Produk-Produk Bank Syariah

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 04 Juni 2016

Loading...

Sama halnya seperti bank konvensional, ada banyak produk bank syariah yang ditawarkan kepada para nasabahnya. Hanya saja, perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah adalah dalam hal penentuan harga, baik harga jual maupun harga belinya. Produk-produk yang ditawarkan bank syariah sudah tentu sangat islami, termasuk dalam memberikan pelayanan kepada para nasabahnya. Berikut ini adalah jenis-jenis produk bank syariah yang ditawarkan kepada para nasabahnya.


Al-wadi’ah (Simpanan)


Al-wadi’ah merupakan poduk bank syariah berupa titipan atau simpanan. Prinsip al-wadi’ah merupakan titipan atau simpanan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik perorangan maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja bila si penitip mengkehendaki. Penerima simpanan disebut yad al-amanan yang artinya tangan amanah. Si penyimpan tidak bertanggung jawab atas segala kehilangan dan kerusakan akibat yang terjadi pada barang titipan selama itu bukan akibat dari kelalaian atau kecerobohan yang bersangkutan dalam memelihara barang titipan.


Pembiayaan dengan bagi hasil


Di bank konvensional, penyaluran dana kita kenal dengan nama kredit. Sedangkan di bank syariah, penyaluran dana dikenal dengan istilah pembiayaan. Jika dalam bank konvensional bank memperoleh keuntungan dengan bunga, maka di bank syariah menerapkan sistem bagi hasil. Pembiayaan merupakan produk bank syariah yang sangat penting. Prinsip bagi hasil dalam bank syariah ini dikenal dengan empat akad utama, yaitu :
  1. Al-Musyarakah, merupakan  akad kerja sama antara dua pihak atau lebih untuk melakukan suatu usaha tertentu. Masing-masing pihak memberikan dana atau amal dengan kesepakatan bahwa keuntungan atau risiko ditanggung bersama sesuai dengan kesepakatan.
  2. Al-Mudharabah, merupakan akad kerja sama antara dua pihak, di mana pihak pertama menyediakan seluruh modal dan pihak lain menjadi pengelola. Keuntungan dibagi menurut kesepakatan dituangkan dalam kontrak. Apabila rugi, maka akan ditanggung pemilik modal selama kerugian itu bukan akibat dari kelalaian si pengelola. Apabila kerugian diakibatkan oleh pengelola, maka si pengelola yang bertanggung jawab.
  3. Al-Muza’arah, merupakan kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap. Pemilik lahan menyediakan lahan kepada penggarap untuk ditanami produk pertanian dengan imbalan bagian tertentu dari hasil panen. Dalam dunia perbankan kasus ini diaplikasikan untuk pembiayaan bidang platation atas dasar bagi hasil panen.
  4. Al-Musaqah, merupakan bagian dari Al-Muza’arah, yaitu penggarap hanya bertanggung jawab atas penyiraman  dan pemeliharaan dengan menggunakan dana dan peralatan mereka sendiri. Imbalan tetap diperoleh dari presentase hasil panen pertanian. Jadi, tetap dalam konteks adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dengan penggarap.


produk-produk bank syariah

Bai’al-Murabahah


Bai’al-Murabahah merupakan produk bank syariah berupa kegiatan jual  beli pada harga pokok dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam hal ini penjual harus terlebih dahulu memberitahukan harga pokok yang ia beli ditambah keuntungan yang diinginkannya. Kegiatan Bai’al-Murabahah  dilakukan setelah ada kesepakatan dengan pembeli, baru kemudian dilakukan pemesanan. Dalam dunia perbankan kegiatan Bai’al-Murabahah pada pembiayaan produk barang-barang investasi baik dalam negeri maupun luar negeri seperti Letter of Credit.


Bai’as-Salam


Bai-as-Salam merupakan pembelian barang yang diserahkan kemudian hari, sedangkan pembayaran dilakukan di muka. Prinsip yang harus dianut adalah harus diketahui lebih dulu jenis, kualitas, dan jumlah barang dan hukum awal pembayaran harus dalam bentuk uang.


Bai’ Al-Istihna’


Bai’ al-istihna’ merupakan produk bank syariah bentuk khusus dari bai’as-salam, oleh karena itu, ketentuan dari bai’al-istihna’ mengikuti ketentuan dan aturan bai’as-salam. Pengertian bai’al-istihna’ adalah kontrak penjualan antara pembeli dengan produsen (pembuat barang). Kedua belah pihak harus saling menyetujui atau sepakat lebih dulu tentang harga dan sistem pembayaran. Kesepakatan harga dapat dilakukan tawar menawar dan sistem pembayaran dapat dilakukan di muka secara angsuran per bulan atau di belakang.


Al-Ijarah (Leasing)


Al-Ijarah merupakan akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri. Dalam praktiknya produk bank syariah ini dilakukan oleh perusahaan leasing, baik untuk kegiatan operation lease maupun financial lease.


Al-Wakalah (Amanat)


Wakalah atau wakilah artinya penyerahan atau pendelegasian atau pemberian mandat dari satu pihak ke pihak lain. Mandat ini harus dilakukan sesuai dengan yang telah disepakati oleh si pemberi mandat.



Al-Kafalah (Garansi)


Pengertian al-kafalah adalah jamian yang diberikan penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung. Dapat pula diartikan sebagai pengalihan tanggung jawab dari satu pihak kepada pihak lain. Produk bank syariah ini dalam dunia perbankan dapat dilakukan dalam hal pembiayaan dengan jaminan seseorang.


Al-Hawalah


Al-hawalah merupakan pengalihan utang dari orang yang berutang kepada orang lain yang mampu menanggungnya. Atau dengan kata lain pemidahan beban utang dari satu pihak kepada pihak lain. Dalam dunia keuangan atau perbankan, produk bank syariah ini dikenal dengan nama anjak piutang atau factoring.


Ar-Rahn


Ar-Rahn adalah kegiatan menahan salah satu hak milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterimanya. Kegiatan seperti ini dilakukan seperti jaminan utang atau gadai.

Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis produk bank syariah. Semoga dengan tulisan ini kita semakin paham mengenai produk bank syariah yang ditawarkan kepada para nasabahnya.

Loading...
Blog, Updated at: 23.43

0 komentar:

Posting Komentar