Pengertian Danau dan Jenis-Jenis Danau

Posted by Ensikloblogia on Rabu, 08 Juni 2016

loading...

Pengertian danau secara umum adalah wilayah cekungan di daratan yang terisi oleh air. Sember air yang mengisi danau tidak selalu berasal dari air sungai, tetapi bisa juga dari air hujan secara langsung maupun rembesan dari air tanah di sekitar danau.

Danau dapat dibedakan menjadi danau alam dan danau buatan. Danau alam terbentuk karena proses alam misalnya aktivitas vulkanik, tektonik, maupun aktivitas es pada zaman es. Sementara itu, danau buatan atau bendungan merupakan danau yang sengaja dibuat dengan cara membendung air sungai.

Walaupun kelihatan sama, sebenarnya danau dapat dibedakan atas proses pembentukannya. Berikut ini adalah jenis danau berdasarkan proses pembentukannya :


pengertian danau dan jenis-jenis danau



1.  Danau Vulkanik

Danau vulkanik adalah jenis danau yang terbentuk pada lubang kepundan atau kaldera gununung api. Air hujan mengisi lubang kepundan atau kaldera, sehingga terbentuklah danau. Jenis danau tipe ini sangat berbahaya jika gunung apinya masih aktif. Jika akan terjadi letusan, maka air danau akan meresap menuju magma dan akan menambah kekuatan letusan. Selain itu, jika dinding kawah jebol, maka akan terjadi banjir besar dengan kecepatan tinggi atau banjir bandang. Karena itulah dibuat terowongan untuk mengurangi volume air danau. Contoh danau vulkanik antara lain Danau Gunung Batur dan Gunung Galunggung.


2. Danau Tektonik

Danau tektonik adalah jenis danau yang terbentuk karena adanya gerakan tektonik sehingga terbentuk cekungan-cekungan akibat patahan dan lipatan.  Contohnya adalah Danau Tempe, Danau Tondano, Danau Towuti di Sulawesi, Danau Maninjau, Danau Tangkengon dan Danau Singkarak di Sumatera.


3. Danau Vulcano-Tektonik

Danau vulkano tektonik adalah jenis danau yang terbentuk karena proses vulkanik dan tektonik. Patahan atau depresi terjadi pada bagian permukaan bumi pasca letusan. Dapur magma yang telah kosong menjadi titik tidak stabil, sehingga terjadi pemerosotan atau patah. Cekungan atau patahan tersebut kemudian diisi oleh air, contohnya Danau Toba di Sumatera Utara.


4. Danau Pelarutan (Solusional)

Danau pelarutan adalah jenis danau yang terbentuk karena proses pelarutan pada bentuk lahan negative atau berada di bawah rata-rata permukaan setempat. Peristiwa ini terjadi di daerah kapur (karst) oleh air hujan yang mengandung CO2.  Bentuk lahan yang negative pada daerah karst (pegunungan kapur) antara lain doline. Doline adalah ledokan atau lubang yang berbentuk corong pada batu gamping atau batu kapur dengan diameter dari beberapa meter saja sampai satu kilo meter dengan kedalaman dari beberapa meter sampai ratusan meter.


5. Danau Ladam atau Tapal Kuda (oxbow lake)

Jenis danau ini terbentuk karena proses pemotongan saluran sungai  meander secara alami dan ditinggalkan oleh alirannya. Sungai tersebut teputus dari induknya dan sumber air lainnya diperoleh hanya dari air hujan. Besar danau bervariasi  sesuai dengan ukuran yang membentuknya.


6. Bendungan atau Waduk

Bendungan atau danau yaitu jenis danau yang sengaja dibuat oleh manusia dengan cara membendung aliran sungai. Waduk dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan irigasi serta sebagai pembangkit tenaga listrik. Selain itu, dengan dibangunnya danau maka air dapat diatur sesuai keperluan, misalnya disimpan pada musim hujan sebagian dan pada musim kemarau air bendungan dipakai untuk mengairi sawah dan berbagai keperluan lainnya. Contohnya adalah Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata, Waduk Saguling, Waduk Karangkates, Waduk Jatiluhur dan lain-lain.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian danau dan jenis-jenis danau. Semoga tulisan ini bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 23.19

0 komentar:

Posting Komentar