Syarat-Syarat Interaksi Sosial

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 07 Agustus 2016

Loading...


Interaksi sosial dilakukan dengan beberapa syarat karena tidak semua tindakan manusia dikenal sebagai interaksi sosial. Adapun syarat interaksi sosial adalah kontak, tindakan sosial, dan komunikasi. Berikut ini adalah penjelasan masing-masing syarat-syarat interaksi sosial tersebut.


Kontak


Secara etimologis kontak berasal dari bahasa Latin “con” atau “cum” yang artinya bersama-sama, dan “tango” yang artinya menyentuh. Secara sederhana kontak dapat diartikan menyentuh. Kontak sosial adalah salah satu syarat interaksi sosial yang bisa menghasilkan interaksi sosial baik positif ataupun negative.

Macam-macam kontak antara lain :

1. Kontak primer


Kontak primer adalah hubungan awal dalam sebuah komunikasi. Kontak primer terjadi apabila pihak-pihak yang berkepentingan secara langsung bertemu atau bertatap muka. Contoh : penjual dan pembeli, guru dan murid, atau dua orang yang sedang berpacaran.

2. Kontak sekunder


Kontak sekunder merupakan kontak yang terjadi melalui media, atau perantara dan biasanya tidak bertatap muka secara langsung. Pesan lewat sms, atau bertelepon merupakan contoh dari kontak sekunder.

Kontak sekunder langsung, merupakan kontak yang dilakukan antara komunikator dengan komunikasi secara langsung tetapi melalui media telepon.

Kontak sekunder tidak langsung, merupakan kontak yang dilakukan antara komunikan dengan komunikator secara tidak langsung karena melalui perantara, media, atau alat bantu lain yang keduanya tidak bisa langsung melakukan komunikasi atau  kontak. Contoh : melalui surat, perantara, pihak ketiga, dan sebagainya.

3. Kontak positif


Kontak atau hubungan ketika menghasilkan kerjasama ke arah yang positif maka dikenal dengan nama kontak positif.

4. Kontak negative


Sebuah hubungan ketika menghasilkan  sesuatu yang merusak, memecah belah, atau negative maka dapat dikategorikan dalam konak negative.


syarat interaksi sosial


Tindakan sosial


Tindakan sosial adalah salah satu syarat interaksi sosial lainnya. Tidak semua tindakan manusia dapat digolongkan dalam tindakan sosial. Tindakan sosial hanya akan terjadi apabila seseorang tersebut tindakannya berkaitan dengan orang lain.

Seseorang yang sedang melamun atau menyanyi di kamar mandi tidak dapat dikategorikan sedang melakukan tindakan sosial. Jadi, tindakan sosial adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang mempengaruhi maksud orang lain untuk mencapai tujuantertentu. Oleh karena itu tindakan sosial merupakan syarat untuk berhubungan dengan orang lain.


Tindakan rasional instrumental


Tindakan rasional instrumental adalah tindakan sosial yang dilakukan oleh seseorang dengan mempertimbangkan antara cara dan tujuan yang hendak dicapai. Tindakan ini dilakukan dengan pemikiran yang matang. Misalnya : pemilihan pasangan hidup, pemilihan jurusan di perguruan tinggi ataupun pilihan karir.


Tindakan rasional berorientasi nilai


Tindakan rasional berorientasi nilai adalah tindakan yang memperhatikan manfaat  dan tujuan merupakan sesuatu yang sangat penting dan dianggap baik dan benar, sehingga dapat diketahui bahwa tindakan rasional berorientasi nilai adalah tindakan yang memperhatikan cara namun sedikit mengabaikan cara. Contoh  tindakan rasional berorientasi nilai adalah beribadah.


Tindakan tradisional


Tindakan tradisional adalah tindakan sosial yang dilakukan dengan memperhitungkan kebiasaan atau tradisi sebelumnya. Cara dan tujuan jarang sekali diperhatikan. Contoh tindakan ini adalah upacara adat, nyadran, dan tindakan sosial lain.


Tindakan afektif


Tindakan yang memperhitungkan perasaan dan emosi yang dikenal dengan tindakan afektif. Contoh tindakan afektif misalnya sedih karena kalah lomba, menangis haru karena mendapatkan hadiah, dan sebagainya.



Komunikasi


Komunikasi adalah syarat interaksi sosial yang terakhir. Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan atau informasi dari satu pihak (individu atau kelompok) kepada kelompok lain (individu atau kelompok) menggunakan simbol-simbol.

Simbol dalam komunikasi bisa berupa apa saja yang oleh penggunanya diberi makna tertentu, bisa berupa kata-kata, benda, suara, warna, gerakan anggota badan/isyarat. Sebagaimana pengertian simbol yang dikemukakan oleh ahli Antropologi Amerika Serikat bernama  Leslie White dalam The Evolution of Culture (1959), bahwa simbol adalah sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan oleh mereka yang mempergunakannya.

Nilai dan makna tersebut tidak ditentukan oleh sifat-sifat yang secara intrinsic terdapat di dalam bentuk fisiknya. Proses komunikasi dinyatakan berhasil apabila simbol-simbol yang digunakan dipahami bersama oleh pihak-pihak yang terlibat , baik komunikator (pihak yang menyampaikan pesan) dan komunikan (pihak yang menerima pesan)

Demikianlah penjelasan mengenai syarat-syarat interaksi sosial. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 05.30

0 komentar:

Posting Komentar