Pembinaan dan Pengawasan Bank

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 02 Juni 2016

Loading...

Kegiatan perbankan yang dilakukan sehari-hari, baik oleh bank umum maupun bank perkreditan rakyat tidak terlepas dari berbagai kesalahan. Kesalahan ini dapat dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja. Oleh karena itu, agar dunia perbankan dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan bank terhadap seluruh aktivitas yang dilakukan oleh perbankan. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan bank dilakukan oleh Bank Indonesia.

Dalam hal pembinaan dan pengawasan bank tersebut, Bank Indonesia menetapkan kesehatan bank meliputi aspek kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank dan wajib melakukan kegiatan usaha sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

Kemudian pihak perbankan wajib memelihara kesehatan bank tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku dan wajib menyampaikan semua informasi yang dibutuhkan Bank Indonesia dan wajib pula menyediakan informasi mengenai berbagai kemungkinan timbulnya risiko kerugian sehubungan dengan transaksi  nasabah yang dilakukan melalui bank. Demikian pula Bank Indonesia berhak untuk memerikasa semua catatan dan berkas-berkas yang ada baik secara berkala maupun atau setiap waktu jika diperlukan.

Perbankan wajib pula menyampaikan kepada Bank Indonesia tentang laporan keuangannya, baik berupa neraca, laporan laba rugi tahunan maupun laporan perubahan modal dalam waktu dan bentuk yang telah ditetapkan. 

Apabila menurut penilaian Bank Indonesia menilai suatu bank mengalami kesulitan atau membahayakan kelangsungan hidupnya, maka Bank Indonesia dapat melakukan tindakan agar :
  1. Pemegang saham menambah modal
  2. Pemegang saham mengganti dewan komisaris atau direksi bank
  3. Bank menghapuskan buku kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah yang macet dan memperhitungka kerugian bank dengan modalnya
  4. Melakukan merger atau konsolidasi dengan bank lain
  5. Bank dijual kepada pembeli yang bersedia mengambil alih seluruh kewajiban
  6. Bank menyerahkan pengelolaan seluruh atau sebagian kegiatan bank kepada pihak lain
  7. Bank menjual sebagian atau seluruh harta dan/atau kewajiban kepada bank atau pihak lain.

Kemudian apabila tindakan di atas tidak mampu untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi bank dan menurut penilaian Bank Indonesia dapat membahayakan sistem perbankan, maka pimpinan Bank Indonesia dapat mencabut izin usaha bank dan memerintahkan direksi bank untuk meneyelengfarakan Rapat Umum Pemegang Saham guna membubarkan badan hukum bank dan membentuk tim likuidasi.


Pembinaan dan Pengawasan Bank



Oleh karena itu, pembinaan dan pengawasan bank perlu untuk terus dijalankan agar pihak perbankan mematuhi rambu-rambu yang telah ditetapkan. Pembinaan dan pengawasan bank ini juga ditujukan untuk kepentingan dan kemajuan bank  itu sendiri agar jangan menderita kerugian di samping kepentingan nasional. Pembinaan dan pengawasan bank yang dijalankan harus tetap konsisten agar dalam pelaksanaan di lapangan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Loading...
Blog, Updated at: 23.23

0 komentar:

Posting Komentar