Pembagian Hukum atau Klasifikasi Hukum

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 14 Agustus 2016

loading...

Hukum mempunyai ruang lingkup dan aspek yang sangat luas, sehingga untuk memahami hukum, maka dilakukan pembagian hukum atau klasifikasi hukum atau penggolongan hukum. Dalam klasifikasi hukum, ada banyak pendapat dari sarjana hukum terkemuka. 

Pada kesempatan ini, akan dijelaskan mengenai klasifikasi hukum atau pembagian hukum atau penggolongan hukum yang ada di dalam buku C.S.T. Kansil berjudul “Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia”.


Klasifikasi hukum menurut sumbernya dapat dibagi menjadi :
  1. Hukum undang-undang (wettenrecht) adalah hukum yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan.
  2. Hukum kebiasaan (Adat) atau gewoonte en adat recht, adalah hukum yang terletak di dalam peraturan kebiasaan dan adat.
  3. Hukum traktat (tractaten recht), yaitu hukum yang terbentuk dalam perjanjian internasional.
  4. Hukum yurisprudensi (yurisprudensi recht), adalah hukum yang dibentuk dalam keputusan hakim.
  5. Hukum ilmu (doktrin), adalah hukum yang dikonsepsikan oleh kalangan ilmuwan hukum. Atau dengan kata lain hukum yang bersumber dari pendapat para sarjana hukum atau pakar hukum terkemuka yang berasal dari doktrin.


Menurut bentuknya, pembagian hukum ada 2, yaitu :
  1. Hukum tertulis atau statute law atau written law, yaitu hukum yang tercantum dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Hukum tertulis ini ada yang terkodifikasi seperti KUHP, KUH Perdata, KUHAP, dan KUHD. Ada pula yang tidak terkodifikasi seperti undang-undang tentang hak merek, peraturan pemerintah dan keputusan presiden.
  2. Hukum tidak tertulis (unwritten law) adalah hukum yang hidup di dalam keyakinan masyarakat dan keberlakuannya ditaati sebagai kaedah hukum. Hukum ini disebut juga hukum kebiasaan.

pembagian hukum atau klasifikasi hukum



Pembagian hukum menurut tempat berlakunya yaitu :
  1. Hukum nasional yaitu hukum yang hanya berlaku dalam suatu wilayah negara tertentu.
  2. Hukum internasional adalah hukum yang mengatur hubungan hukum antara negara yang satu dengan negara yang lain (hubungan internasional).
  3. Hukum asing, yaitu hukum yang berlaku di negara lain jika dipandang dari suatu negara tertentu.
  4. Hukum gereja, adalah kumpulan norma yang ditetapkan oleh gereja untuk para anggotanya.

Pembagian hukum menurut waktu berlakunya yaitu :
  1. Ius constitutum atau hukum positif adalah hukum yang sedang belaku pada masa kini di suatu daerah tertentu.
  2. Ius constitendum, yaitu hukum yang diharapkan bisa berlaku di masa yang akan datang.
  3. Ius natural atau hukum alam atau hak asasi adalah hukum yang berlaku selamanya, untuk siapa saja, dan di mana saja.

Klasifikasi hukum menurut cara mempertahankannya adalah :
  1. Hukum materiil, yaitu hukum yang memuat peraturan yang mengatur kepentingan dan hubungan yang berwujud perintah dan larangan. Contoh : hukum pidana, hukum perdata, hukum Islam, Hukum dagang, dan lain-lain.
  2. Hukum formal, adalah hukum yang mengatur bagaimana cara melaksanakan dan mempertahankan hukum materiil. Contoh : hukum acara pidana, hukum acara perdata, hukum acara PTUN, dan sebagainya.

Penggolongan hukum menurut sifatnya yaitu :
  1. Hukum yang memaksa (dwingend recht atau imperative), yaitu hukum yang dalam keadaan konkret harus ditaati. Atau hukum yang tidak boleh tidak harus dilaksanakan atau diikuti oleh para pihak. Dengan kata lain hukum yang secara a priori harus ditaati.
  2. Hukum yang bersifat mengatur atau hukum yang menambah atau hukum pelengkap (aanvullend recht atau regelend recht atau fakultatif) adalah hukum yang dalam keadaan konkret dapat dikesampingkan oleh perjanjian yang diadakan oleh para pihak. Atau hukum yang secara a priori tidaklah mengikat atau wajib dipatuhi.

Pembagian hukum menurut wujudnya yaitu :
  1. Hukum objektif, adalah hukum dalam suatu negara yang berlaku umum dan tidak mengenal orang atau golongan tertentu. Hukum ini hanya menyebut peraturan hukum saja yang mengatur hubungan antara dua orang atau lebih.
  2. Hukum subjektif, yaitu suatu hukum yang timbul dari hukum objektif dan berlaku terhadap seseorang tertentu atau lebih. Hukum ini disebut juga hak.

Pembagian hukum menurut isinya dapat dibagi menjadi :
  1. Hukum privat (hukum sipil), yaitu hukum yang mengatur kepentingan pribadi. Atau hukum yang mengatur hubungan-hubungan hukum  antara orang yang satu dengan orang yang lainnya dengan menitikberatkan pada kepentingan perseorangan. Seperti hukum perdata dan hukum dagang.
  2. Hukum public (hukum negara), yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat kelengkapan atau hubungan antara negara dengan perseorangan. Contoh hukum pidana atau hukum tata negara.

Demikianlah penjelasan mengenai pembagian hukum atau klasifikasi hukum atau penggolongan hukum. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 22.15

0 komentar:

Posting Komentar