Macam-Macam Agen-Agen Sosialisasi atau Media Sosialisasi dan Peranannya

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 10 Juni 2016

Loading...

Pihak-pihak yang melakukan sosialisasi dalam ilmu sosiologi disebut dengan agen-agen sosialisasi atau media sosialisasi. Fuller dan Jacobs mengidentifikasikan empat agen sosialisasi utama atau pihak-pihak yang melaksanakan proses sosialisasi utama. Keempat agen atau media sosialisasi tersebut adalah keluarga, kelompok sebaya atau teman sepermainan, sekolah, dan media massa. Berikut ini adalah penjelasan mengeanai agen-agen sosialisasi dan peranannya.


Peran Keluarga Sebagai Agen Sosialisasi


Pada awal kehidupan seseorang, keluarga adalah agen sosialisasi pertama. Individu pertama kali bersosialisasi dengan orang tua dan saudara kandungnya. Namun, dalam masyarakat yang mengenal sistem keluarga luas (extended family), agen sosialisasi tidak hanya orang tua dan saudara kandung, tetapi juga paman, bibi, kakek, dan nenek, termasuk sepupu. Pada era modern seperti sekarang, peran baby sitter dan pengasuh pada tempat penitipan anak juga memliki peran sangat besar seperti keluarga utama dalam proses sosialisasi seorang anak.

Gertrude Jaeger mengemukakan bahwa peran agen sosialisasi pada tahap awal (primer) terutama orang tua sangat penting. Pentingnya keluarga sebagai agen sosialisasi pertama terletak pada pentingnya beebrapa kemampuan yang diajarkan dalam tahap ini. Seorang bayi akan belajar berkomunikasi secara verbal dan non-verbal pada tahap ini.

Bati akan belajar komunikasi melalui pendengaran, penglihatan, indera perasa, dan sentuhan fisik. Banyak ahli berpendapat bahwa kemampuan-kemampuan tertentu hanya dapat diajarkan dalam periode tertentu saja. Proses sosialisasi akan gagal jika proses itu terlambat dilakukan atau pun terlalu dini dilakukan.




Peran Kelompok Sebaya atau Teman Sepermainan (Peer Group) Sebagai Agen Sosialisasi


Setelah anak dapat berjalan, berbicara, dan bepergian, ia akan mulai berinteraksi dengan teman sebayanya, yang biasanya berasal dari keluarga lain. Pada tahap ini, anak memasuki game stage, fase di mana ia mulai mempelajari aturan tentang peranan orang-orang yang kedudukannya sederajat.

Dengan bermain dengan teman-temannya yang berperan sebagai agen sosialisasi, anak mulai mengenal nilai-nilai keadilan, kebenaran, toleransi, dan solidaritas. Contohnya, bermain dengan teman tidak boleh curang atau menang sendiri. Apabila curang dan mau menang sendiri, maka teman-temannya tidak akan mau lagi bermain dengannya.


agen-agen sosialisasi

Peran Sekolah Sebagai Agen Sosialisasi


Agen sosialisasi berikutnya adalah pendidikan formal atau sekolah. Di sini seseorang akan mempelajari hal baru yang tidak diajarkan di dalam keluarga maupun kelompok sepermainannya. Sekolah mempersiapkannya untuk peran-peran di masa mendatang saat tidak bergantung lagi kepada orang tua.

Sekolah tidak saja mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang bertujuan mempengaruhi intelektual anak, tetapi juga mempengaruhi hal lain seperti kemandirian, tanggung jawab, dan tata tertib. 

Menurut Dreeben, di sekolah seorang anak harus belajar mandiri. Apabila di rumah seorang anak dapat mengharapkan bantuan orang tuanya dalam melakukan berbagai pekerjaan, maka di sekolah sebagian besar tugas harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab.



Peran Media Massa Sebagai Agen Sosialisasi


Media massa adalah agen sosialisasi yang sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan seseorang saat ini apalagi dengan berkembangnya internet dan media social. Media massa terdiri dari media cetak dan juga media elektronik  yang bisa menjangkau sejumlah orang dalam waktu yang singkat.

Minat anak-anka terhadap banyak acara televise secara tidak langsung telah menjadi agen sosialisasi bagi anak-anak tersebut. Anak-anak belajar banyak hal dari yang mereka saksikan di televisi. Perilaku anak-anak bisa cenderung mejadi kasar jika banyak menikmati tontonan yang mengandung konten-konten kekerasan.


Pesan-pesan yang dipelajari dari setiap agen sosialisasi tidak selalu sepadan satu dengan yang lainnya. Apa yang diajarkan keluarga bisa saja berbeda dengan apa yang diajarkan di tempat sepermainan dan sekolah.

Jika pesan-pesan yang disampaikan setiap agen sosialisasi sepadan, maka proses sosialisasi akan berjalan dengan lancer. Sebaliknya jika saling bertentangan, maka akan dijumpai kecenderungan seseorang mengalami konflik pribadi karena bingung dan terombang-ambing oleh agen-agen sosialisasi tersebut, seperti mengikuti ajaran  keluarga atau teman sepermainannya. 

Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam agen sosialisasi atau media sosialisasi dan perananya bagi kehidupan seseorang.

Loading...
Blog, Updated at: 00.55

0 komentar:

Posting Komentar