penting dan semakin dibutuhkan dalam berbagai kegiatan masyarakat luas.

Fungsi-fungsi uang secara umum dewasa ini adalah :


1. Alat tukar menukar

Dalam hal ini uang digunakan sebagai alat untuk membeli atau menjual suatu barang maupun jasa. Dengan kata lain, uang dapat dilakukan untuk membayar terhadap  barang yang akan dibeli atau diterima sebagai akibat dari penjualan barang dan jasa. Maksudnya penggunaan uang sebagai alat tukar dapat dilakukan terhadap segala jenis barang dan jasa yang ditawarkan.


2. Satuan hitung

Fungsi uang sebagai satuan hitung menunjukkan nilai dari barang dan jasa yang dijual atau dibeli. Besar kecilnya nilai yang dijadikan sebagai satuan hitung  dalam menentukan harga barang dan jasa secara mudah. Dengan adanya uang akan mempermudah keseragaman dalam satuan hitung.


3. Penimbun kekayaan

Dengan menyimpan uang bearti kita menyimpan atau menimbun kekayaan sejumlah uang yang disimpan, karena nilai uang tersebut tidak akan berubah. Uang yang disimpan menjadi kekayaan dapat berupa uang tunai atau uang yang disimpan di bank dalam bentuk rekening.


4. Standar pencicilan utang

Dengan adanya uang dapat mempermudah menentukan standar pencicilan utang piutang secara tepat dan cepat, baik secara tunai maupun angsuran. Begitu pula dengan adanya uang,  secara mudah dapat ditentukan berapa besar nilai utang piutang yang harus diterima atau dibayar sekarang di masa yang akan datang.

Demikialah penjelasan mengenai pengertian uang, kriteria uang, dan fungsi uang, semoga tulisan ini bermanfaat.  

Loading...
Blog, Updated at: 20.08

0 komentar:

Posting Komentar