Jenis-Jenis Batuan

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 01 Juni 2016

loading...

Dilihat dari strukturnya, litosfer terdiri atas berbagai jenis batuan dan perbedaannya dapat dikenali dari ciri-ciri fisik maupun kimiawinya. Berdasarkan proses terjadinya, batuan-batuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi batuan beku, batuan sedimen, batuan malihan atau metamorf. Batuan tersebut semuanya berasal dari “induk” yang sama yaitu magma.


1. Batuan beku


Batuan beku adalah jenis batuan yang terbentuk ketika magma yang bergerak menuju permukaan bumi mengalami proses pendinginan. Batuan beku ada yang terbentuk sebelum sampai ke permukaan bumi, ada pula yang terbentuk setelah sampai ke permukaan bumi.

Batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi memiliki Kristal yang bentuknya sempurna dan besar-besar. Hal ini terjadi karena proses pembekuan magma yang sangat lambat sehingga cukup waktu untuk membentuk Kristal secara sempurna. Sebaliknya, batuan beku yang terbentuk setelah sampai di permukaan bumi memiliki Kristal yang halus, bahkan sama sekali tidak berkristal.

Hal ini terjadi karena magma yang sangat panas kemudian membeku secara cepat setelah sampai di permukaan bumi. Akibatnya tidak ada waktu bagi magma untuk membentuk Kristal sempurna.


2. Batuan Sedimen


Batuan sedimen adalah jenis batuan yang mengalami pelapukan dan penghancuran oleh tenaga eksogen seperti air, suhu udara, sinar matahari, akar tumbuhan, dan lain-lain. Hasil pelapukan kemudian diangkut dan diendapkan di tempat baru sehingga terbentuklah batuan endapan atau batuan sedimen.

Batuan sedimen dapat dibedakan berdasarkan kriteria proses pembentukan dan tenaga alam yang mengangkutnya. Berdasarkan proses pembentukannya, dapat dibedakan menjadi batuan sedimen klasik, batuan sedimen kimiawi dan batuan sedimen organik.

Batuan sedimen klasik merupakan batuan sedimen yang susunan kimiawinya sama dengan batuan asal. Artinya, batuan tersebut hanya mengalami perubahan ukuran akibat proses pelapukan dan penghancuran selama proses pengendapan di tempat baru. Dalam perjalanannya, batuan tersebut mengalami benturan dengan batuan sehingga hancur atau semakin kecil ukurannya menjadi kerikil, pasir, dan lumpur.

Batuan sedimen kimiawi terbentuk karena adanya proses kimia saat pengendapannya, seperti oksidasi, dehidrasi, penguapan, pelarutan, dan lain-lain. Sebagai contoh, didaerah batuan kapur atau gamping, air hujan yang mengandung CO2 meresap melalui rekahan. Selama melewati rekahan, air hujan yang mengandung CO2 tersebut larut dengan batuan kapur (CaCO3), sehingga membentuk larutan Ca(HCO3)2. Larutan kapur tersebut kemudian membentuk stalaktik dan stalagmite.

Batuan Sedimen Organik terbentuk karena dalam proses pengendapannya mendapatkan bantuan dari organisme seperti bekas rumah atau cangkang, bangkai binatang laut seperti kerang, terumbu karang, tulang belulang, lapisan humus, kotoran burung guano, dan lain-lain.

Batuan sedimen juga dapat dibedakan berdasarkan tenaga pengangkutnya. Berdasarkan tenaga pengangkutnya, batuan sedimen dapat dikelompokkan menjadi :
  • Bantuan sedimen aeolik oleh tenaga angin.
  • Batuan sedimen akuatik oleh tenaga air.
  • Batuan sedimen glasia oleh tenaga es.
  • Batuan sedimen marin oleh tenaga air laut.


Jenis-Jenis Batuan


3. Batuan Malihan / Metamorf


Batuan malihan adalah jenis batuan yang terbentuk karena adanya penambahan suhu atau tekanan yang sangat tinggi. Batuan sedimen, kemudian berubah menjadi batuan malihan yang dapat dikelompokkan menjadi :
  • Batuan malihan termik (kontak) karena penambahan suhu yang tinggi, seperti batu pualam.
  • Batuan malihan dinamik (sintektonik) karena penambahan tekanan yang tinggi yang biasanya karena gaya tektonik seperi batu bara dan sabak.
  • Batuan malihan pneumatolitik karena penambahan suhu dan zat bagian magma ke dalam batuan tersebut seperti topas, traumalin (batu permata), azurite (mineral pembawa tembaga).


Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis batuan. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 21.25

0 komentar:

Posting Komentar