Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Seseorang

Posted by Ensikloblogia on Kamis, 11 Agustus 2016

Loading...

Kepribadian berhubungan erat dengan peranan dan kedudukan seseorang dalam berbagai kelompok dan hal ini mempengaruhi kesadaran dirinya. Kepribadian memberikan suatu identitas kepada seseorang sebagai individu yang unik.

Faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang menurut Koentjaningrat adalah :
  1. Unsur naluri atau dorongan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup baik kebutuhan jasmaniah maupun rohaniah. Dorongan hati meliputi dorongan seks, dorongan mempertahankan diri, dorongan mencari makan, dorongan bergaul, dorongan berpikir, dan dorongan meniru tingkah laku.
  2. Unsur pengetahuan, yaitu yang bersumber dari pola piker yang rasional.
  3. Unsur perasaan.

Soerjono Soekanto menyatakan bahwa terbentuknya kepribadian seorang individu diperoleh melalui proses sosialisasi.

Horton menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian mencakup hal-hal sebagai berikut :
  1. Lingkungan fisik.
  2. Kebudayaan.
  3. Pengalaman Kelompok.
  4. Pengalaman unik.
  5. Warisan biologis.


Berdasarkan pemikiran Roucek dan Warren, ada tiga faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seorang individu, yaitu sebagai berikut :
  1. Faktor sosiologis atau lingkungan.
  2. Faktor psikologis atau kejiwaan.
  3. Faktor biologis atau fisik.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembentukan Kepribadian Seseorang


Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang majemuk, terdiri dari berbagai suku bangsa dengan berbagai kebudayaan. Di mana antara kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lainnya sangat berbeda satu sama lain. Meskipun demikian setiap bidaya memiliki sifat-sifat yang hampir sama, di antaranya adalah sebagai berikut :
  1. Budaya dimiliki bersama oleh suatu masyarakat.
  2. Budaya berfungsi membantu manusia dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup.
  3. Budaya diperoleh melalui proses belajar dalam masyarakat dan lingkungan hidupnya.
  4. Budaya cenderung bertahan dan berubah sesuai dengan situasi yang dialami oleh masyarakat yang bersangkutan.


Jika seorang individu dilahirkan di tengah-tengah masyarakat, maka sejak kecil ia dibentuk dan dipengaruhi oleh aktivitas budaya setempat. Pengaruh tersebut mencakup hal-hla berikut :
  1. Sistem aktivitas.
  2. Benda-benda konkret yang merupakan hasil peradaban masyarakat.
  3. Sistem ide atau gagasan.

Dengan demikian kepribadian individu terbentuk oleh kebudayaan setempat sehingga setiap orang memiliki karakteristik yang relative sama jika berasal dari lingkungan yang sama. Sehingga muncullah etos kebudayaan, yakni ciri khas kebudayaan masyarakat tertentu. Etos kebudayaan menunjukkan watak khas dari suatu masyarakat yang terpancar dari pola perilaku warganya. Misalnya dalam hal pakaian adat, kesenian, bahasa daerahnya, dan lain-lain.

Hubungan kebudayaan khusus terhadap pembentukan kepribadian seseorang adalah sebagai berikut :
  1. Kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan. Setiap daerah memiliki keunikan budaya tersendiri. Misalnya masyarakat Minangkabau dikenal sebagai masyarakat yang suka bekerja keras dan suka merantau ke tempat lain. Hal ini berpengaruh terhadap kepribadian masyarakat Minangkabau sebagai masyarakat yang ulet dalam berwiraswasta. Berbeda dengan adat Jawa yang memiliki prinsip mangan ra mangan anggere ngumpul (makan tidak makan yang penting berkumpul).
  2. Kebudayaan khusus dalam bentuk cara hidup di kota dan desa yang berbeda. Ciri khas yang menonjol bagi kehidupan masyarakat kota adalah individualistis yang tinggi, sedangkan masyarakat desa memiliki rasa solidaritas yang besar. Hal ini menjadi faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian masyarakat desa dan kota.
  3. Kebudayaan khusus berkaitan dengan kelas social. Pola kehidupan orang kaya dengan orang miskin berbeda. Orang kaya cenderung menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan pribadi, sedangkan orang miskin cenderung berhemat. Hal ini berpengaruh terhadap pola perilaku orang kaya dan orang miskin sehingga menjadi faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian mereka.
  4. Kebudayaan khusus atas dasar agama. Setiap agama menuntut kepada pengikutnya untuk menjalankan semua perintah agama yang tertera di dalamnya. Padahal setiap agama pasti memiliki ciri khas yang berbeda dengan agama lainnya, maka terbentuklah pola kehidupan khas yang berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian anggota masyarakat pengikut agama tersebut.
  5. Kebudayaan khusus atas dasar pekerjaan atau keahlian. Ruang lingkup pekerjaan yang berbeda-beda dan masing-masing memiliki karakteristik yang membedakan antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lainnya menimbulkan perbedaan penampilan dalam setiap pekerjaan.

Menurut pendapat Cooley, orang yang mengemukakan teoricermin diri (the looking glass self) menjelaskan tentang kepribadian, bahwa seseorang hanya bisa berkembang dengan bantuan orang lain. Tiga langkah dalam proses pembentukan cermin diri menyangkut hal-hal sebagai berikut :
  1. Imajinasi tentang pandangan orang lain terhadap diri sendiri.
  2. Imajinasi terhadap penilaian orang lain terhadap apa yang terdapat pada diri masing-masing orang.
  3. Perasaan seseorang terhadap penilaian-penilaian tersebut.


Teori Cooley tersebut memiliki kelemahan, sebagai berikut :
  1. Hanya cocok untuk kelompok social tertentu.
  2. Dianggap terlalu sederhana karena tidak menjelaskan tentang suatu kepribadian dewasa yang bisa menilai tingkah laku orang dewasa dan dirinya sendiri.


Sigmun Freud berpendapat bahwa masyarakat atau lingkungan social selamanya akan mengalami konflik dengan kedirian dan selamanya menghalangi seseorang untuk mencapai kesenangannya. Menurut pendapat Sigmun Freud, bahwa diri mempunyai tiga bagian dimensi, yaitu ego, ide dan superego.

Ego merupakan akal pikiran. Ide merupakan pusat nafsu dan dorongan yang bersifat naluriah dan tidak bersosial. Superego merupakan kompleks dari cita-cita dan nilai-nilai social yang dihayati oleh seseorang dan membentuk hati nurani, disebut kesadaran social.

Demikianlah penjelasan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 06.22

0 komentar:

Posting Komentar