Pengertian Alur, Penokohan atau Perwatakan dan Latar sebagai Unsur Intrinsik Cerpen

Posted by Ensikloblogia on Selasa, 18 Oktober 2016

Loading...

Cerpen dibentk dari unsur-unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik cerpen meliputi tokoh, penokohan atau perwatakan, alur, tema, dan amanat. Namun, pada kesempatan ini hanya dijelaskan saja mengenai pengertian alur dan macam-macam alur, pengertian penokohan dan pengertian latar dalam cerpen.


Pengertian alur dalam cerpen


Alur merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa tersebut saling berhubungan secara runtut sehingga terjalin sebuah cerita yang bulat. Jenis-jenis alur dalam cerpen adalah alur maju atau progresif, alur sorot balik atau regresif, dan alur gabungan.

Alur maju adalah alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerpen secara kronologis. Cerita diawali dengan tahap pengantar hingga tahap penyelesaian.

Alur sorot balik adalah alur dalam cerpen yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerita secara terbalik. Cerita tidak dimulai dari tahap pengantar. Cerita dimulai dari tahap penampilan masalah, puncak keterangan, atau penyelesaian. Alur sorot balik disebut juga alur flash back.

Sedangkan alur gabungan merupakan campuran antara alur maju dengan alur flashback dalam cerpen.

Tahapan alur sebuah cerita dibagi atas beberapa bagian seperti berikut :
  1. Pengantar, berupa lukisan keadaan yang menuntun pembaca untuk mengikuti jalan cerita.
  2. Penampilan masalah, menceritakan persoalan yang dihadapi pelaku dalam cerita cerpen.
  3. Puncak ketegangan, menggambarkan masalah dalam cerpen yang sudah semakin mengkhawatirkan dan semakin gawat.
  4. Ketegangan menurun, yaitu masalah yang ada telah diatasi secara berangsur-angsur.
  5. Penyelesaian, dimana masalah telah diatasi oleh pelaku utama dalam cerpen.

pengertian alur, penokohan dan latar


Pengertian penokohan atau perwatakan cerpen


Penokohan atau perwatakan atau karakterisasi dalam cerpen adalah pemberian sifat pada pelaku-pelaku dalam cerita. Sifat yang diberikan itu tercermin dalam pikiran dan perbuatan, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu. Sifat inilah yang membedakan antara satu tokoh dengan tokoh lainnya. 

Ada dua macam metode yang digunakan pengarang cerpen untuk menampilkan sifat tokoh, yaitu dengan metode analitik dan metode dramatik.

Dalam metode analitik, pengarang secara langsung memaparkan sifat tokoh dengan menyebutkan sifat-sifatnya. Misalnya pemarah, penakut, sombong, pemalu dan keras kepala.

Dalam metode dramatik, pengarang secara tidak langsung menampilkan karakter tokoh dalam cerpennya. Akan tetapi hal itu dilakukan dengan cara penggambaran fisik berupa cara berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut dan lain-lain. Bisa juga dengan cara penggambaran melalui percakapan, baik yang dilakukan oleh tokoh itu sendiri atau tokoh lain. Ataupun melalui teknik reaksi tokoh lain yang berupa pandangan, pendapat, sikap, atau komentar.


Pengertian latar dalam cerpen


Latar mempunyai pengertian keterangan, baik mengenai waktu, ruang, maupun suasana terjadinya peristiwa atau cerita. Latar berhubungan erat dengan pelaku atau tokoh dalam suatu peristiwa. Oleh sebab itu, latar sangat mendukung jalannya cerita. Latar dalam cerpen terbagi atas latar waktu, latar ruang, dan latar suasana.

Latar waktu adalah keterangan mengenai kapan peristiwa dalam cerpen itu terjadi. Misalnya pada pagi hari, siang hari atau malam hari. Latar waktu juga mengacu pada bulan, musim, tahun, atau periode sejarah.

Latar tempat atau ruang adalah latar yang menunjukkan tempat suatu kejadian atau peristiwa terjadi. Contoh latar tempat antara lain di rumah, di Jakarta, di jalan raya, di dalam pesawat, dan lain-lain.

Latar suasana adalah latar yang menggambarkan suasana peristiwa yang terjadi. Suasana yang digambarkan dalam latar suasana cerpen misalnya adalah suasana gembira, sedih, atau romantis.

Cerpen mengandung nilai-nilai yang berguna dan dapat dijadikan panutan bagi pembacanya. Nilai adalah sifat-sifat dalam cerpen yang sangat penting bagi kemanusiaan atau kehidupan sehari-hari. Contoh nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai moral, kasih saying, pendidikan, etika, persahabatan, sosial kemasyarakatan, religious, dan kemanusiaan.

Demikianlah penjelasan mengenai unsur intrinsik cerpen berupa latar, alur, dan penokohan atau perwatakan. Semoga bermanfaat.   

Loading...
Blog, Updated at: 21.24

0 komentar:

Posting Komentar