Pengertian Protein, Sumber Protein, Fungsi Protein dan Metabolisme Protein

Posted by Ensikloblogia on Senin, 18 Juli 2016

Loading...

Pengertian protein


Salah satu zat makanan utama yang diperlukan oleh tubuh ialah protein. Protein merupakan senyawa organik kompleks yang terdiri atas unsur karbon, hydrogen, oksigen, nitrogen, dan kadang-kadang mengandung belerang dan pospor.

Menurut asalnya, protein dapat dibagi menjadi dua golongan. Protein yang berasal dari hewan disebut protein hewani. Protein hewani ini tergolong protein kelas satu. Sedangkan protein yang berasal dari tumbuhan disebut protein nabati. Protein nabati dianggap protein kelas dua.

Protein terdiri atas berbagai macam asam amino. Sepuluh diantranya sangat peting untuk pertumbuhan sel-sel tubuh. Kesepuluh asam amino ini tidak dapat dibuat dalam tubuh, oleh karena itu harus tersedia dalam makanan. Karena sangat penting bag tubuh, maka disebut juga asam amino esensial.

Suatu makanan disebut sempurna proteinnya apabila asam amino yang terbentuk di dalamnya mengadung asam amino yang lengkap dan cukup jumlahnya untuk keperluan tubuh.

Makanan yang berasal dari hewan ternak, misalnya telur, susu, dan daging, merupakan makanan yang proteinnya sempurna. Makanan yang berasal dari tumbuhan pada umumnya mempunyai protein yang bernilai rendah, kecuali dalam berbagai jenis kacang-kacangan terutama kedelai.

Nilai protein yang diperlukan untuk hidup disebut nilai hayati atau nilai biologis. Protein yang berasal dari susu, telur,d an daging mempunyai nilai hayati yang sangat tinggi, yaitu 100%. Nilai hayati protein adalah berapa persen dari suatu protein, setelah diresorbsi usus dapat digunakan oleh organisme untuk mengganti protein tubuh atau untuk pertumbuhan.


Pengertian Protein, Sumber Protein, Fungsi Protein dan Metabolisme Protein


Sumber protein


Sumber protein hewani berasal dari hewan, seperti ikan, daging, susu, dan telur. Sumber protein lain yang banyak dimakan kebanyakan orang di daerah pedesaan antara lain tempaya atau larva lebah, serangga, kepompong, dan sebagainya. Sumber protein nabati diperoleh dari padi-padian dan kacang-kacangan, sayur-sayuran, dan sebagainya. Kedelai mempunyai nilai hayati yang terletak di antara protein nabati dan protein hewani.

Untuk mengetahui berapa jumlah protein maksimum yang boleh dimakan adalah sukar dilakukan, karena kelebihan protein yang dimakan dapat pula diubah menjadi lemak untuk persediaan bahan bakar tubuh. Jadi, protein dapat digunakan sebagai sumber energi.

Faktor-faktor penting yang mempengauhi kebuthan protein sebagai zat pembangun, antara lain : besarnya tubuh (berat badan), usia, jenis kelamin, sifat protein yang dimakan, status gizi makanan, mengandung dan menyusui, iklim, kondisi tubuh, status emosional, komponen makanan, dan penyakit. Kebutuhan protein berlangsung tersebut seumur hidup.


Fungsi protein


Fungsi protein di dalam tubuh antara lain :
  • Mensintesis substansi-substansi penting seperti hormon, enzim, antibodi, dan kromosom.
  • Mengadakan pertumbuhan tubuh. Protein sangat penting untuk pertumbuhan, perbaikan dan pemeliharaan struktur tubuh.
  • Melaksanakan metabolisme tubuh. Sebagai enzim, protein memacu dan berpartisipasi dalam berbagai reaksi kimia dan biologis.
  • Menyeimbangkan cairan tubuh dan larutan asam dan basa. Protein membantu dalam pemeliharaan tekanan yang wajar (normal) di dalam sekat-sekat rongga tubuh. Molekul protein juga berfungsi sebagai sistem buffer tubuh yang efektif.
  • Menyediakan sumber energi, satu gram protein mengandung energi 4,1  kalori
  • Mendestofikasi tubuh. Protein membantu dalam mengatur kemampuan tubuh untuk mendestofikasi zat-zat asing yang termakan.

Kekurangan protein dapat mengakibatkan penyakit yang disebut kwashiorkor, terutama pada anak-anak berumur 6-36 bulan. Kwashiorkor merupakan tanda klinik yang paling nyata sebagai  akibat kekurangan protein tingkat berat walaupun nilai energi tersebut telah tercukupi. Gejalanya yang khas adalah timbulnuya udena, terjadinya hambatan pertumbuhan, hilangnya simpanan lemak di bawah kulit, dan biasanya perubahan-perubahan tersebut disertai dengan menurunnya respon saraf psikomotorik.


Metabolisme protein


Protein diserap oleh dinding ususu sebagai asam-asam amino, melalui pembuluh darah vena porta menuju ke hati. Asam amino hasil pencernaan itu hamper seluruhnya dapat diserap dengan cepat hingga dengan cepat diambil oleh sel-sel jaringan. Oleh karena itu, kenaikan kadar asam amino dalam darah hanya sedikit sekali meskipun baru saja makan banyak daging.

Asam amino terutama berguna untuk membentuk jaringan baru atau mengganti jaringan yang rusak. Sebagian dari asam amino tersebut diuraikan ke dalam sel-sel untuk disintesis menjadi zat-zat lain atau untuk menghasilkan energi.

Persenyawaan yang tidak mengandung nitrogen dapat diubah menjadi glukosa dan glikogen untuk selanjutnya mengalami proses seperti karbohidrat dan lemak. Ikatan yang mengandung nitrogen sebagai hasil pemecahan asam lemak adalah ureum. Karena tidak dibutuhkan oleh tubuh, ureum dibuang dari tubuh melalui urine.

Pada proses metabolisme asam amino terjadi proses dekarboksilasi yang memisahkan gugusan karboksil dengan asam amino sehingga terjadi ikatan baru yang merupakan zat antara yang masih mengandung unsur nitrogen. Selanjutnya terjadi proses transmisi yang menghasilkan pemindahan gugusan amino dari asam amino ke ikatan lain sehinga terjadi asam amino lagi yang berbeda dengan asam amino yang pertama.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian protein, sumber protein, fungsi protein, dan metabolisme protein. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 21.48

0 komentar:

Posting Komentar