Pengertian Bunga Bank dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Suku Bunga

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 17 Mei 2016

Loading...

Pengertian Bunga Bank


Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank yang berdasarkan prinsip konvensional kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga  yang harus dibayar kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).

Dalam kegiatan sehari-hari ada dua macam bunga yang diberikan bank kepada para nasabahnya, yaitu sebagai berikut :
  1. Bunga simpanan, yaitu bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya di bank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabahnya. Sebagai contoh jasa giro, bunga tabungan, dan bunga deposito.
  2. Bunga pinjaman, adalah bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank. Sebagai contoh adalah bunga kredit.

Kedua macam bunga bank ini merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah, sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah. Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman masing-masing saling mempengaruhi satu sama lainnya. sebagai contoh, jika bunga simpanan tinggi, maka bunga pinjaman secara otomatis juga tinggi, begitu pula sebaliknya.


Faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga


 Pengertian Bunga Bank dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Suku Bunga

Besar kecilnya bunga simpanan ataupun bunga pinjaman saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya. faktor-faktor utama yang mempengaruhi besarnya penetapan suku bunga adalah sebagai berikut :


1. Kebutuhan dana

Apabila bank kekuranga dana, sementara permohonan pinjaman meningkat, maka yang akan dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi dengan meningkatkan suku bunga simpanan. Peningkatan bunga simpanan secara otomatis akan pula meningkatkan bunga pinjaman. Namun, apabila dana yang ada simpanan banyak sementara permohonan simpanan sedikit, maka bunga simpanan akan turun.


2. Persaingan

Dalam memperebutkan dana simpanan, maka di samping faktor promosi, yang paling utama pihak perbankan harus memperhatikan pesaing. Dalam arti jika untuk bunga simpanan rata-rata 16%, maka jika membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan kita naikkan di atas bunga pesaing misalnya 16%. Namun untuk bunga pinjaman, sebaiknya berada di bawah bunga pesaing.


3. Kebijaksanaan pemerintah

Dalam arti baik, bunga simpanan maupun bunga pinjaman kita tidak boleh melebihi bunga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi, kebijaksanaan pemerintah juga menjadi faktor penting untuk mempengaruhi suku bunga.


4. Target laba yang diinginkan

Sesuai dengan target laba yang diinginkan, jika laba yang diinginkan besar maka bunga pinjaman ikut besar, demikian pula sebaliknya.


5. Jangka waktu

Semakin panjang jangka waktu pinjaman, akan semakin tinggi bunganya, hal ini disebabkan besarnya kemungkinan risiko di masa yang akan datang. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman berjangka waktu pendek, maka bunganya relatif rendah.


6. Kualitas jaminan

Semakin likuid jaminan yang diberikan, semakin rendah bunga kredit yang dibebankan, demikian pula sebaliknya. Sebagai contoh jaminan sertifikat deposito berbeda dengan jaminan sertifikat tanah. Alasan utama perbedaan ini adalah dalam hal pencairan jaminan apabila kredit yang diberikan bermasalah. Bagi jaminan yang likuid seperti sertifikat deposito atau rekening giro yang dibekukan akan lebih mudah untuk dicairkan jika dibandingkan dengan jaminan tanah.


7. Reputasi perusahaan

Reputasi suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit sangat menentukan tingkat suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena biasanya perusahaan yang bonafid kemungkinan risiko kredit macet di masa mendatang relatif kecil, demikian pula sebaliknya.


8. Produk yang kompetitif

Maksudnya adalah produk yang dibiayai tersebut laku di pasaran. Untuk produk yang kompetitif, bunga yang diberikan relatif rendah jika dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif.


9. Hubungan baik

Biasanya bank menggolongkan antara nasabah utama (primer) dengan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan pada keaktifan serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap bank. Nasabah utama biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan pihak bank sehingga dalam penentuan suku bunganya pun berbeda dengan nasabah biasa.


10. Jaminan pihak ketiga

Dalam hal ini pihak yang memberikan jaminan kepada penerima kredit. Biasanya jika pihak yang memberikan jaminan bonafid, baik dari segi kemampuan membayar, nama baik maupun loyalitas terhadap bank, maka bunga yang dibebankan pun berbeda. Demikian pula sebaliknya jika penjamin pihak ketiganya kurang bonafid atau tidak dapat dipercaya, maka mungkin tidak dapat digunakan sebagai jaminan pihak ketiga oleh pihak perbankan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian bunga bank dan faktor-faktor yang mempengaruhi suku bunga bank. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Loading...
Blog, Updated at: 21.53

0 komentar:

Posting Komentar