Instrumen Pasar Uang

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 08 Mei 2016

Loading...

Surat-surat berharga yang ditawarkan di pasar uang disebut instrumen pasar uang. Adapun jenis-jenis instrumen pasar uang yang ditawarkan antara lain :
  1. Interbank Call Money
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  3. Sertifikat Deposito
  4. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
  5. Banker’s Acceptance
  6. Commercial Paper
  7. reasury Bills
  8. Repurchase Agreement
  9. Foreign Exchange Market

Berikut ini adalah penjelasan lebih jelas mengenai instrumen pasar uang yang disebutkan di atas.


Interbank Call Money


Interbank Call Money merupakan instrumen pasar uang berupa pinjaman antar bank yang terjadi dalam proses kliring. Dalam transaksi kliring yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia setiap hari kerja selalu saja ada yang kalah dan ada yang menang. Bagi bank yang kalah kliring apabila tidak dapat menutupi kekalahannya, maka akan terkena sangsi dari Bank Indonesia. oleh karena itu, agar tidak terkena sangsi akibat kekurangan likuiditas, bank tersebut dapat meminjamkan uang dari bank lain yang kita kenal dengan nama Interbank Call Money atau Call Money.


instrumen pasar uang

Sertifikat Bank Indonesia


Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh bank sentral, dalam hal ini adalah Bank Indonesia. penerbitan SBI dilakukan atas unjuk dengan nominal tertentu  dan penerbitan Sertifikat Bank Indonesia biasanya  dikaitkan dengan kebijaksanaan pemerintah terhadap operasi pasar terbuka (Open Market Operation) dalam masalah penanggulangan jumlah uang yang beredar. Sertifikat Bank Indonesia adalah salah satu instrumen pasar uang.


Sertifikat   Deposito


Sertifikat deposito juga merupakan salah satu jenis instrumen pasar uang. Sertifikat deposito diterbitkan atas unjuk dengan nominal tertentu. Jangka waktunya pun bervariasi sesuai dengan keinginan bank. Pencairan sertifikat deposito dapat dilakukan setelah jatuh tempo. Namun, apabila investor memerlukan dana, maka dapat pula sertifikat deposito ini diperjualbelikan apakah kepada lembaga ataupun pihak umum.


Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)


Surat Berharga Pasar Uang merupakan surat berharga yang diperkenalkan Bank Indonesia tahun 1985 sebagai salah satu alat untuk melakukan operasi pasar terbuka dalam rangka ikut menstabilkan nilai rupiah. Bank atau lembaga keuangan yang ingin memperoleh dana jangka pendek dapat menerbitkan SBPU ini kemudian diperjualbelikan dengan Bank Indonesia atau pihak-pihak lainnya.


Banker’s Acceptance


Merupakan wesel bank yang diberikan cap dengan kata-kata “accepted” dan dapat diperjualbelikan sebagai salah satu sumber dana jangka pendek. Jangka waktu penarikan wesel berkisar antara 30 hari sampai 180 hari. Wesel yang diberi cap “accepted” inilah yang kemudian kita kenal dengan Banker’s Acceptance yang menjadi salah satu instrumen pasar uang.


Commercial Paper


Commercial paper merupakan kertas berharga yang dapat diperdagangkan di pasar uang dengan jangka waktu tidak lebih dari satu tahun. Yang termasuk dalam jenis commercia paper adalah promses yang diterbitkan oleh perusahaan lembaga keuangan, termasuk bank.


Treasury bills


Treasury bills merupakan instrumen pasar uang yang diterbitkan oleh Bank Sentral dala jangka waktu paling lama satu tahun. Penerbitan Treasury bills oleh Bank Sentral biasanya atas unjuk dengan nominal tertentu pula.


Repurchase Agreement


Merupakan surat berharga yang juga dapat diperjualbelikan dengan suatu perjanjian tertulis bahwa si penjual akan membeli kembali surat-surat berharga tersebut. Pembelian kembali surat-surat berharga tersebut disertai dengan perjanjian yaitu harga dan tanggal jatuh temponya.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis instrumen pasar uang. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Loading...
Blog, Updated at: 00.04

0 komentar:

Posting Komentar