Prinsip Analisis Kredit dan Metode Penilaian Kredit

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 29 Mei 2016

Loading...

Sebelum memberikan fasilitas kredit kepada nasabah, bank harus merasa yakin bahwa kredit yang diberikan akan benar-benar kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit disalurkan. Penilaian kredit oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk mendapatkan keyakinan tentang nasabahnya, seperti melalui prosedur penilaian yang benar.

Dalam melakukan penilaian kriteria-kriteria aspek penilaian kredit tetap sama. Begitu pula dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan sudah menjadi standar penilaian setiap bank. Biasanya kriteria penilaian kredit yang harus dilakukan untuk mendapatkan nasabah yang benar-benar menguntungkan dilakukan dengan analisis 5C dan 7P.


Prinsip analisis kredit


Dalam analisis kredit, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh seorang analis kredit. Analis kredit akan mempertimbangkan character, capacity, capital, colleteral, dan condition atau yang disingkat dengan 5 C dari seorang calon nasabah penerima kredit. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai prinsip analisis kredit :


Character


Suatu keyakinan bahwa safat atau watak dari orang yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya, hal ini tercermin dari latar belakang si nasabah baik yang bersifat latar belakang pekerjaan maupun yang yang bersifat pribadi, seperti  gaya hidup yang dianutnya, keadaan keluarga, hoby dan sosial standingnya. Ini merupakan ukuran “kemauan” membayar kredit seorang nasabah.


Capacity


Untuk melihat kemampuan nasabah dalam bidang bisnis yang dihubungkan dengan pendidikannya, kemampuan bisnis juga diukur dengan kemampuannya dalam memahami ketentuan-ketentuan pemerintah. Begitu pula dengan kemampuannya dalam menjalankan usahanya selama ini. pada akhirnya, akan terlihat “kemampuannya” dalam mengembalikan kredit yang disalurkan.


Capital


Untuk melihat penggunaan modal apakah efektif, dilihat laporan keuangan (neraca dan laporan rugi laba) dengan melakukan pengukuran seperti dari segi likuiditas, solvabilitas, rentabilitas, dan ukuran lainnya. capital juga harus dilihat dari sumber mana saja modal yang ada sekarang ini.


Colleteral


Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan. Jaminan juga harus diteliti keabsahannya sehingga  jika terjadi suatu masalah, maka jaminan yang dititipkan akan dapat dipertanggungjawabkan secepat mungkin.


Condition


Dalam menilai kredit hendaknya juga dinilai dari kondisi ekonomi dan politik di masa kini dan masa yang akan datang sesuai sektor masing-masing, serta prospek usaha dari ekspor yang ia jalankan. Penilaian prospek bidang usaha yang dibiayai hendaknya benar-benar memiliki prospek  yang baik sehingga kemungkinan kredit tersebut bermasalah relatif kecil.



Prinsip Analisis Kredit dan Metode Penilaian Kredit


Metode analisis penilaian kredit


Kemudian metode penilaian kredit dengan metode analisis 7 P adalah personality, party, purpose, prospect, payment, profitability, dan protection. Berikut ini adalah penjelasan mengenai metode analisis penilaian kredit.


Personality


Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Persoality juga mencakup sikap  emosi, tingkah laku, dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah.


Party


Yaitu mengklasifikasikan nasabah ke dalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya. Sehingga nasabah dapat digolongkan  ke golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas berbeda dari bank.


Purpose


Yaitu untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam. Sebagai contoh apakah untuk modal kerja atau investasi, konsumtif atau produktif, dan lain sebagainya.


Prospect


Yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang menguntungkan atau tidak, atau dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya. Hal ini penting mengingat jika suatu fasilitas kredit yang dibiayai tanpa mempunyai prospek, bukan hanya bank yang rugi, tetapi juga nasabah.


Payment


Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit. Semakin banyak sumber penghasilan debitur, akan semakin baik. Dengan demikian, jika salah satu usahanya mengalami kerugian, maka dapat ditutupi oleh usaha lainnya.


Profitability


Untuk mengetahui bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba. Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya.


Protection


Tujuannya adalah bagaimana menjaga agar usaha dan jaminan mendapatkan perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau orang atau jaminan asuransi.


Demikianlah penjelasan mengenai prinsip analisis kredit dan metode analisis penilaian kredit, semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 22.56

0 komentar:

Posting Komentar