Pengertian Alga atau Ganggang , Klasifikasi Alga dan Contoh Alga

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 30 Oktober 2016

Loading...

Alga atau ganggang memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis. Alga biasanya hidup di air tawar, air laut, serta tempat basah dan tempat lembab di darat. Alga atau ganggang ada yang hidup melayang di dalam air atau disebut fitoplankton dan ada juga yang menempel di dasar laut yang disebut bentos. Ada pula ganggang yang hidup menempel pada kulit pohon , tembok, atap genting, atau tempat lain yang lembab.

Tubuh alga atau ganggang ada yang terdiri dari banyak sel, ada pula yang terdiri dari satu sel. Ganggang bersel banyak mempunya banyak bentuk, misalnya bersekat-sekat dan tidak bercabang, berbentuk lembaran, dan ada pula yang menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Ganggang yag bersel satu ada yang hidup sendiri-sendiri dan ada pula yang berkoloni.

Perkembangbiakan alga ada yang secara vegetatif da nada yang secara generatif.  Perkembangbiakan secara generatif atau kawin dilakukan oleh ganggang secara konjugasi atau pembuahan sel telur oleh spermatozoid. Sedangkan perkembagbiakan vegetatif atau tidak kawin pada alga dilakukan dengan cara pembelahan diri.

Berdasarkan struktur tubuh dan warna yang dimiliki, alga atau ganggang digolongkan menjadi empat kelas, yaitu Chlorophyceae atau alga hijau, Phaeophyceae atau alga cokelat, Rhodophyceae atau alga merah, dan Chrysophyceae atau alga pirang.


Pengertian Alga atau Ganggang , Klasifikasi Alga dan Contoh Alga

Chlorophyceae (ganggang hijau)


Alga hijau mempunyai pigmen zat hijau daun atau klorofil dan pigmen kuning atau karoten. Alga ini biasanya berwarna hijau sampai hijau kekuningan. Tubuh ganggang hijau ada yang terdiri atas satu sel dan ada yang terdiri dari banyak sel dan membentuk koloni. Sebagian besar alga hijau hidup di air tawar. Akan tetapi ada pula yang hidup di air laut dan tempat lembab. Ganggang hijau sering dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Contoh alga hijau antara lain adalah Chlorella, Spirogyra, volvox sp., dan Chlamydomonas.


Pheophyceae ( Ganggang cokelat )


Tubuh ganggang cokelat terdiri dari banyak sel dan berbentuk lembaran atau benang yang panjangnya dapat mencapai 80 meter. Alga cokelat mempunyai klorofil dan pigmen fukoxantin yang menyebabkan ganggang ini berwarna cokelat. Alga cokelat dimanfaatkan sebagai sumber vitamin, yodium, kalium, dan zat gula. Dengan kandungan zat tersebut, alga cokelat dimanfaatkan sebagai makanan ternak, pupuk, bahan obat-obatan, industri es krim, industri tekstil, dan industri cat. Contoh ganggang cokelat antara lain adalah Sargassum dan Fucus.


Rhodonophyceae (Ganggang merah)


Alga merah biasanya hidup di laut. Beberapa jenis alga merah bahkan tumbuh beberapa puluh meter di bawah permukaan air. Tubuh ganggang merah terdri atas banyak sel.  Ganggang merah memiliki banyak zat hijau daun dan pigmen warna merah atau fikoeritrin. Alga merah banyak dikonsumsi karena merupakan bahan baku pembuatan agar-agar. Contoh alga merah antara lain adalah Euchema, Gracilaria, Corallina, dan lain-lain.


Chrysophyceae (Ganggang Pirang)


Alga pirang atau alga kersik juga disebut diatomeae. Alga kersik terdiri atas satu sel. Dinding selnya terdiri atas zat silica atau kersik. Alga pirang dibagi dalam tiga kelompok, yaitu ganggang hijau kuning, ganggang cokelat emas, dan diatom yang merupakan kelompok terbesar dalam ganggang pirang. Alga kersik hidup di air tawar dan air laut. Alga ini juga mempunyai klorofil. Bangkai alga pirang yang mengendap di dasar laut atau sungai menjadi tanah diatom yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik, pasta gigi, bahan penggosok perak dan tembaga, bahan penyekat panas, dinamit, serta penyaring cairan.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian ganggang atau alga dan klasifikasi ganggang serta manfaat alga dalam kehidupan. Semoga bermanfaat. 

Loading...
Blog, Updated at: 22.19

0 komentar:

Posting Komentar