Pengertian Kredit dan Pembiayaan

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 20 Mei 2016

loading...

Pengertian kredit menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu  dengan pemberian bunga.

Sedangkan pengertian pembiayaan adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak  lain yang mewajibkan pihak lain  yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersbeut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Dari pengertian kredit dan pembiayaan di atas, dapay dijelaskan bahwa kredit atau pembiayaan dapat berupa uang atau tagihan yang nilainya diukur dengan uang, misalnya bank membiayai kredit untuk pembelian rumah atau mobil.

Kemudian, adanya kesepakatan antara bank (kreditor) dengan nasabah penerima kredit (debitur), bahwa mereka sepakat dengan perjanjian  yang telah dibuatnya. Dalam perjanjian kredit tercakup hak dan kewajiban masing-masing pihak, termasuk jangka waktu serta bunga  yang ditetapkan bersama. Demikian pula dengan sangsi jika nasabah ingkar janji terhadap perjanjian yang dibuat dengan bank.

Ada perbedaan antara kredit yang diberikan oleh bank konvensional dan bank syariah. Perbedaan pemberian kredit antara bank yang berdasarkan prinsip konvensional dengan bank yang berdasarkan prinsip syariah adalah pada keuntungan yang diharapkan. Bank konvensional mengharapkan keuntungan dari bunga, sedangkan bank yang bersdarakan prinsip syariah mengharapkan keuntungan dari imbalan atau bagi hasil.

Dalam arti luas, kredit diartikan sebagai kepercayaan. Begitu pula dalam bahasa Latin kredit berarti “credere” artinya percaya.  Maksud dari percaya bagi si pemberi kredit adalah ia percaya kepada si penerima kredit bahwa kredit yang diberikannya akan dikembalikan sesuai perjanjian. Sedangkan bagi si penerima kredit merupakan penerimaan kepercayaan sehingga mempunyai kewajiban  untuk membayar sesuai jangka waktu.

Sebelum kredit diberikan, untuk meyakinkan bank bahwa si nasabah benar-benar dapat dipercaya, maka bank terlebih dahulu melakukan analisis kredit. Analisis kredit mencakup latar belakang nasabah atau perusahaan, prospek usahanya, jaminan yang diberikan  serta faktor-faktor lainnya. tujuan anailisi kredit adalah agar bank yakin bahwa kredit yang diberikannya benar-benar aman.

Pemberian kredit tanpa dianalisis terlebih dahulu akan sangat membahayakan bank. Nasabah dengan mudah memberikan data-data fiktif agar terlihat layak untuk memperoleh kredit. Akibatnya, jika salah dalam analisis maka kredit akan macet. Kredit macet bukan hanya disebabkan karena adanya kesalahan analisis kredit, tetapi juga misalnya faktor bencana alam atau kesalahan pengelolaan sehingga nasabah sulit mengembalikan kredit dan pada akhirnya terjadilah kredit  macet.

Jika kredit yang dilakukan menjadi macet, maka langkah yang dilakukan untuk penyelamatan kredit beragam. Salah satu langkah yang paling terakhir untuk menyelamatkan kredit macet adalah dengan menyita jaminan yang telah dijaminkan oleh nasabah. Jadi, berpikirlah dua kali sebelum melakukan kredit di bank.


Pengertian Kredit dan Pembiayaan


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian kredit dan pembiayaan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 22.02

0 komentar:

Posting Komentar