Macam-Macam Teori Kedaulatan atau Ajaran Kedaulatan

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 13 Agustus 2016

loading...

Pandangan para ahli filsafat hukum mengenai ajaran atau teori kedaulatan adalah ada 5 macam. Macam-macam teori kedaulatan itu adalah teori kedaulatan Tuhan, teori kedaulatan raja, teori kedaulatan rakyat, teori kedaulatan negara dan teori kedaulatan hukum. Berikut ini adalah penjelasan mengenai ajaran teori kedaulatan tersebut.


Teori kedaulatan Tuhan


Teori kedaulatan Tuhan atau dikenal juga dengan nama teori teokrasi mengajarkan bahwa :
  1. Segala sesuatu yang berkenaan dengan kehidupan di muka bumi ini semuanya diatur dan dikuasai oleh hukum ciptaan Tuhan.
  2. Hukum ciptaan Tuhan itu berlaku mutlak dan kekal bagi segala  bangsa dan masa serta merupakan perwujudan dari kehendak Tuhan atas bumi dan seisinya, termasuk manusia tentunya.
  3. Pemerintan-pemerintah atau penguasa duniawi adalah petugas dan pelaksana dari kehendak Tuhan tersebut.
  4. Berdasarkan kehendak Tuhan pula para penguasa (duniawi) tersebut menetapkan berlakunya suatu hukum dan memberikan kekuatan mengikat atau daya paksa pada hukum itu untuk ditaati oleh orang. Dengan perkataan lain, para raja atau penguasa (duniawi) diberi kuasa oleh Tuhan untuk membentuk hukum yang dinamakan hukum Tuhan.
  5. Kesimpulan : segala kekuasaan raja/ penguasa (duniawi) adalah kekuasaan Tuhan atau segala perintah raja atau penguasa adalah perintah Tuhan.

Jadi, menurut teori kedaulatan Tuhan hukum itu ditaati oleh orang karena hukum itu adalah perwujudan dari kehendak Tuhan (yang disampaikan kepada manusia dengan perantaraan para penguasa negara). Contoh perwujudan teori kedaulatan Tuhan adalah :
  1. Perintah Raja Hammurabi dari Babilonia yang mengatakan bahwa dirinya adalah wakil Tuhan sehingga ia memerintah atas nama Tuhan.
  2. The Ten Commandements yang langsung diturunkan Tuhan kepada bangsa Yahudi melalui perantaraan Nabi Musa dan para pengikutnya di Gunung Sinai.



Teori kedaulatan raja


Teori kedaulatan raja atau disebut juga teori perjanjian taat atau teori perjanjian takluk menyatakan bahwa :
  1. Kedaulatan raja atau kekuasaan tinggi di tangan raja lahir karena telah diadakannya perjanjian antara rakyat  dan raja di mana rakyat sendiri telah berjanji bahwa  rakyat akan taat kepada raja. Karena itulah, maka teori kedaulatan raja disebut juga teori perjanjian taat atau teori perjanjian takluk.
  2. Jadi, taatnya rakyat kepada raja bukan lagi karena kehendak Tuhan seperti yang diajarkan teori kedaulatan Tuhan, melainkan kehendak rakyat sendiri yang dituangkannya (baik secara tegas maupun secara diam-diam) dalam bentuk perjanjian yang tentu saja mengikat untuk ditaati atau dipenuhi.
  3. Tetapi meskipun demikian, kehendak Tuhan masih juga diakui  sebagai dasar bagi timbulnya “wewenang”  bagi rakyat untuk membentuk negara berikut pemerintahannya, dengan jalan menjanjikannya untuk taat kepada raja. Tetapi tentu saja kehendak Tuhan dalam hal ini tidak lagi menjadi sebab langsung seperti pada konsepsi pemerintahan menurut ajaran teori kedaulatan Tuhan, melainkan hanya sebagai sebab yang tidak langsung saja.
  4. Namun, dengan berjanjinya rakyat untuk taat kepada raja, meskipun raja itu pada mulanya dipilih dan diangkat oleh rakyat sendiri, kehendak raja yang menjadi kekuasaan itu tetap berlaku mutlak atas rakyat untuk ditaati sebagai Hukum Raja.

Jadi, menurut teori kedaulatan raja, hukum itu ditaati oleh orang karena hukum itu adalah perwujudan dari kehendak raja yang secara mutlak harus ditaati oleh seluruh rakyat, berdasarkan perjanjian taat yang diadakan oleh rakyat dan raja sendiri. Adapun contoh perwujudan teori kedaulatan raja adalah :
  1. Kekuasaan raja-raja yang otoriter pada zaman dahulu.
  2. Yang paling terkenal adalah kekuasaan raja-raja Perancis yang sangat absolut di bawah pimpinan Louis XVI yang memicu terjadinya Revolusi Perancis.



Teori kedaulatan rakyat


Macam-Macam Teori Kedaulatan atau Ajaran Kedaulatan


Teori kedaulatan rakyat atau teori perjanjian masyarakat atau teori perjanjian sosial menyatakan bahwa :
  1. Yang berdaulat memegang kekuasaan tertinggi di dalam negara itu bukan raja seperti yang diajarkan pada teori kedaulatan raja, melainkan rakyat yang bersangkutan sendiri.
  2. Teori kedaulan rakyat lahir dari adanya perjanjian antara rakyat dengan rakyat atau antarwarga masyarakat, yang telah berjanji untuk bersama-sama membangun negara.
  3. Adapun yang menjadi hukum dalam negara ialah hukum yang harus berdasarkan demokrasi, yang harus diterapkan secara langsung dan mutlak, jadi tidak ada lagi keputusan raja seperti pada konsepsi negara menurut ajaran teori kedaulatan raja melainkan pada keputusan rakyat.
  4. Sedangkan keputusan rakyat tersebut dihasilkan dari “volonte generale”, yaitu kehendak mayoritas yang penerapannya dipilih menurut suara terbanyak.
  5. Volonte generale itu berlaku mutlak sebagai hukum yang mempunyai kekuatan mengikat atau daya paksa untuk ditaati semua orang, yang secara konsepsionil dapat dianggap sebagai jiwa undang-undang.
  6. Dengan demikian pemerintah atau penguasa (raja dan sebagainya) hanyalah orang yang diberi kuasa atau didelegasikan kekuatan oleh rakyat untuk mengatur negara, berdasarkan hukum yang berlandaskan pada kemauan rakyat (mayoritas), jadi bukan lagi pada kehendak penguasa. Akibatnya dengan demikian dapat diharapkan bahwa tidak akan mungkin lagi penguasa dapat bersifat otoriter dan absolut, mengingat kunci segala hukum terletak pada kehendak rakyat terbanyak.

Jadi, menurut teori kedaulatan rakyat, hukum itu ditaati karena merupakan perwujudan keinginan rakyat banyak, karena telah menjadi hukum sebagaimana mereka janjikan bersama berarti harus mereka taati pula sendiri.

Sebagai contoh perwujudan teori kedaulatan rakyat ini misalkan forma-forma pemerinahan tuan-tuan tanah/ para bangsawan atau para penguasa rumah tangga tertutup pada zaman dahulu telah mulai menerapkan dan menanamkan  kehidupan yang demokratis kepada warganya.


Teori kedaulatan Negara


Teori kedaulatan negara mengajarkan bahwa :
  1. Yang berdaulat atau memegang kekuasaan tertinggi dalam suatu negara ialah pemerintahan negara tersebut, atas dasar pemikiran hukum alam yang menyatakan bahwa yang kuat (negara) menguasai yang lemah (rakyat).
  2. Jadi sebagai pihak yang kuat, negara dapat memaksakan kehendaknya secara sepihak kepada rakyat dan rakyat harus selalu menaatinya karena kehendak negara tersebutlah menjadi sumber kekuasaannya, yang umumnya telah berwujud sebagai undang-undang atau adat istiadat atau kebiasaan yang telah diakui oleh undang-undang sebagai sumber hukum yang mempunyai kekuatan hukum mengikat.
  3. Negara yang memegang kekuasaan itu bukanlah hasil ciptaan atau bentukan manusia seperti yang diajarkan oleh teori-teori perjanjian tadi, melainkan negara itu hasil ciptaan alam.

Jadi, menurut teori kedaulatan negara, hukum itu ditaati oleh orang karena hukum itu merupakan pengejawantahan dari kehendak negara yang merupkan sumber utama bagi kekuatan mengikatnya hukum tersebut.

Negara sendiri harus dipandang sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri, yang mempunyai lembaga-lembaga perlengkapan untuk melaksanakan kehendaknya (lembaga legislative, eksekutif dan yudikatif). Contohnya adalah pemerintahan nazi di Jerman.


Teori kedaulatan hukum


Teori kedauatan hukum mengajarkan bahwa :
  1. Yang berdaulat dalam negara adalah hukum negara yang bersangkutan, bukan pemerintahannya.
  2. Adapun sumber kekuasaan atau sumber daya ikat dari hukum itu  ialah perasaan hukum dan kesadaran hukum tiap-tiap warga masyarakat di dalamnya berakar norma-norma kehidupan yang menjadi hukum yang berlaku.
  3. Di samping sebagai kekuatan mengikat dari huku, perasaan hukum dan kesadaran hukum tersebut pula yang menjadi sumber bagi lahirnya hukum positif, yang di samping mengatur kehidupan para warga juga mengatur tata cara pemerintahan dan segala kewenangan negara.
  4. Adapun perasaan dan kesadaran hukum warga yang dijadikan pedoman untuk dituangkan sebagai hukum tersebut adalah perasaan dan kesadaran hukum mayoritas atau perasaan dan kesadaran hukum yang terbanyak dianut oleh warga masyarakat hukum yang bersangkutan.

Jadi, menurut teori kedaulatan hukum, hukum ditaati oleh masyarakat karena hukum itu merupakan pengejawantahan dan penuangan dari perasaan dan kesadaran hukum mayoritas warga sendir sehingga sudah pasti selaras dengan perasaan dan kesadaran hukum mayoritas warga yang bersangkutan.  Dalam 

Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam teori kedaulatan yang meliputi teori kedaulatan Tuhan, teori kedaulatan raja, teori kedaulatan rakyat, teori kedaulatan negara dan teori kedaulatan hukum. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

loading...
Blog, Updated at: 06.40

0 komentar:

Posting Komentar