Contoh Penerapan Bioteknologi di Bidang Pangan dan Contoh Produk Bioteknologi Pangan

Posted by Ensikloblogia on Senin, 01 Agustus 2016

Loading...

Penerapan bioteknologi di bidang pangan sudah lama dilakukan oleh manusia. Dalam bidang pangan bioteknologi digunakan untuk mengubah atau meningkatkan nilai tambah pangan. Dalam proses pengubahan atau nilai tambah tersebut umumnya terjadi proses fermentasi.

Fermentasi merupakan proses penting dalam penerapan bioteknologi di bidang pangan. Fermentasi atau peragian adalah penguraian karbohidrat (gula) menjadi zat yang lebih sederhana seprti alcohol dan karbondioksida. Gas tersebut menyebabkan cairan berbuih, sedangkan alcohol akhirnya membunuh ragi dan organisme yang berusaha hidup di dalam cairan tersebut.

Proses fermentasi menggunakan ragi, yaitu gumpalan kehidupan mikroskopis yang dapat berkembang biak di dalam larutan gula. Bioteknologi dalam bidang pangan termasuk teknologi yang sudah sangat lama dikenal manusia. Tempe dan keju merupakan contoh produk hasil bioteknologi di bidang pangan yang telah dihasilkan sejak zaman kuno.

Proses fermentasi dalam penerapannya sebagai contoh bioteknologi di bidang pangan memerlukan kondisi steril. Artinya, tidak boleh adanya pencemaran atau kontaminasi dari mikroorganisme lain.

Jika ada mikroorganisme lain masuk ke dalam bahan yang akan difermentasi, proses fermentasi akan terganggu sehingga produk yang diinginkan tidak dapat diperoleh. Itulah sebabnya, setiap alat yang digunakan dalam proses fermentasi haruslah steril atau bersih.

Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai contoh produk bioteknologi di bidang pangan dan bagaimana penerapan bioteknologi di bidang pangan tersebut.


Pembuatan tape


Tape merupakan makanan yang berasal dari ketela pohon atau singkong atau ketan. Tape mengandung alcohol, sehingga biasanya jika dikonsumsi dalam jumlah banyak akan memabukkan. Untuk membuat produk bioteknologi pangan berupa tape, maka dibutuhkan mikroorganisme yaitu jamur Saccharomyces cereviceae untuk proses fermentasi.


Pembuatan tempe


Tempe merupakan makanan khas Indonesia. Tempe mengandung banyak protein yang sangat diperlukan oleh tubuh untuk membentuk dan membangun sel-sel baru. Produk bioteknologi pangan ini dibuat dengan bantuan mikroorganime sejenis jamur yang disebut jamur tempe atau Rhizopus orizae.


Pembuatan kecap


Kecap adalah sari kedelai yang telah difermentasikan dengan penambahan gula kelapa dan bumbu. Dilihat dari kandungan gizinya ternyata kecap kedelai masing mengandung protein dan kadar abu yang cukup tinggi. Komposisi asam amino pada kecap kedelai sebagian besar adalah asam glutamate, prolin dan leusin. Dengan demikian mengkonsumsi kecap bukanlah sekedar menikmati rasa asin atau manis. Namun juga dapat diperoleh manfaat lainnya karena kecap kaya asam amino. Contoh produk bioteknologi di bidang pangan ini membutuhkan jamur Aspergilus oryzae dalam proses fermentasinya.


Pembuatan keju


Contoh Penerapan Bioteknologi di Bidang Pangan dan Contoh Produk Bioteknologi Pangan


Keju merupakan contoh produk hasil penerapan bioteknologi di bidang pangan yang berasal dari protein susu (kasein) yang digumpalkan dan dicetak. Penggumpalan kafein tersebut disebabkan oleh pengaruh bakteri asam laktat.

Bakteri asam laktat akan tumbuh dan berkembang biak dalam protein susu dan akan menghasilkan asam laktat. Asam laktat bersifat menggumpalkan kasein dan akan menimbulkan cita rasa serta aroma keju.

Produk bioteknologi berupa keju dapat dibedakan menjadi 4 macam berdasarkan kadar airnya, yaitu keju lunak atau keju dengan kadar air tinggi, penggumpalannya dibantu oleh Pennicilium cammemberti, keju setengah keras oleh Penicillium roqueforti, keju keras oleh Propiani bacterium, dan keju sangat keras oleh Lactobacillus sp.


Pembuatan yoghurt


Yoghurt merupakan minuman susu asam yang dibuat dengan cara menambahkan bakteri laktat, yaitu bakteri  Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus. Bakteri laktat selain menggumpalkan protein  susu juga meningkatkan cita rasa dan aroma yoghurt. Prinsip pembuatan produk bioteknologi pangan ini sama dengan pembuatan susu asam yang lain seperti kefir yang merupakan minuman khas Eropa Timur.


Asam cuka dan asam sitrat


Asam cuka atau biasa disebut dengan cuka saja berasal dari etanol. Etanol merupakan hasil fermentasi anaerob ragi yang dibuat menjadi cuka oleh bakteri asam asetat, misalnya Acterobacter dan Glucanobacter. Asam cuka banyak dimanfaatkan manusia untuk menambah cita rasa makanan.

Asam sitrat merupakan produk kapang jenis Aspergillus niger. Kapang ini akan mengeluakan asam sitrat jika berada pada substrat tetes sirup yang sedikit mengandung unsur Fe. Pada industry susu, asam sitrat ini  digunakan untuk proses emulisi, juga digunakan dalam industry deterjen.


Oncom


Oncom merupakan makanan khas Jawa Barat yang dibuat dengan penerapan bioteknologi di bidang pangan. Ada dua jenis oncom, yaitu oncom merah da noncom hitam. Oncom merah menggunakan jamur Neurospora sitophila. Sedangkan oncom hitam menggunakan jamur Rhizopus oligosporus. Oncom merah umumnya terbuat dari ampas tahu, yaitu kedelai yang telah diambil proteinnya dalam pembuatan tahu. Sedangkan oncom hitam terbuat dari bungkil kacang tanah yang dicampur singkong atau tepung singkong, agar mempunyai tekstur yang lebih baik dan lebih lunak.


Pembuatan nata de coco


Nata de coco merupakan bahan makanan yang diperoleh dari air kelapa yang mengalami proses fermentasi oleh Acetobacter xylinum. Prinsip bioteknologi di bidang pangan pada pembuatan nata de coco adalah pemecahan amilum oleh mikroba menghasilkan gula yang kemudian difermentasi.


Protein sel tunggal (Single Cell Protein = SCP)


SCP merupakan pemanfaatan mikroorganisme mikroba yang mempunyai kandungan protein tinggi sebagai bahan makanan. Kelebihan SCP dibandingkan makanan lain adalah kadar proteinnya lebih tinggi dari protein kedelai atau hewan. SCP juga mudah diproduksi dalam jumlah banyak mengingat perkembangan mikroogranismenya yang sangat cepat.

Contoh dari SCP adalah :
  • Chorella, yaitu alga hijau bersel satu yang memiliki kadar protein tinggi, yaitu sekitar 50% dari berat keringnya. Chorella bermanfaat sebagai makanan suplemen yang berfungsi menjaga daya tahan tubuh.
  • Mikroprotein dari Fusarium yang dibiakkan dalam substrat tepung gandum dan ketan. Mikroprotein artinya protein dari jamur.
  • Spirulina, yaitu alga biru hijau yang mampu berkembang dengan cepat. Spirulina telah dikembangkan sebagai sumber makanan baru di beberapa negara.

Demikianlah penjelasan mengenai contoh penerapan bioteknologi di bidang pangan dan contoh produk bioteknologi di bidang pangan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Loading...
Blog, Updated at: 18.36

0 komentar:

Posting Komentar