Bela Negara sebagai Hak dan Kewajiban Warga Negara

Posted by Ensikloblogia on Senin, 31 Oktober 2016

loading...

Seluruh rakyat Indonesia harus sadar akan tanggung jawabnya, sadar akan hak dan kewajibannya, serta secara sadar akan peranannya sebagai manusia yang dapat berpartisipasi dalam pembangunan. Kesadaran ini perlu dibina secara dini, dikembangkan pada setiap kehidupan, baik di lingkungan kehidupan pendidikan, pekerjaan, maupun lingkungan pemukiman. Dalam hal memasyarakatkan hak dan kewajiban warga negara sebagai bentuk upaya bela negara diselenggarakan pendidikan pendahuluan bela negara.

Pendidikan pendahuluan bela negara bukan pendidikan kemiliteran, melainkan merupakan penanaman jiwa dan semangat nasional, penanaman jiwa patriotik, serta penanaman jiwa militansi bagi pembangunan bangsa. Pembangunan bangsa adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seluruh bangsa guna meningkatkan taraf hidup bangsa pada taraf yang lebih tinggi, lebih makmur, lebih sentosa, lebih sejahtra dan lebih aman.

Pendidikan pendahuluan bela negara sebagai sebagai wahana perekat bangsa yang bertujuan meniadakan segala bentuk ancaman, mencegah disintegrasi bangsa, dan menumbuhkembangkan jati diri bangsa Indonesia yang memiliki martabat, kecintaan kepada tanah air, serta kerelaan berkorban untuk negara.

Selain itu, warga negara juga juga perlu memiliki disiplin, ulet, dan menaati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, percaya akan kemampuan sendiri, serta memiliki jiwa dan semangat pantang menyerah dalam menghadapi segala kesulitan untuk mencapai cita-cita perjuangan bangsa.


Bela Negara sebagai Hak dan Kewajiban Warga Negara


Setiap bangsa dan negara di dunia ini senantiasa berusaha untuk  mewujudkan cita-cita dan kepentingan nasionalnya. Demikian juga dengan Bangsa Indonesia. Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke empat, tujuan bangsa Indonesia adalah membentuk suatu pemerintahan negara untuk melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.

Guna menjamin tetap tegaknya NKRI dan kelangsungan hidup bangsa dan negara, sumber daya manusia menjadi titik sentral yang perlu dibina dan dikembangkan sebagai potensi bangsa yang mampu melaksanakan pembangunan maupun mengatasi segala bentuk ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Salah satu upaya pembinaan potensi sumber daya manusia agar mampu menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dapat dilakukan melalui pembelaan negara.

Dalam mempertahankan tetap tegaknya negara Indonesia, kita perlu mengetahui tentang wawasan kebangsaan. Konsep wawasan kebangsaan telah mengalami banyak perubahan. Lebih dari itu, berbagai perkembangan dalam bidang teknologi, kependudukan, dan peradaban telah menyebabkan munculnya masyarakat global yang ditandai oleh berbagai macam budaya dalam semua aspek kehidupan. Hal ini membuat kita akan menghadapi sekurang-kurangnya tiga tantangan utama sebagai berikut :
  1. Keharusan Indonesia untuk mampu mengikuti dinamika dan kemajuan bangsa laidi wilayah Asia Pasifik, padahal bangsa ini sedang dalam perkembangannya yang amat dinamis.
  2. Kemampuan untuk mengambil manfaat sebaik-baiknya dari potensi kekayaan alam yang terdapat di wilayah nasional bagi kepentingan rakyat Indonesia umumnya
  3. Pertambahan penduduk yang terus berjalan dengan cukup cepat. Salah satu akibat dari adanya pertambahan penduduk itu adalah peningkatan angkatan kerja yang besar.

Ketiga tantangan tersebut memiliki hubungan satu sama lain yang saling mempengaruhi. Ketidakmampuan Indonesia untuk mengikuti dinamika dan kemajuan bangsa lain akan berpengaruh amat besar pada kondisi dalam negeri, sedangkan bangsa lain yang lebih mampu dan dinamis akan mengambil manfaatnya.

Akibatnya, kita harus hidup dalam alam yang rusak bahkan akan mengalami sejarah penjajahan kembali, sekalipun dalam bentuk lain. Akibat ketidakmampuan untuk mengimbangi peningkatan angkatan kerja dengan penciptaan kesempatan kerja, kita dihadapkan pada pengangguran yang tidak kecil. Gejolak sosial ini akan mempengaruhi keadaan politik dan keamanan.

Melihat perkembangan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini, rasanya cukup berat melihat beban negara ini dalam menghadapi persoalan, baik menyangkut bidang politik, ekonomi, mapun menurut aspek sosial lain. Terlebih dalam menghadapi berbagai bentuk tantangan dan ancaman terhadap keutuhan wilayah kedaulatan negara.

Memang, pada mulanya masih atau hanya bersifat fisik, tetapi pada saat ini sudah berkembang menjadi sifat multidimensi yang bersumber dari permasalah ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama, maupun keamanan yang banyak kaitannya dengan kejahatan internasional.

Kejahatan internasional itu seperti terorisme, narkoba, imigran gelap, dan pencurian sumber daya alam. Di sisi lain akibat dari berbagai faktor menyebabkan adanya kecenderungan masyarakat kita akan menipisnya rasa cita tanah air, menurunnya jiwa patriotism dan nasionalisme, serta rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Nah, salah satu cara untuk mengatasi persoalan bangsa tersebut adalah dengan membangkitkan kembali kesadaran kita pada semangat persatuan bangsa, nasionalisme, maupun patriotism melalui upaya bela negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Adapun cara yang kita lakukan sebagai wujud pelaksanaan hak dan kewajiban kita dalam upaya bela negara adalah sebagai berikut :
  1. Menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak.
  2. Menanamkan kecintaan terhadap tanah air melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat.
  3. Berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata.
  4. Meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum.
  5. Menjunjung tinggi hak asasi manusia.
  6. Meningkatkan mental spiritual agar dapat menangkal pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. 


loading...
Blog, Updated at: 13.30

0 komentar:

Posting Komentar