Pengertian Pensiun, Dana Pensiun dan Perusahaan Dana Pensiun sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 22 April 2016

Loading...

Pengertian pensiun


Siapa yang tidak pernah mendengar kata pensiun ? secara umum, pengertian pensiun adalah hak seseorang untuk memperoleh penghasilan setelah bekerja sekian tahun  dan sudah memasuki usia pensiun atau ada sebab-sebab lain sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan. Penghasilan dalam hal ini biasanya diberikan dalam bentuk uang dan besarnya tergantung dari peraturan yang ditetapkan.

Di era tahun 70-an sampai dengan tahun 80-an, masyarakat Indonesia berlomba-lomba untuk masuk menjadi pegawai negeri dengan tujuan untuk memperoleh pensiun di masa tuanya. Kepopuleran PNS dengan jaminan dana pensiun itulah yang menyebabkan hingga saat ini anak-anak mudah berlomba-lomba menjadi pegawai negeri sipil.

Pensiun merupakan dambaan memperoleh penghasilan setelah berakhirnya masa kerja seseorang dan masa itu masyarakat masih berpikir bahwa pada usia menjelang pensiun adalah masa yang sudah tidak produktif lagi. Oleh karena itu, banyak orang tua zaman sekarang menanamkan kepada anaknya agar terjun di dunia kerja sebagai pegawai negeri, karena pada saat itu hanya pegawai negerilah yang memberikan kepastian adanya pensiun.

Pengertian dana pensiun menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. Dengan demikian, jelas bahwa mengelola dana pensiun adalah perusahaan yang memiliki badan hukum seperti bank umum atau asuransi jiwa.

Pengertian perusahaan dana pensiun secara umum dapat dikatakan merupakan perusahaan yang memungut dana dari karyawan suatu perusahaan dan memberikan pendapatan kepada peserta pensiun sesuai perjanjian. Artinya, dana pensiun dikelola oleh suatu lembaga dan memungut dana dari pendapatan para karyawan suatu perusahaan, kemudian membayarkan kembali dana tersebut dalam bentuk pensiun setelah jangka waktu  tertentu sesuai dengan perjanjian antara kedua belah pihak.

Jadi, kegiatan perusahaan dana pensiun adalah memungut dana dan iuran yang dipotong dari pendapatan karyawan suatu perusahaan. Iuran ini kemudian diinvestasikan lagi ke dalam berbagai kegiatan usaha yang dianggap paling menguntungkan. Bagi perusahaan dana pensiun, iuran yang dipungut dari para karyawan suatu perusahan tidak dikenakan pajak.

Pengertian Pensiun, Dana Pensiun dan Perusahaan Dana Pensiun sebagai Lembaga Keuangan Bukan Bank

Tujuan pensiun


Seiring dengan perkembangan zaman, dewasa ini pelaksanaan program pensiun atau harapan untuk memperoleh pensiun dihubungkan dengan berbagai tujuan. Masing-masing tujuan memiliki maksud tersendiri, baik bagi penerima pensiun maupun bagi penyelenggara pensiun.

Tujuan penyelenggaraan dan penerima pensiun dapat dilihat dari dua atau tiga pihak yang terlibat. Jika hanya dua pihak berarti antara pemberi kerja dan karyawannya sendiri. Sedangkan jika tiga pihak, yaitu pemberi kerja, karyawan, dan lembaga pengelola dana pensiun, di mana masing-masing pihak memiliki tujuan tersendiri.

Bagi pemberi kerja  tujuan untuk menyelenggarakan dana pensiun bagi karyawannya adalah sebagai berikut :
  1. Memberikan penghargaan kepada karyawannya yang telah mengabdi di perusahaan tersebut.
  2. Agar di masa usia pensiun karyawan tersebut tetap dapat menikmati hasil  yang diperoleh setelah bekerja di perusahaannya.
  3. Memberikan rasa aman dari segi batiniah sehingga dapat menurunkan turn over karyawan.
  4. Meningkatkan motivasi karyawan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
  5. Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.

Sedangkan bagi karyawan penerima pensiun, manfaat yang diperoleh dengan adanya pensiun adalah :
  1. Kepastian memperoleh penghasilan di masa yang akan datang sesudah masa pensiun.
  2. Memberikan rasa aman dan dapat meningkatkan motivasi untuk bekerja.

Selanjutnya, bagi Lembaga Pengelola Dana Pensiun tujuan penyelenggaraan dana pensiun adalah :
  1. Mengelola dana pensiun untuk memperoleh keuntungan dengan melakukan berbagai kegiatan investasi.
  2. Turut membantu dan mendukung program pemerintah.



Jenis-jenis pensiun


Proses pelaksanaan pensiun dapat dilaksanakan sesuai dengan kebijaksanaan perusahaan. Para penerima pensiun dapat memilih  salah satu dari berbagai alternatif jenis pensiun yang ada sesuai dengan tujuan masing-masing. Jenis-jenis pensiun yang ditawarkan dapat dilihat dari berbagai kondisi atau dapat pula disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Secara umum jenis pensiun yang dapat dipilih oleh karyawan yang akan menghadapi pensiun antara lain :
  1. Pensiun normal, yaitu pensiun yang diberikan kepada karyawan yang usianya telah mencapai masa pensiun seperti yang ditetapkan oleh perusahaan. Sebagai contoh rata-rata usia pensiun di Indonesia adalah telah berusia 55 tahun dan 60 tahun untuk profesi tertentu.
  2. Pensiun dipercepat, jenis pensiun ini diberikan untuk kondisi tertentu, misalnya karena adanya pengurangan pegawai di perusahaan tersebut.
  3. Pensiun ditunda, merupakan pensiun yang diberikan kepada para karyawan yang meminta pensiun sendiri, namun usia pensiun belum memenuhi untuk pensiun. Dalam hal tersebut, karyawan yang mengajukan tetap keluar dan pensiunnya baru dibayar pada saat usia pensiun tercapai.
  4. Pensiun cacat, adalah pensiun yang diberikan bukan karena usia, tetapi lebih disebabkan peserta mengalami kecelakaan sehingga dianggap tidak mampu lagi untuk dipekerjakan. Pembayarahn pensiun biasanya dihitung berdasarkan formula manfaat pensiun normal di mana masa kerja diakui seolah-olah sampai usia pensiun normal.



Jenis-jenis dana pensiun


Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992, dana pensiun dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis, yaitu :
  1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)
  2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Jadi, pengelolaan dana pensiun dapat dilakukan oleh pemberi kerja (DPPK) atau lembaga keuangan (DPLK). Perusahaan mempunyai beberapa alternatif. Alternatif ini disesuaikan dengan tujuan perusahaan tanpa menghilangkan hak karyawannya. Alternatif yang dapat dipilih tersebut antara lain :
  1. Mendirikan sendiri dana pensiun bagi karyawannya.
  2. Mengikuti program pensiun yang diselenggarakan oleh dana pensiun lembaga keuangan lain.
  3. Bergabung dengan dana pensiun yang didirikan oleh pemberi kerja lain.
  4. Mendirikan dana pensiun secara bersama-sama dengan pemberi kerja lainnya.

Selanjutnya, penyelenggaraan dana pensiun lembaga keuangan dapat pula dilakukan oleh bank umum atau asuransi jiwa setelah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan.

Menurut ketentuan di atas, program pensiun yang dapat dijalankan adalah sebagai berikut :
  1. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), merupakan program pensiun yang besarnya manfaat pensiun ditetapkan dalam Peraturan Dana Pensiun. Setelah iuran merupakan beban karyawan  yang dipotong dari gajinya.
  2. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), besarnya manfaat pensiun tergantung dari hasil pengembangan kekayaan dana pensiun. Iuran ditanggung bersama oleh karyawan dan perusahaan pemberi kerja.



Asas-Asas dana pensiun


Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 Tentang Penyelenggaraan Program Pensiun, maka dana pensiun didasarkan atas asas-asas sebagai berikut :


1. Asas keterpisahan kekayaan dana pensiun dan kekayaan badan hukum pendirinya

Dana pensiun didukung oleh badan hukum tersendiri dan diurus serta dikelola berdasarkan ketentuan undang-undang. Berdasarkan asas ini kekayaan dana pensiun terutama yang bersumber dari  iuran terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat terjadi pada pendirinya.


2. Asas penyelenggaraan dalam sistem pendanaan

Penyelenggaraan program pensiun berdasarkan asas ini baik bagi karyawan maupun bagi pekerja mandiri, haruslah dengan pemupukan dana yang dikelola secara terpisah dari kekayaan  pendiri sehingga cukup memenuhi pembayaran hak peserta. Dengan demikian, pembentukan cadangan dalam perusahaan guna membiayai  pembayaran manfaat pensiun karyawan tidak diperkenankan.


3. Asas pembinaan dan pengawasan

Agar terhindarkan penggunaan kekayaan dana pensiun dari kepentingan-kepentingan yang dapat mengakibatkan tidak tercapainya maksud utama pemupukan dana yaitu untuk memenuhi hak peserta, maka perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan. Pembinaan dan pengawasan meliputi sistem pendanaan dan pengawasan investasi kekayaan dana pensiun.


4. Asas penundaan manfaat

Penyelenggaraan program dana pensiun dimaksudkan agar kesinambungan penghasilan yang menjadi hak peserta, maka berlaku asas penundaan manfaat yang mengharuskan pembayaran hak peserta hanya dapat dilakukan setelah peserta pensiun yang pembayarannya dilakukan secara berkala.


5. Asas kebebasan untuk membentuk atau tidak membentuk dana pensiun

Pembentukan dana pensiun dilakukan atas prakarsa pemberi kerja untuk menjanjikan manfaat pensiun. Konsekuensi pendanaan dan pembiayaan merupakan suatu komitmen yang harus dilakukannya sampai dengan pada saat dana pensiun terpaksa dibubarkan.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian pensiun, pengertian dana pensiun, pengertian perusahaan dana pensiun, tujuan pensiun, jenis-jenis pensiun, jenis-jenis dana pensiun, dan asas-asas dana pensiun. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.  

Loading...
Blog, Updated at: 21.57

0 komentar:

Posting Komentar