Proses Sosial Asosiatif : Pengertian Kerja Sama, Akomodasi, Asimilasi dan Akulturasi

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 06 Agustus 2016

loading...

Proses sosial asosiatif adalah proses sosial yang cenderung untuk bersatu dan meningkatkan solidaritas di antara anggota kelompok. Bentuk-bentuk proses sosial asosiatif meliputi  kerja sama, akomodasi, asimilasi dan akulturasi. Berikut ini adalah penjelasan mengenai bentuk-bentuk proses sosial asosiatif :


Pengertian dan Bentuk Kerja sama (Cooperation)


Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang per orangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Kerja sama berawal dari kesamaan orientasi. Kerja sama akan bertambah erat jika ada tindakan yang menyinggung kesetiaan secara tradisional atau institusional yang telah tertanam. Kerja sama dapat menghasilkan sesuatu yang kontruktif (membangun) tetapi kemungkinan bisa juga destruktif (merusak). Kerja sama dapat bersifat agresif jika suatu kelompok mengalami kekecewaan dalam jangka waktu lama akibat rintangan-rintangan dari luar kelompok.

Kerja sama dapat berbentuk sebagai berikut :
  1. Kerja sama spontan, yaitu kerja sama secara serta merta.
  2. Kerja sama langsung, yaitu kerja sama sebagai hasil dari perintah atasan kepada bawahan atau pengusaha terhadap rakyatnya.
  3. Kerja sama kontrak, yaitu kerja sama atas dasar syarat-syarat tertentu atau kesepakatan tertentu yang telah disepakati bersama.
  4. kerja sama tradisional, yaitu kerja sama sebagian atau unsur-unsur tertentu dari sistem sosial.


Adapun faktor-faktor yang menunjang terjadinya kerja sama antara lain sebagai berikut :
  1. Masing-masing memiliki tujuan yang sama.
  2. Mereka sadar akan pentingnya bekerja sama.
  3. Mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk membuat rencana.
  4. Mereka mempunyai pengetahuan yang cukup dan pengendalian diri yang memadai untuk memenuhi kepentingan-kepentingan melalui kerja sama.

proses sosial asosiatif


Dalam praktiknya di masyarakat, kerja sama ada tiga bentuk, yaitu bargaining, co-optation, dan coalition. Bargaining yaitu pelaksanaan  mengenai pertukaran barang-barang atau jasa-jasa antara dua organisasi atau lebih. Co-optation yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan. Coalition, yaitu kombinasi antara dua organisasi atau lebih yang memilki tujuan yang sama.


Pengertian Akomodasi dan Bentuk-Bentuk Akomodasi


Akomodasi adalah suatu proses sosial asosiatif di mana dalam mencapai tujuan pihak lawan diharapkan tidak saling menghancurkan. Akomodasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu pertentangan, entah dengan cara menghargai kepribadian yang berkonflik, atau dengan cara paksaan.

Bentuk-bentuk ekomodasi antara lain sebagai berikut :
  1. Koersi, yaitu suatu bentuk akomodasi yang terjadi melalui pemaksaan kehendak dari pihak yang satu kepada pihak lain yang lemah. Dengan kata lain dalam koersi terjadi dominasi suatu kelompok atas kelompok lain.
  2. Kompormi, yaitu suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang terlibat perselisihan saling mengurangi tuntutan agar tercapai suatu penyelesaian.
  3. Arbitrasi, yaitu suatu bentuk akomodasi jika para pihak yang bertikai tidak mampu menyelesaikan masalah, maka merka mengundang pihak ketiga untuk menyelesaikan perselisihat tersebut.
  4. Mediasi, yaitu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi, namun pihak yang menyelesaikan masalah lebih netral.
  5. Konsoliasi yaitu keinginan untuk mencapai tujuan bersama dengan cara mempertemukan pihak-pihak yang berselisih.
  6. Toleransi, yaitu bentuk akomodasi tanpa persetujuan yang resmi. Kadang-kadang toleransi terjadi tanpa sadar, karena adanya keinginan dari perselisihan  yang merugikan semua pihak.
  7. Stalemate, yaitu suatu bentuk akomodasi apabila kelompok yang bertikai mempunyai kekuatan seimbang sehingga tidak ada penyelesaian akhirnya berhenti.
  8. Ajudikasi, yaitu penyelesaian masalah melalui jalur hukum.



Pengertian asimilasi dan faktor yang mempengaruhi asimilasi


Asimilasi adalah suatu proses sosial asosiatif dalam taraf lanjutan dengan mengurangi perbedaan-perbedaan yang ada. Proses sosial ini biasanya muncul dalam hal budaya. Misalnya perbedaan budaya Barat dengan budaya Indonesia, sehingga sulit terjadi komunikasi. Untuk mencairkan suasana tersebut, asimilasi dalam bentuk perkawinan cocok dipakai sebagai salah satu penyelesaian.

Asimilasi dapat terjadi dengan baik apabila ada faktor toleransi satu sama lain, adanya sikap saling menghargai, adanya perkawinan, dan adanya sikap terbuka. Hasil dari asimilasi adalah semakin tipisnya batas perbedaan antara individu dalam satu kelompok.

Asimilasi adalah proses sosial asosiatif dalam tahap lanjut, artinya asimilasi terjadi setelah melewati tahap kerja sama dan akomodasi. Suatu asimilasi ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang dan kelompok. Asimilasi menghasilkan semakin tipisnya perbedaan antara individu dalam suatu kelompok.

Asimilasi dapat terbentuk jika mempengaruhi tiga persyaratan berikut :
  1. Terdapat sejumlah kelompok yang memilki kebudayaa berbeda.
  2. Terjadi pergaulan antarindividu atau kelompok yang secara intensif dan dalam waktu yang relative lama.
  3. Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut :
  1. Toleransi di antara sesame kelompok yang berbeda kebudayaan.
  2. Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.
  3. Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dalam kebudayaan yang dibawanya.
  4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa di dalam masyarakat.
  5. Persamaan dalam unsur kebudayaan universal.
  6. Perkawinan antarkelompok yang berbeda budaya.
  7. Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan-kekuatan masing-masing untuk menghadapi musuh tersebut.


Sedangkan faktor-faktor yang menghalangi asimilasi adalah sebagai berikut :
  1. Kelompok yang terisolasi/terasing.
  2. Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi.
  3. Prasangka negative terhadap kebudayaan baru.
  4. Perasaan bahwa kebudayaan yang satu lebih tinggi dari pada kebudayaan yang lain.
  5. Perbedaan ciri-ciri fisik.
  6. Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
  7. golongan minoritas mengalami gangguan oleh kelompok penguasa (mayoritas).



Pengertian akulturasi


Akultrasi adalah proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok, tanpa menghilangkan kepribadian kebudayaan aslinya. Contohnya music Melayu bertemu music Spanyol menghasilkan musik keroncong.

Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam proses sosial asosiatif yang meliputi kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi. Semoga bermanfaat.
  

loading...
Blog, Updated at: 05.23

0 komentar:

Posting Komentar