Bank Garansi dan Referensi Bank

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 01 Juni 2016

loading...

Pengertian dan tujuan bank garansi


Bank garansi yaitu jaminan pembayaran yang diberikan oleh bank kepada satu pihak, baik perorangan atau badan/lembaga lainnya dalam bentuk surat jaminan. Pemberian jaminan dengan maksud bank menjamin akan memenuhi (membayar) kewajiban-kewajiban dari pihak yang dijaminkan kepada pihak yang menerima jaminan, apabila yang dijamin kemudian hari ternyata tidak memenuhi jaminan kepada pihak lain sesuai dengan yang diperjanjikan atau cedera janji.

Dalam pemberian fasilitas bank garansi ada tiga pihak yang terlibat, yaitu pihak penjamin (bank), pihak terjamin atau nasabah dan pihak penerima jaminan sebagai pihak ketiga. 

Tujuan pemberian bank garansi oleh pihak bank kepada si penerima jaminan atau yang dijaminkan adalah sebagai berikut :
  1. Memberikan bantuan fasilitas dan kemudahan dalam rangka memperlancar transaksi nasabah.
  2. Bagi pemegang jaminan bank garansi adalah untuk memberikan keyakinan bahwa pemegang jaminan tidak akan menderita kerugian bila pihak yang dijaminkan melalaikan kewajibannya, karena pemegang akan mendapat ganti rugi dari pihak perbankan.
  3. Menumbuhkan rasa saling percaya antara pemberi jaminan, yang dijaminkan dan yang menerima jaminan.
  4. Memberikan rasa aman dan ketentraman dalam berusaha, baik bagi bank maupun bagi pihak lainnya.
  5. Bagi bank di samping keuntungan di atas juga akan memperoleh keuntungan dari biaya-biaya yang harus dibayar nasabah serta jaminan lawan yang diberikan.

Di samping memiliki tujuan, bank garansi juga memiliki sifat-sifat tertentu. Adapun sifat bank garansi adalah hanya berlaku untuk satu kali transaksi yaitu sampai dengan tanggal berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan sesuai dengan klausa yang tercantum dalam surat bank garansi yang bersangkutan. Bank garansi tidak dapat diperpanjang, tetapi dapat diajukan permohonan oleh nasabah untuk diperbaharui atas persetujuan tertulis dari pemegang surat bank garansi.


Bank Garansi dan Referensi Bank


Jenis-jenis bank garansi


Bank garansi terdiri dari beberapa jenis. Berikut ini adalah jenis-jenis bank garansi :
  1. Bank garansi untuk penangguhan bea masuk, merupakan bank garansi yang diberikan kepada kantor bea cukai untuk kepemilikan barang guna penangguhan pembayaran bea masuk atau barang yang dikeluarkan oleh pelabuhan.
  2. Bank garansi untuk pita cukai tembakau, yaitu bea cukai yang akan diberikan kepada kantor bea cukai untuk kepentingan yang dijamin (pengusaha pabrik rokok) guna penangguhan pembayaran pita cukai tembakau atas rokok-rokok yang akan dikeluarkan dari pabrik untuk peredaran.
  3. Bank garansi untuk tender dalam negeri yaitu bank garansi yang diberikan kepada bouwheer (yang memberi pekerjaan) untuk kepentingan kontraktor/leveransir yang akan mengikuti tender dalam negeri.
  4. Bank garansi untuk pelaksanaan pekerjaan, adalah bank garansi yang diberikan kepada bouwheer untuk kepentingan kontraktor guna menjamin pelaksanaan pekerjaan yang diterima dari boewheer.
  5. Bank garansi untuk uang muka pekerjaan, yaitu jenis bank garansi yang diberikan kepadab bouwheer untuk kepentingan kontraktor untuk menerima pembayaran uang muka dari yang memberikan pekerjaan.
  6. Bank garansi untuk tender luar negeri, adalah bank garansi yang diberikan untuk kepentingan kontraktor yang akan mengikuti tender pemborong yang mana bouwheer adalah pihak luar negeri.
  7. Bank garansi untuk perdagangan adalah bank garansi yang diberikan kepada agen atau dealer perdagangan atau depot-depot perdagangan.
  8. Bank garansi untuk penyerahan barang, adalah bank garansi yang diberikan kepada nasabah yang akan melakukan penyerahan barang, baik yang dibiayai oleh bank, maupun tidak.
  9. Bank garansi untuk mendapatkan keterangan pemasukan barang adalah bank garansi yang diberikan untuk pengeluaran barang Letter of Credit yang belum dibayar penuh oleh importir.



Biaya-biaya bank garansi


Biaya-biaya yang dikenakan kepada nasabah yang mengajukan permohonan bank garansi merupakan balas jasa atau pendapatan bagi bank. Biaya-biaya ini merupakan kompensasi dari risiko yang dihadapi bank yang mungkin akan terjadi di kemudian hari. Biaya-biaya bank garansi yang dimaksud adalah:
  1. Biaya provisi, merupakan sejumlah uang yang wajib dibayar oleh terjamin kepada bank sebagai balas jasa untuk pemberian bank garansi. Besarnya provisi ditetapkan berdasarkan tujuan penggunaan bank garansi yang ditetapkan berdasarkan presentase. Pemerintah melalui Bank Indonesia menetapkan besarnya provisi bank garansi secara umum tanpa membedakan tujuan penggunaan garansi bank.
  2. Biaya administrasi, merupakan biaya yang lazim dipungut berhubungan dengan pelaksanaan adminitrasi. Jumlah yang dikenakan terhadap terjamin tergantung bank masing-masing.
  3. Bea materai merupakan biaya materai yang dilekatkan  pada surat perjanjian bank garansi yang ditandatangani oleh bank dan pihak terjamin.


Jaminan lawan pada bank garansi


Di samping biaya yang dikenakan terhadap nasabahnya, permohonan bank garansi juga harus sepadan dengan jaminan lawan. Jaminan lawan yang akan diberikan oleh nasabah kepada bank sebagai jaminan terhadap risiko yang  mungkin timbul di kemudian hari. 

Dalam menentukan besarnya jaminan pihak bank selalu berpedoman pada ketentuan bank sentral dan kelaziman yang berlaku di dunia perbankan. Oleh karena bank garansi mengandung suatu tingkat risiko, maka pertimbangan risiko ini perlu diperhatikan dan jaminan lawan dituntut untuk menyediakan jaminan lawan yang disebut counter guarante.

Adapun jaminan lawan yang dapat diberikan antara lain :
  1. Uang tunai
  2. Giro yang dibekukakan
  3. Sertifikat deposito
  4. Surat-surat berharga seperti saham dan obligasi
  5. Sertifikat tanah
  6. Jaminan lawan lainnya

Setelah semua persyaratan dipenuhi maka bank akan menerbitkan surat garansi bank yang kemudian akan diberikan kepada nasabah pemohon (terjamin). Selanjutnya terjamin akan menadatangani surat perjanjian garansi bank serta membayar lunas biaya-biaya yang telah ditetapkan.

Surat garansi yang diterbitkan oleh bank hendaknya memuat hal-hal minimal sebagai berikut :
  1. Judul garansi bank dan bank garansi
  2. Nama dan alamat bank pemberi bank garansi
  3. Nama dan alamat terjamin
  4. Nama dan alamat penerima jaminan
  5. Macam transaksi antara terjamin dan penerima jaminan
  6. Tanggal penerbitan surat bank garansi
  7. Jumlah uang yang dijaminkan oleh bank
  8. Batas waktu untuk mengajukan claim kepada bank
  9. Pernyataan bahwa penjamin (bank) akan memenuhi pembayaran hingga jumlah tertentu dengan terlebih dahulu menyita dan menjual lebih dulu benda-benda milik terjamin yang dijadikan jaminan lawan
  10. Jangka waktu pembayaran oleh bank kepada penerima jaminan terhitung saat bank memerima tuntutan
  11. Tanda tangan pihak bank pemberi garansi


Ketentuan dan syarat-syarat lainnya tidak boleh dimuat dalam surat garansi bank antara lain :
  • Sebagai syarat berlaku bank garansi terjamin lebih dahulu harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
  • Keterangan yang menyebutkan bahwa bank garansi dapat diubah atau dibatalkan secara sepihak.



Pengertian referensi bank


Referensi bank merupakan sejenis surat untuk menunjukkan bahwa yang diberi referensi mempunyai tindak tanduk yang baik selama menjadi nasabah bank yang memberikan referensi bank. Referensi bank ini diberikan kepada sabah tertentu misalnya untuk keperluan tender.

Sebelum pemberian referensi bank ini, bank terlebih dahulu melihat catatan-catatan tentang nasabah di bank yang bersangkutan yang tentu saja nasabah pemohon referensi bank haruslah nasabah bank tersebut.

Penelitian tentang kondite nasabah yang memohon surat referensi bank juga dilakukan dari sumber luar bank itu sendiri, misalnya dari catatan bank lainnya atau dari pihak berwajib.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian bank garansi, tujuan bank garansi, jenis-jenis bank garansi, jaminan lawan dalam bank garansi, biaya bank garansi serta pengertian referensi bank. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 23.21

0 komentar:

Posting Komentar