Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 25 Oktober 2016

loading...

Bentuk-bentuk perubahan sosial budaya dapat dibedakan menjadi perubahan sosial budaya berdasarkan kecepatan perubahan, berdasarkan besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan, dan berdasarkan ada tidaknya perencanaan kehidupan.

Bentuk perubahan sosial budaya berdasarkan kecepatan perubahan


Bentuk perubahan sosial budaya berdasarkan kecepatan perubahan terbagi menjadi 2, yaitu perubahan yang terjadi dalam waktu yang lama dan perubahan yang terjadi dalam waktu yang singkat.

Perubahan sosial budaya yang terjadi dalam waktu yang lama, di mana terdapat suatu rentetan perubahan-perubahan kecil yang saling mengikuti dengan lambat, dinamakan evolusi.

Pada evolusi, perubahan sosial budaya terjadi dengan sedirinya, tanpa suatu rencana atau suatu kehendak tertentu.perubahan-perubahan tersebut terjadi oleh karena usaha-usaha masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan keperluan-keperluan, keadaan-keadaan, dan kondisi baru, yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. 

Rentetan perubahan-perubahan tersebut tidak perlu sejalan dengan rentetan peristiwa dalam sejarah-sejarah masyarakat yang bersangkutan.

Selain itu, perubahan sosial budaya juga bisa berlangsung dengan sangat cepat. Perubahan yang sangat cepat inilah yang disebut dengan revolusi. Kita bisa melihat bagaimana revolusi industrri di Inggris yang mengubah masyarakat pertanian Inggris menjadi kekuatan besar ekonomi dunia, atau revolusi Perancis yang mengubah Kerajaan Perancis menjadi Republik Perancis.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya
Di dalam revolusi, perubahan-perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih dahulu maupun tanpa rencana. Secara sosiologis, agar suatu revolusi dapat terjadi maka diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
  1. Harus ada keinginan umum untuk mengadakan suatu perubahan. Di dalam masyarakat harus ada perasaan tidak puas kepada keadaan, dan harus ada suatu keinginan untuk mencapai perbaikan dengan perubahan keadaan tersebut.
  2. Adanya seorang pemimpin atau sekelompok orang yang dianggap mampu memimpin masyarakat tersebut.
  3. Pemimpin tersebut dapat menampung keinginan-keinginan tersebut, untuk kemudian merumuskan serta menegaskan rasa tidak puas dari masyarakat, untuk dijadikan program dan arah bagi geraknya masyarakat.
  4. Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan suatu tujuan pada masyarakat. Artinya adalah bahwa tujuan tersebut yang terutama karena sifatnya konkret dan dapat dilihat oleh masyarakat.
  5. Harus ada momentum untuk melakukan revolusi, yaitu suatu saat di mana segala keadaan dan faktor adalah baik sekali untuk memulai dengan gerakan revolusi.



Bentuk perubahan sosial budaya berdasarkan besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan


Berdasarkan besar kecilnya pengaruh yang ditimbulkan, perubahan sosial budaya terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Perubahan sosial budaya yang kecil pengaruhnya, yaitu perubahan-perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contohnya adalah perubahan pada selera fashion masyarakat, atau fenomena Selfie dan demam Pokemon Go.
  2. Perubahan sosial budaya yang besar pengaruhnya, yaitu perubahan-perubahan pada unsur struktur sosial yang membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Contohnya adalah suatu proses industrialisasi pada masyarakat yang agraris, yang terjadi di Inggris tahun 1700-an. Berbagai lembaga kemasyarakatan akan terpengaruh olehnya, seperti hubungan kerja, sistem kepemilikan tanah, hubungan-hubungan keluarga, stratifikasi masyarakat dan seterusnya.



Bentuk perubahan sosial budaya berdasarkan ada tidaknya perencanaan perubahan


Berdasarkan ada tidaknya perencanaan, maka perubahan sosial budaya dapat dibagi menjadi perubahan yang dikehendaki dan perubahan sosial budaya yang tidak dikehendaki.

Perubahan  yang dikehendaki (intended-change) atau perubahan yang direncanakan (planned change) merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncakanan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang hendak mengadakan perubahan di dalam masyarakat.

Pihak-pihak yang mengkehendaki diadakannya perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan.

Suatu perubahan yang dikehendaki atau direncanakan selalu berada di bawah pengawasan agent of change tersebut. Cara-cara untuk mempengaruhi masyarakat dengan sistem yang teratur dan direncanakan terlebih dahulu, dinamakan social engineering atau sering pula dinamakan social planning.

Selain itu, ad ajuga perubahan sosial budaya yang tidak dikehendaki (unintended change) atau perubahan sosial budaya yang tidak direncanakan (unplanned change) yaitu perubahan-perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki serta berlangsung dari luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan oleh masyarakat.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai bentuk-bentuk perubahan sosial budaya. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kita semua. 

loading...
Blog, Updated at: 02.44

0 komentar:

Posting Komentar