Pengertian Benda sebagai Objek Hukum

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 12 Agustus 2016

Loading...

Pengertian objek hukum secara umum adalah segala sesuatu yang berguna bagi subjek hukum (manusia dan badan hukum), dan dapat menjadi pokok/ objek suatu hubungan hukum, karena hal itu dapat dikuasai oleh subjek hukum.

Sebagai contoh, jika A dan B melakukan jual beli mobil. Maka, mobil tersebut dikatakan sebagai objek hukum. Hal ini disebabkan karena mobil tersebut berguna bagi A dan B, dan menjadi pokok hubungan jual beli A dan B.

Biasanya objek hukum adalah benda atau zaak. Pengetahuan tentang benda atau zaak terdapat secara luas pada Buku II KUH Perdata tentang hukum kebendaan atau zaken-recht yang berasal dari hukum barat.

Yang mungkin menjadi pertanyaan adalah “bisakah manusia menjadi objek hukum ?” jika kita masih hidup di zaman perbudakan, maka manusia bisa menjadi objek hukum yang bisa diperjual belikan dan dimiliki.

Di era modern, manusia tidak bisa menjadi objek hukum karena hal itu dianggap melanggar hak asasi manusia. Dengan demikian, satu-satunya yang bisa menjadi objek hukum hanyalah benda, termasuk juga ternak dan binatang lainnya.

Benda menurut Pasal 499 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) ialah tiap-tiap barang dan tiap-tiap hak, yang dapat dikuasai oleh hak milik. Menurut ilmu pengetahuan hukum, benda dapat diartikan dalam arti luas dan dalam arti sempit.

Benda dalam arti luas adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki oleh orang. Pengertian ini meliputi benda-benda yang dapat dilihat, seperti meja, kursi, jam tangan, motor, computer, mobil, dan sebagainya, dan benda-benda yang tidak dapat dilihat, yaitu berbagai hak seperti hak tagihan, hak cipta, dan lain-lain.

Adapun benda dalam arti sempit adalah segala benda yang dapat dilihat, menurut Pasal 503 KUH Perdata, bahwa benda itu dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Benda berwujud, yaitu  segala sesuatu yang dapat dilihat dan diraba dengan panca indera, seperti gelas, mobil, motor, tanah, tas, helm, dan lain-lain.
  2. Benda tidak berwujud, yaitu semua hak, contohnya adalah hak cipta, hak merek, hak guna usaha, dan lain-lain.

Selanjutnya, di dalam Pasal 504 KUH Perdata, benda dapat dibagi lagi menjadi dua, yaitu :
  1. Benda bergerak (benda tidak tetap), yaitu benda yang dapat dipindahkan.
  2. Benda tetap (benda tidak bergerak), yaitu benda yang tidak dapat dipindahkan.

Benda bergerak dapat dibedakan sebagai berikut :
  1. Menurut sifatnya adalah benda yang dapat dipindahkan (Pasal 509 KUH Perdata) misalnya buku, botol, mobil, televise, meja, dan lain-lain.
  2. Menurut ketentuan undang-undang tergolong sebagai benda yang tidak dapat dipindahkan, yaitu hak-hak yang melekat atas benda bergerak (Pasal 511 KUH Perdata) seperti hak memungut hasil atas benda bergerak, hak memakai atas benda bergerak, saham-saham perusahaan, piutang-piutang.

Adapun benda tidak bergerak (tetap) dapat juga dibedakan sebagai berikut :
  1. Menurut sifatnya, benda tersebut tidak dapat dipindahkan, seperti tanah, dan segala yang melekat di atasnya seperti rumah, bangunan, pohon, dan lain-lain.
  2. Menurut tujuannya, benda itu juga tidak dapat dipindahkan, karena dilekatkan pada benda tidak bergerak sebagai benda pokok untuk tujuan tertentu, misalnya mesin-mesin yang dipasang di pabrik, tujuannya untuk dipakai tetap dan tidak berpindah-pindah.
  3. Menurut ketentuan undang-undang, benda tersebut juga tidak dapat bergerak, ialah hak-hak yang melekat atas benda-benda tidak bergerak (Pasal 508 KUH Perdata) seperti hipotik, crediet verband, hak pakai atas benda tidak bergerak, hak memungut hasil atas benda tidak bergerak.

pengertian benda sebagai objek hukum


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian benda sebagai objek hukum. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 06.35

0 komentar:

Posting Komentar