Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 07 Agustus 2016

Loading...

Interaksi sosial baik yang berlangsung antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, atau antara kelompok dan kelompok dipengaruhi oleh faktor-faktor interaksi sosial. Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial antara lain faktor imitasi, identifikasi, sugesti, simpati, motivasi, dan empati. Berikut ini adalah penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial.


1. Imitasi


Imitasi merupakan tindakan meniru  pihak lain dalam hal tindakan dan penampilan, seperti cara berbicara, berjalan, cara berpakaian, dan sebagainya. Seorang individu melakukan imitasi sejak di lingkungan keluarga, teman sepermainan, ataupun teman sekolahan. Meskipun demikian, imitasi juga dapat berlangsung melalui media massa, misalnya televise, radio, maupun internet.


2. Identifikasi


Identifikasi adalah faktor yang juga mempengaruhi interaksi sosial. Identifikasi adalah proses untuk menjadi sama dengan orang lain terutama yang menjadi idolanya. Identifikasi juga merupakan proses meniru, tetapi berbeda dengan imitasi. Peniruan pada imitasi tidak diikuti dengan pemberian makna yang dalam terhadap hal-hal yang ditiru, tetapi pada identifikasi diikuti dengan pemberian makna. Apabila seseorang mengidentifikasikan dirinya terhadap seseorang, maka dapat diartikan individu tersebut sedang menjadikan dirinya seperti orang lain tersebut, baik dalam tindakan maupun nilai-nilai, ideologi, atau pandangan hidup tokoh yang dijadikannya rujukan/acuan/ referensi atau panutannya.


3. Motivasi


Motivasi adalah suatu dorongan atau rangsangan yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan yang dimotivasikan kepadanya, secara kritis, rasional, dan penuh tanggung jawab. Wujud motivasi dapat berupa pendapat, saran, dan pertanyaan. Motivasi dapat diberikan oleh seseorang yang status sosialnya lebih tinggi karena mereka memiliki unsur-unsur keteladanan dan panutan masyarakat. Contohnya guru yang memberikan motivasi untuk muridnya agar rajin belajar agar pintar dan lulus ujian.


4. Sugesti


Sugesti merupakan pengaruh yang diterima oleh seseorang secara emosional dari pihak lain, misalnya pengaruh dari tokoh yang kharismatik, orang pandai, seperti dukun, paranormal, dokter, guru, tokoh yang menjadi idola, dan lain-lain. Apabila pengaruh tersebut diterima oleh seseorang berdasarkan pertimbangan rasional, maka disebut motivasi.


5. Simpati


Simpati merupakan kemampuan seseorang untuk merasakan diri dalam keadaan pihak lain. Misalnya seseorang merasa simpati kepada sahabatnya yang sedang terjadi musibah. Simpati juga dapat diartikan sebagai ketertarikan terhadap pihak lain yang telah menampilkan tindakan atau  perilaku yang sungguh berkenan di hati. Apabila ketertarikan atau dalam merasakan keadaan orang lain tersebut diikuti dengan reaksi-rekasi fisiologis seperti meneteskan air mata, maka dapat disebut sebagai empati.


6. Empati


Perasaan mirip dengan simpati tetapi lebih melibatkan emosi merupakan pengertian dari empati. Ketika simpati hanya ikut mengucapkan rasa berbela sungkawa karena rasa ingin memahami dan ikut merasakan penderitaan tetangga, tetapi empati lebih dalam dari itu, misalnya ikut menangis sedih karena ikut kehilangan dan sebagainya. Empati dikatakan sebagai sebuah sikap yang melibatkan perasaan dan emosi. Empati mempengaruhi kejiwaan dan fisik seseorang.


faktor yang mempengaruhi interaksi sosial


Demikianlah penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 05.31

0 komentar:

Posting Komentar