Contoh Perkembangan Bioteknologi di Bidang Pertanian, Peternakan, dan Pemberantasan Hama

Posted by Ensikloblogia on Senin, 01 Agustus 2016

Loading...

Saat ini telah dikembangkan berbagai macam perkembangan dan penerapan bioteknologi di bidang pertanian, peternakan, dan pemberantasan hama untuk mengatasi kebutuhan pangan yang semakin meningkat. Berkembangnya jumlah penduduk di bumi menyebakan manusia memerlukan bioteknologi untuk menghasilkan makanan dalam jumlah banyak namun dalam waktu singkat. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan bioteknologi di bidang pertanian, peternakan, dan pemberantasan hama.


Kultur jaringan (Tissue Culture)


Kultur jaringan adalah salah satu contoh bioteknologi yang sedang berkembang akhir-akhir ini. Kultur jaringan adalah membiakkan jaringan tanaman yang ditumbuhkan dalam media buatan sehingga menjadi tanaman yang sempurna. Pada prinsipnya, cara ini tidak berbeda dengan cara perkembangbiakan vegetative, yaitu menyetek.

Kultur jaringan pertama kali dilakukan oleh F.C. Steword, seorang ahli fisiologi tumbuhan Amerika Serikat pada tahun 1958. Saat ini, kultur jaringan semakin dikembangbiakkan yaitu dengan menambah zat pengatur tubuh (hormone tumbuh) pada media kutur jaringan, misalnya hormone auksin dan hormone sitokinin.

Kultur jaringan merupakan metode yang banyak dipilih Karena sangat menguntungkan. Melalui kultur jaringan, dapat diperoleh keuntungan :
·         Bibit (hasil) yang didapat berjumlah banyak dalam waktu singkat.
·         Sifat tanaman baru sama persis dengan sifat induknya.
·         Dapat menghasilkan tanaman baru yang bebas virus.
·         Dapat menghasilkan tanaman baru dengan sifat-sifat yang dikehendaki.
·         Dapat digunakan sebagai upaya konservasi tumbuhan langka.


Hidroponik

Contoh Perkembangan Bioteknologi di Bidang Pertanian, Peternakan, dan Pemberantasan Hama


Hidroponik adalah contoh bioteknologi yang saat ini menjanjikan potensi bisnis yang sangat menguntungkan. Hidroponik adalah suatu cara bercocok tanam dengan menggunakan media air. Hidroponik merupakan sistem perairan modern tanpa menggunakan lahan atau tanah. Tanaman yang ditanam secara hidroponik memperoleh zat hara melalui pipa-pipa air atau dengan cara disiramkan.


Kloning


Kloning adalah “rumpun” makhluk hidup hasil perbanyakan secara vegetative. Jadi, cloning sebenarnya adalah perbanyakan organisme secara vegetative. Oleh karena itu, cloning sebenarnya bukanlah hal baru karena manusia sudah biasa melakukannya, misalnya pada pembuatan setek ketela pohon atau singkong, ketela rambat, atau pada tumbuhan lain.

Istilah cloning menjadi istilah yang sangat popular karena cloning dilakukan pada hewan tingkat tinggi dan ada manipulasi genetis dalam proses penahapannya. Ilmuwan Skotlandia, Dr. Ian Wilmut pada tahun 1997 mengumumkan bahwa dia berhasil mengklon domba yang dinamakan domba Dolly. Dolly adalah hewan pertama yang merupakan hasil cloning.

Domba Dolly ini tumbuh dari sebuah sel induk yang dikembangkan pertumbuhannya. Oleh karena itu, Ian Wilmut mengatakan bahwa nilai sesungguhnya dari penelitian cloning bukanlah Dolly yang diciptakan di laboratorium, melainkan supaya ilmuwan bisa mengetahui bagaimana sel bekerja dengan baik.

Dari hasil penelitian Dr. Ian Wilmut, para ilmuwan dapat belajar banyak bagaimana sel tunggal dapat berkembang menjadi makhluk hidup yang memiliki sel lengkap seperti makhluk hidup hasil reproduksi generative.


Teknik rekombinasi gen


Saat ini perkembangan bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan sudah berlangsung hingga pada teknik rekombinasi gen. teknik rekomendasi gen adalah mengganti atau menambah DNA dari luar susunan DNA asli dalam satu sel. Teknik ini juga disebut rekayasa genetika. Rekayasa genetika atau manipulasi teknik dalam genetika ini digunakan untuk mendapatkan kombinasi sifat turunan yang diinginkan.

Teknologi rekombinasi gen dalam bidang pertanian misalnya melalui rekayasa genetika terhadap bakteri Rhizobium dan Azotobacter dapat diperoleh keturunan (bakteri strain) yang mempunyai kekuatan mengikat nitrogen bebas di udara lebih banyak. Pemakaian bakteri Rhizobium yang telah direkayasa secara genetika ternyata dapat meningkatkan produksi kacang kedelai sampai 50%.

Di bidang peternakan, juga telah dilakukan penelitian rekayasa genetika terhadap hewan misalnya domba. Rekayasa genetika pada hewan bertujuan untuk memperoleh sifat keturunan hewan dengan sifat-sifat sesuai yang diinginkan manusia.


Membuat mutan


Mutan bukan hanya ada di film-film fiksi ilmiah atau power ranger. Mutan adalah salah satu produk yang berkembang karena bioteknologi. Mutan adalah individu yang mengalami mutasi. Mutasi adalah perubahan susunan gen atau kromosom sehingga menyebabkan perubahan sifat menurun. Mutasi dapat terjadi secara alamiah dan secara buatan.

Mutasi dapat dilakukan dengan radiasi. Radiasi merupakan pemberian unsur radioaktif terutama sinar gamma. Dari teknik radiasi sinar gamma telah dihasilkan padi jenis unggul, misalnya Atomita I, Atomita II, Atomita III, dan Atomita IV. Padi Atomita II juga tahan terhadap serangan bakteri pucuk (Zanthomonas Oryzae).

Selain pada bidang pertanian dan peternakan, perkembangan bioteknologi juga bisa kita lihat pada bidang pemberantasan hama. Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman budidaya dengan menggunakan pestisida banyak menimbulkan dampak negative, misalnya menimbulkan resistensi pada hama target, bahkan membunuh hewan nontarget.

Pengendalian hama yang tidak mempunyai dampak negative, yaitu dengan menggunakan musuh alami berupa predator. Contohnya pengendalian kutu-kutu loncat dengan semut rang-rang, pengendalian hama tikus dengan burung hantu, pengendalian larva Lepidoptera penyerang kubis dengan bakteri Bacillus thuringiensis, dan sekelompok kapang Tricodshima konigii yang digunakan untuk pengendalian penyakit tumbuhan.

Trichdsima koningii ini cukup dikenal di daerah Lampung dan Kalimantan Barat. Penggunaan predator untuk mengendalikan hama juga merupakan penerapan bioteknologi.


Demikianlah penjelasan singkat mengenai penerapan bioteknologi di bidang pertanian, peternakan, dan pemberantasan hama. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Loading...
Blog, Updated at: 18.41

0 komentar:

Posting Komentar