Kegiatan Leasing dan Pihak-Pihak yang terlibat dalam Kegiatan Leasing

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 07 Mei 2016

Loading...

Kegiatan leasing


Kegiatan-kegiatan yang dilakukan antara satu perusahaan leasing dengan perusahaan leasing yang lainnya bisa saja berbeda. Di dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1169/KMK. 01/1991 Tanggal 21 November 1991, kegiatan leasing dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  1. Melakukan sewa guna usaha dengan hak opsi bagi lessee (finance lease)
  2. Melakukan sewa guna usaha dengan tanpa hak opsi bagi lessee (operating lease)

Ciri-ciri kedua kegiatan leasing seperti yang dimaksid di atas adalah sebagai berikut :

1. Kriteria untuk finance lease apabila suatu perusahaan leasing memenuhi persyaratan :
  • Jumlah pembayaran sewa guna usaha dan selama masa sewa guna usaha pertama kali, ditambah dengan nilai sisa barang yang dilease harus dapat menutupi harga perolehan barang modal yang dileasekan dan keuntungan bagi pihak lessor.
  • Dalam perjanjian sewa guna usaha memuat ketentuan mengenai hak opsi bagi lessee.

2. Sedangkan kriterian untuk operating lease adalah memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  • Jumlah pembayaran selama masa leasing pertama tidak dapat menutupi harga perolehan barang modal yang dileasekan ditambah keuntungan bagi pihak lessor.
  • Di dalam perjanjian leasing tidak memuat hak opsi bagi lessee.

Kemudian dalam praktiknya transaksi finance leasing dibagi lagi ke dalam bentuk-bentuk sebagai berikut :


1. Direct finance lease

Transaksi ini dikenal juga dengan nama true lease. Di mana dalam transaksi ini pihak lessor membeli barang modal atas permintaan lessee dan juga sekaligus menyewagunakan barang tersebut kepada lessee. Lessee dapat menentukan spesifikasi barang yang diinginkannya termasuk penentuan harga dan suppliernya. Oleh karena itu, yang dilakukan lessor hanyalah untuk memenuhi kebutuhan pihak lessee.


2. Sales dan lease back

Proses ini dilakukan di mana pihak lessee menjual barang modalnya kepada lessor untuk  dilakukan kontrak sewa guna usaha  atas barang tersebut, antara lessee dan lessor. Metode ini bisanya digunakan  untuk menambah modal kerja pihak lessee.

Sedangkan dalam operating sales di mana pihak lessor sengaja membeli barang modal untuk kemudian dileasekan kepada pihak lessee. Biaya yang dikenakan terhadap  lessee adalah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang yang dibutuhkan oleh lessee berikut bunganya.


Kegiatan Leasing dan Pihak-Pihak yang terlibat dalam Kegiatan Leasing


Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan leasing


Ada beberapa pihak yang terlibat dalam pemberian fasilitas leasing, dan masing-masing pihak memiliki hak dan kewajibannya sendiri. Masing-masing pihak dalam melakukan kegiatan selalu bekerja sama dan saling berkaitan satu sama lainnya melalui kesepakatan yang dibuat bersama.

Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam proses pemberian fasilitas leasing adalah sebagai berikut :
  1. Lessor, merupakan perusahaan leasing yang membiayai keinginan para nasabahnya untuk memperoleh barang-barang modal.
  2. Lessee, adalah nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessor untuk memperoleh barang modal yang diinginkan.
  3. Supplier, yaitu pedagang yang menyediakan barang yang akan dileasing sesuai perjanjian antara lessor dan lessee dan dalam hal ini supplier juga  dapat bertindak sebagai lessor.
  4. Asuransi, merupakan perusahaan yang akan menanggung risiko terhadap perjanjian antara lessor dan lessee. Dalam hal ini, lessee dikenakan biaya asuransi bila terjadi sesuatu, maka perusahaan akan menanggung risiko besar sesuai dengan perjanjian terhadap barang yang dileasingkan.

Demikianlah penjelasan mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan leasing dan bentuk-bentuk kegiatan leasing serta pihak yang terlibat dalam kegiatan leasing. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 00.15

0 komentar:

Posting Komentar