Pengertian Bank Menurut Ahli dan Undang-Undang Perbankan serta Penjelasan Aktivitas Perbankan

Posted by Ensikloblogia on Senin, 16 Mei 2016

Loading...

Pengertian bank menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang Perbankan, yang dimaksud dengan BANK adalah “ badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak”.

Dari pengertian bank di atas, maka secara luas dapat kita katakan bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya aktivitas perbankan selalu berkaitan dalam bidang keuangan. Sehingga jika kita berbicara mengenai bank, maka tidak akan pernah terlepas dari masalah keuangan.

Untuk lebih jelasnya, maka berikut ini adalah beberapa pengertian bank menurut para ahli :

Pengertian bank menurut G. M. Verryn Stuart adalah suatu badan yang bertujuan memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayarannya sendiri, dengan uang yang diperolehnya dari pihak lain, maupun dengan jalan mengedarkan alat-alat penukar baru berupa uang giral.

Definisi bank menurut R.G Hawtrey adalah badan usaha perantara yang memperdagangkan utang piutang.

Menurut Sommary, bank adalah suatu badan yang berfungsi sebagai pengambil dan pemberi kredit, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam pembicaraan sehari-hari, bank dikenal sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya menyimpan simpanan giro, tabungan dan deposito. Kemudian bank juga dikenal sebagai tempat untuk meminjam uang (kredit) bagi masyarakat yang membutuhkannya. Di samping itu, bank juga dikenal sebagai tempat untuk menukar uang, memindahkan uang atau menerima segala macam bentuk pembayaran dan setoran seperti pembayaran listrik, telepon, pajak, air, uang kuliah, dan alat pembayaran lainnya.

Bagi anak muda dan fresh graduate, bank merupakan lahan untuk berkarir. Banyak orang yang menjadikan dunia perbankan sebagai tempat untuk mecari nafkah karena begitu besarnya perputaran uang di bank.

Untuk memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pengertian bank, maka kita perlu tahu ragam aktivis perbankan.

Aktivitas perbankan yang pertama adalah menghimpun dana dari masyarakat luas atau dalam dunia perbankan populer dinyatakan dengan istilah funding. Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan dana atau mencari dana dengan membeli dari masyarakat luas.

Pembelian dana  dari masyarakat ini dilakukan oleh bank dengan cara memasang berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya dalam bentuk simpanan. Jenis-jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah seperti giro, tabungan, sertifikat deposito, dan deposito berjangka.

Agar masyarakat mau menyimpan uangnya di bank, maka pihak perbankan memberikan penawaran yang berupa balas jasa yang akan diberikan kepada si penyimpan. Balas jasa perbankan tersebut bisa dalam bentuk bunga, bagi hasil, hadiah, atau balas jasa lainnya. Semakin tinggi balas jasa yang diberikan, akan menambah minat masyarakat luas untuk menyimpan uangnya. Oleh karena itu, pihak perbankan harus memberikan berbagai rangsangan dan kepercayaan sehingga masyarakat berminat untuk menanamkan dananya di bank.

Setelah memperoleh dana dari masyarakat tersebut, maka oleh perbankan dana tersebut diputarkan kembali atau dijualkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan istilah kredit (lending). Dalam pemberian kredit juga dikenakan jasa pinjaman kepada penerima kredit (debitur) dalam bentuk bunga dan biaya administrasi. Sedangkan bagi bank yang berdasarkan prinsip syariah dapat berdasarkan bagi hasil atau penyertaan modal.

Besarnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besarnya jumlah simpanan. Semakin besar atau semakin mahal bunga simpanan, maka semakin besar pula bunga pinjaman dan demikian pula sebaliknya. Di samping bunga simpanan, pengaruh besar kecil bunga pinjaman juga dipengaruhi oleh keuntungan yang diambil, biaya operasi yang dikeluarkan, cadangan resiko kredit macet, pajak serta pengaruh lainnya. jadi dapat disimpulkan bahwa kegiatan menghimpun dana (funding) dan menyalurkan dana (lending) merupakan kegiatan utama aktivitas perbankan.

Keuntungan utama dari bisnis perbankan yang berdasarkan prinsip konvensional diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Keuntungan dari selisih bunga di bank ini dikenal dengan nama spread base. Apabila suatu bank mengalami kerugian dari selisih bunga, dimana suku bunga simpanan lebih besar dari pada suku bunga kredit, maka ini dikenal dengan nama negatif spread.

Istilah bunga tidak dikenal oleh bank yang berdasarkan prinsip syariah dalam menjalankan pemberian jasa kepada penyimpan maupun peminjam. Di bank ini, jasa bank yang diberikan sesuai dengan prinsip syariah dan sesuai dengan hukum islam.

Prinsip syariah yang diterapkan oleh bank syariah adalah prinsip bagi hasil (mudharabah), pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah), prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah) atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah) atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lain (ijarah wa iqtina).

Sistem bank berdasarkan prinsip syariah sebelumnya di Indonesia hanya dilakukan oleh Bank Syariah Seperti Bank Muamalat Indonesia dan  BPR syariah lainnya. Dewasa ini, sesuai dengan Undang-Undang Perbankan Nomor 10 Tahun 1998 yang baru bank umum pun dapat menjalankan kegiatan utamanya berdasarkan prinsip syariah asal sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh bank Indonesia.

Di samping itu, perbankan juga melakukan kegiatan jasa-jasa pendukung lainnya. Jasa-jasa bank ini diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan menghimpun dan menylurkan dana, baik yang berhubungan langsung dengan kegiatan simpanan dan kredit maupun tidak langsung. Jasa perbankan lainnya antara lain meliputi :
  • Jasa pemindahan uang (transfer)
  • Jasa penagihan (inkaso)
  • Jasa kliring (clearing)
  • Jasa penjualan mata uang asing (Valas)
  • Jasa safe deposit box
  • Travellers cheque
  • Bank card
  • Bank draft
  • Letter of Credit (L/C)
  • Bank garansi dan referensi bank
  • Serta jasa bank lainnya


Kelengkapan dari jasa bank yang ditawarkan sangat tergantung dari kemampuan bank masing-masing. Dengan kata lain, semakin mampu bank tersebut, maka semakin banyak ragam produk yang ditawarkan. Kemampuan bank dapat dilihat dari segi permodalan, manajemen serta fasilitas yang dimilikinya.

pengertian bank menurut ahli


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian bank menurut ahli dan undang-undang serta penjelasan umum mengenai aktivitas perbankan. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 21.50

0 komentar:

Posting Komentar