Penilaian Kesehatan Bank

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 03 Juni 2016

Loading...

Penilaian kesehatan bank dapat dilihat dari berbagai segi. Penilaian kesehatan bank bertujuan untuk menentukan apakah bank tersebut dalam kondisi sehat, cukup sehat, kurang sehat, dan tidak sehat sehingga Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas bank-bank  dapat memberikan arahan atau petunjuk bagaimana bank tersebut harus dijalankan atau bahkan dihentikan kegiatan operasinya.

Ukuran untuk melakukan penilaian kesehatan bank telah ditentukan oleh Bank Indonesia. kepada bank-bank diharuskan membuat laporan baik yang bersifat rutin maupun secara berkala mengenai  seluruh aktivitasnya dalam suatu periode tertentu.

Penilaian kesehatan bank dapat dilakukan setiap tahun, apakah ada peningkatan atau penurunan. Bagi bank yang kesehatannya terurus tidak perlu menjadi masalah, karena hal itulah yang diharapkan dan supaya dipertahankan terus kesehatannya. Akan tetapi, bagi bank yang terus menerus tidak sehat, mungkin harus mendapatkan pengarahan atau sangsi dari Bank Indonesia sebagai pengawas dan pembina bank-bank.

Bank Indonesia dapat menyarankan untuk perubahan manajemen, merger, konsolidasi, atau malah dilikuidasi keberadaanya jika memang kondisi bank tersebut sudah parah.

Penilaian untuk menentukan kesehatan bank biasanya menggunakan analisis CAMELS. Berikut ini adalah aspek-aspek penilaian kesehatan bank.


1. Aspek permodalan

Yang dinilai adalah permodalan yang ada didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penelitian tersebut didasarkan kepada CAR (Capital Adequaci Ratio) yang telah ditetapkan BI. Perbandingan rasio tersebut adalah rasio modal terhadap Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (AMTR) dan sesuai dengan ketentuan pemerintah CAR tahun 1999 minimal harus 8%.


2. Aspek kualitas aset

Yaitu untuk menilai jenis-jenis aset yang dimiliki oleh bank. Penilaian aset harus sesuai dengan Peraturan oleh Bank Indonesia dengan memperbandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktiv. Kemudian rasio penyisihan penghapusan aktiva produktiv terhadap aktiva produktif diklasifikasikan. Rasio ini dapat dilihat dari neraca yang telah dilaporkan secara berkala kepada Bank Indonesia.


3. Aspek kualitas manajemen (Management)

Kualitas manajemen dilihat dari kualitas manusianya dalam bekerja. Kualitas manajemen juga dilihat dari segi pendidikan dan pengalaman dari karyawannya dalam menangani kasus-kasus yang terjadi. Penilaian kesehatan bank di bidang manajemen tidak lagi didasarkan pada 250 aspek berkaitan dengan  permodalan, likuiditas, kualitas aset, dan rentabilitas, tetapi kini penilaiannya hanya didsarkan pada seratus aspek saja.


4. Aspek likuiditas

Suatu bank dapat dikatakan likuid, apabila bank yang bersangkutan dapat membayar semua utang-utangnya terutama simpanan tabungan, giro dan deposito pada saat ditagih dan dapat pula memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.


5. Aspek rentabilitas

Merupakan ukuran kemampuan bank dalam meningkatkan labanya, apakah setiap periode atau untuk mengatur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Bank yang sehat adalah bank yang diukur secara rentabilitas yang terus meningkat. Penilaian juga dilakukan dengan rasio laba terhadap total aset (ROA) dan perbandingan biaya operasi dengan pendapatan operasi (BOPO)


Kelima aspek penilaian kesehatan bank di atas dikenal dengan nama penilaian analisis CAMEL (Capital, Asset, Management, Earning, dan Liquidity).


6. Aspek sensitifitas

Aspek penilaian kesehatan bank ini mulai dilakukan oleh Bank Indonesia sejak Mei 2004. Seperti kita ketahui dalam melepaskan kreditnya, perbankan harus memperhatikan dua unsur, yaitu  tingkat perolehan laba yang harus dicapai dan besarnya risiko yang akan  dihadapi. Pertimbangan risiko yang harus diperhitungkan berkaitan erat dengan sensitivitas perbankan. Sensitifitas terhadap risiko ini penting agar tujuan memperoleh laba dapat tercapai dan pada akhirnya kesehatan bank juga terjamin. Risiko yang dihadapi terdiri dari risiko lingkungan, risiko manajemen, risiko penyerahan, dan risiko keuangan.


Penilaian Kesehatan Bank


Demikianlah penjelasan mengenai aspek-aspek penilaian kesehatan bank. Semoga tulisan ini bermanfaat dan menambah wawasan kita semua mengenai penilaian kesehatan bank.

Loading...
Blog, Updated at: 23.26

0 komentar:

Posting Komentar