Proses Sosial Disosiatif : Pengertian Persaingan (Competition), Kontravensi (Contravention), Pertikaian dan Konflik

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 06 Agustus 2016

loading...

Proses sosial disosiatif seringkali disebut proses oposisi, yang berarti proses yang cenderung ke arah perpecahan dan merenggangkan solidaritas antara anggota kelompok. Bentuk-bentuk proses sosial disosiatif antara lain adalah persaingan, kontravensi, pertikaian dan konflik. Berikut ini adalah penjelasan mengenai proses sosial disosiatif tersebut.


Persaingan (Competition)


Persaingan adalah suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.

Persaingan merupakan suatu proses sosial disosiatif yang terjadi saat ada pihak yang saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan dilakukan dengan norma dan nilai yang diakui bersama dan berlaku pada masyarakat tersebut. Persaingan yang disertai dengan kekerasan dan ancaman dinamakan dengan persaingan tidak sehat. Persaingan yang dilakukan secara sehat disebut fair play.

Fungsi persaingan adalah sebagai berikut :
  1. Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntuk dipenuhi, padahal sulit dipenuhi secara serentak.
  2. Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat terutama kepentingan dan nilai yang menimbulkan kelompok.
  3. Menyeleksi individu yang pantas memperoleh kedudukan serta  peranan yang sesuai dengan kemampuannya.



Kontravensi (Contravention)


Kontravensi merupakan bentuk proses sosial disosiatif yang ditandai oleh ketidakpastian, keraguan, penolakan, dan penyangkalan yang tidak diungkapkan secara terbuka.

Kontravensi merupakan sikap menetang secara tersembunyi agar tidak menimbulkan perselisihan secara terbuka. Bentuk-bentuk kontravensi antara lain sebagai berikut :
  1. Kontravensi umum, misalnya mengancam pihak lawan, protes.
  2. Kontravensi sederhana, misalnya menyangkal pernyataan orang di depan umum.
  3. Kontravensi intensif, misalnya menyebarkan gossip, menghasut.
  4. Kontravensi rahasia, misalnya berkhianat atau membocorkan rahasia.
  5. Kontravensi taktis, misalnya mengejutkan lawan, provokasi, intimidasi.



Pertikaian


Pertikaian adalah proses sosial disosiatif yang disebabkan semakin tajamnya perbedaan antara kalangan tertentu di dalam masyarakat. Pertikaian merupakan bentuk lanjutan dari kontravensi.


Konflik


Proses Sosial Disosiatif : Pengertian Persaingan (Competition), Kontravensi (Contravention), Pertikaian dan Konflik


Konflik adalah proses sosial disosiatif di mana orang per orang atau kelompok berusaha untuk memenuhi keinginannya dengan cara menentang pihak lawan.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya konflik antara lain sebagai berikut :
  1. Kondisi-kondisi, seperti dominasi politik, eksploitasi ekonomi, dan perkembangan ekonomi.
  2. Kondisi-kondisi intelektual, seperti idealisme, pragmatisme, naturalisme,  dan evolusi sosial.
  3. Kondisi-kondisi biografi, seperti kelas bawah, riwayat pendidikan, dan karir politik dan akademik.


Adapun faktor-faktor penyebab konflik antara lain sebagai berikut :
  1. Perbedaan individu yang mencakup perasaan dan pendirian.
  2. Perbedaan latar belakang kebudayaan.
  3. Perbedaan kepentingan antara individu dan kelompok menyangkut bidang ekonomi, sosial dan politik.
  4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak.


Macam-macam konflik yang dapat terjadi antara lain sebagai berikut :
  1. Konflik dalam peranan sosial, misalnya konflik antara peran dalam keluarga dan profesi.
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial.
  3. Konflik antara kelompok yang terorganisir.
  4. Konflik antara satuan nasional.
  5. Konflik antarnegara atau negara dengan organisasi internasional.


Konflik merupakan proses sosial disosiatif yang tajam. Konflik akan membawa akibat positif apabila masalah yang dipertentangkan dan kalangan yang saling bertentangan memang konstruktif, yakni sama-sama dilandasi kepentingan masyarakat yang lebih baik.

Akibat konflik adalah sebagai berikut :
  1. Meningkatkan solidaritas sesame anggota kelompok yang mengalami konflik dengan kelompok lain.
  2. Keretakan hubungan antara anggota kelompok, misalnya akibat konflik antarsuku.
  3. Perubahan kepribadian pada individu, misalnya muncul rasa benci dan saling curiga akibat perang.
  4. Kerusakan harta benda dan hilangnya nyawa manusia.
  5. Dominasi bahkan penaklukkan salah satu pihak yang terlibat konflik.


Demikianlah penjelasan mengenai bentuk-bentuk proses sosial disosiatif yang meliputi persaingan , kontravensi, pertikaian dan konflik. Semoga bermanfaat. 

loading...
Blog, Updated at: 05.27

0 komentar:

Posting Komentar