Jenis Perusahaan Leasing, Perjanjian Leasing dan Biaya yang Dikeluarkan dalam Kegiatan Leasing

Posted by Ensikloblogia on Senin, 09 Mei 2016

loading...

Jenis-jenis perusahaan leasing


Setelah mengetahui kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan perusahaan leasing, maka selanjutnya kita dapat membagi jenis-jenis perusahaan leasing menurut jenis-jenis usahanya.

Jenis-jenis perusahaan leasing dalam menjalankan kegiatannya dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
  1. Independent leasing, merupakan perusahaan leasing yang berdiri sendiri dapat sekaligus sebagai supplier atau membeli barang-barang modal dari supplier lain untuk dileasekan.
  2. Captive lessor, dalam perusahaan jenis ini, produsen atau supplier mendirikan perusahaan leasing dan yang mereka leasekan adalah barang-barang milik mereka sendiri. Tujuan utamanya adalah untuk dapat meningkatkan penjualan sehingga mengurangi penumpukkan barang di gudang atau toko.
  3. Lease broker, perusahaan jenis ini kerjanya hanyalah mempertemukan keinginan lessee untuk memperoleh barang modal kepada pihak lessor untuk dileasekan. Jadi, dalam hal ini lease broker hanyalah sebagai perantara antara pihak lessor dengan pihak lessee.

Jenis Perusahaan Leasing, Perjanjian Leasing dan Biaya yang Dikeluarkan dalam Kegiatan Leasing


Perjanjian leasing


Perjanjian yang dibuat antara lessor dengan lessee disebut dengan “lease agreement”,  di mana di dalam perjanjian tersebut dimuat kontrak kerja bersyarat antara kedua belah pihak, lessor dan lessee.
Isi kontrak yang dibuat secara umum tersebut memuat antara lain :
  1. Nama dan alamat lessee
  2. Jenis barang modal yang diinginkan
  3. Jumlah atau nilai barang yang dileasingkan
  4. Syarat-syarat pembayaran
  5. Syarat-syarat kepemilikan atau syarat lainnya
  6. Biaya-biaya yang dikenakan
  7. Sangsi-sangsi apabila lessee ingkar janji
  8. Dan lain-lain.

Jika seluruh persyaratan sudah disetujui, maka pihak lessor akan mengubungi supplier untuk negosiasi barang dan menghubungi pihak asuransi untuk menanggung risiko kemacetan pembayaran oleh lessee. Namun, dalam praktiknya dapat pula sebelum nasabah mengajukan permohonan ke perusahaan leasing, pihak lessee terlebih dahulu melakukan negosiasi dengan suppliernya, kemudian barulah mencari perusahaan leasing yang akan menjadi lessornya.


Biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan leasing


Setiap fasilitas leasing yang diberikan oleh perusahaan leasing kepada pemohon (lessee) akan dikenakan berbagai macam biaya. Biaya-biaya ini besarnya ditentukan oleh masing-masing perusahaan leasing.

Artinya antara perusahaan leasing biaya yang dibebankan terhadap lessee tidak sama. Besar kecilnya biaya yang dikenakan terhadap nasabahnya akan mempengaruhi keuntungan yang akan diperoleh perusahaan leasing.

Adapun biaya-biaya yang dibebankan kepada lessee biasanya terdiri dari :
  1. Biaya administrasi yang besarnya dihitung per tahun.
  2. Biaya materai untuk perjanjian.
  3. Biaya bunga terhadap barang yang dileasekan.
  4. Premi asuransi yang disetor kepada pihak asuransi.

Di antara biaya-biaya di atas, perolehan biaya bunga  merupakan yang terbesar sehingga keuntungan yang diperoleh pun terbesar dari bunga yang dibebankan kepada kepada para lessee tersebut.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis perusahaan leasing, perjanjian leasing, dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan leasing.

loading...
Blog, Updated at: 00.08

0 komentar:

Posting Komentar