Prosedur Permohonan Leasing dan Sangsi-Sangsi Terhadap Lessee jika Ingkar Janji

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 12 Mei 2016

loading...

Prosedur permohonan leasing

Setiap permohonan yang diajukan oleh pihak lesse haruslah langsung ke pihak lessor, baik secara lisan maupun tertulis, kemudian oleh pihak lessor akan dipelajari secara seksama sehingga pada akhirnya nanti tidak akan merugikan pihak lessor akibat kesalahan analisis.

Prosedur permohonan fasilitas leasing oleh lessee kepada lessor secara umum sebagai berikut :

1. Pihak lessee mengajukan permohonan untuk memperoleh fasilitas suatu barang lisan modal baik secara lisan maupun tertulis

2. Pihak lessor akan meneliti maksud dan tujuan permohonan lessee.

Pada tahap ini, penelitian akan dilakukan lessor terhadap dokumen yang dipersyaratkan. Jika  masih ada dokumen atau informasi yang kurang, pemohon diminta untuk melengkapinya selengkap mungkin. Kelengkapan dokumen tersebut antara lain sebagai berikut :
  • Akte pendirian perusahaan jika lessee berbentuk Perseroan Terbatas (PT) atau yayasan.
  • KTP dan kartu keluarga jika lessee berbentuk perseorangan.
  • Laporan keuangan (neraca dan laporan laba rugi) 3 tahun terakhir jika lessee berbentuk PT.
  • Slip gaji dan bukti penghasilan jika lessee berbentuk perseorangan.
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) baik untuk perseorangan maupun untuk perusahaan.

3. Jika dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, maka pihak lessor memberikan informasi tentang persyaratan dalam perjanjian kontrak antara lessee dengan lessor, termasuk hak dan kewajibannya masing-masing.

4. Pihak lessor akan mengadakan penelitian dan analisis terhadap informasi data yang diberikan lessee dengan cara :
  • Penelitian data untuk mengukur kemampuan dan kemauan lessee membayar kembali. Penelitian ini dapat dilakukan dengan 5 C, yaitu : character, capacity, capital, condition, dan colleteral.
  • Meneliti langsung ke lokasi lessee berada (on the spot).
  • Meneliti ke lokasi di mana lessee mempunyai hubungan.

5. Penelitian dilakukan untuk mengukur kemampuan nasabah untuk membayar dan kemauan untuk membayar disertai kebenaran informasi dan data yang ada di lapangan. Dari hasil penelitian ini dapatlah ditarik kesimpulan sebagai berikut :
  • Menolak permohonan lessee dengan alasan tertentu.
  • Masih dipertimbangkan dengan catatan ditunda atau permohonan belum dapat diproses sampai jangka waktu tertentu dengan berbagai alasan.
  • Menerima permohonan lessee karena telah sesuai dengan keinginan lessor.

6. Jika permohonan lessee telah diterima pihak lessor, maka pihak lessor mengadakan pertemuan dengan pihak lessee, tentang persyaratan yang harus dipenuhi antara lain penandatanganan surat perjanjian serta biaya-biaya yang harus dibayar oleh lessee.

7. Pihak lessee membayar sejumlah kewajibannya dan menandatangani surat perjanjia antara lessee dengan lessor.

8. Pihak lessor melakukan pemesanan kepada supplier sesuai dengan barang yang diinginkan lessee dan membayar sesuai dengan perjanjian dengan pihak supplier.

9. Pihak lessor juga menghubungi serta membayar premi asuransi yang sudah disetor lessee sebelumnya kepada pihak lessor.

10. Pihak supplier mengirimkan barang sesuai dengan surat pesanan dan surat bukti pembayaran yang dilakukan oleh lessor.

11. Pihal lessors juga mengirim polis asuransi kepada lessee setelah diterbitkan oleh pihak lessor atas nama lessee.

Dalam praktiknya setiap permohonan fasilitas leasing oleh lessee, maka prosedur dan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan leasing yang satu berbeda dengan perusahaan lainnya. hal ini sesuai dengan kepentingan perusahaan leasing itu sendiri dan secara umum memang prosedur da persyaratannya tidak jauh berbeda dengan penjelasan di atas.


Prosedur Permohonan Leasing dan Sangsi-Sangsi Terhadap Lessee jika Ingkar Janji

Sangsi-sangsi bagi lessee yang ingkar janji


Seperti jenis pinjaman lainnya, bahwa tidak semua pinjaman berjalan mulus atau berjalan sesuai dengan prosedur yang ada, sekalipun sudah melalui prosedur yang benar.  Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Demikian pula dengan perusahaan leasing, di mana tidak semua barang modal yang dibiayai akan terlunasi sesuai dengan rencana. Oleh karena itu, perlu ada tindakan lebih lanjut bagi lesse jika lalai berupa sangsi-sangsi yang telah disepakati.

Sangsi-sangsi yang diberikan pihak lessor kepada pihak lessee apabila lessee ingkar janji atau tidak memenuhi kewajibannya kepada pihak lessor sesuai dengan  perjanjian yang telah disepakati adalah sebagai berikut :
  1. Berupa teguran lisan supaya segera melunasi.
  2. Jika teguran lisan tidak digubris, akan diberikan teguran tertulis.
  3. Dikenakan denda sesuai dengan perjanjian.
  4. Penyitaan barang yang dipegang oleh lessee.


Demikianlah penjelasan mengenai prosedur permohonan leasing dan sanksi-sanksi yang bisa diberikan jika lessee ingkar janji berdasarkan perjanjian leasing. Semoga tulisan ini bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 00.42

0 komentar:

Posting Komentar