Pengertian Perubahan Sosial Budaya dan Teori Perubahan Sosial Budaya

Posted by Ensikloblogia on Senin, 17 Oktober 2016

loading...

Pengertian perubahan sosial budaya


Perubahan sosial adalah suatu keadaan di mana terjadi ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang ada dalam kehidupan sosial yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Sedangkan perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan di mana terjadi ketidak sesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai pengertian perubahan sosial budaya, maka berikut ini adalah beberapa pengertian perubahan sosial budaya menurut para ahli.

Pengertian perubahan sosial budaya menurut Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, perubahan sosial (social exchange) adalah perubahan dalam segi struktur sosial dan hubungan sosial, sedangkan perubahan budaya mencakup perubahan dalam segi budaya masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan, definisi perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat yang memperngaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok masyarakat.

Sedangkan menurut Kingsley Davis, pengertian perubahan sosial budaya adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat, misalnya timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya, sehingga menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.

Unsur-unsur sosial dalam masyarakat meliputi nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola perikelakuan, organisasi, susunan lembaga-lembaga kemasyarakatan, lapisan-lapisan dalam masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, dan hubungan sosial.

Sedangkan unsur-unsur kebudayaan dikenal sebagai tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem ekonomi dan mata pencaharian, sistem religi dan kesenian.


Pengertian Perubahan Sosial Budaya dan Teori Perubahan Sosial Budaya


Teori-teori perubahan sosial budaya


Ada beberapa teori terkait perubahan sosial budaya, yaitu teori evolusioner, teori siklus, teori fungsional, dan teori konflik. Berikut ini penjelasan singkat mengenai teori-teori perubahan sosial budaya tersebut.


Teori evolusioner


Teori evolusioner menjelaskan bahwa perubahan sosial memiliki arah yang tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Setiap masyarakat akan melalui tahapan perubahan yang sama, mulai dari tahap perkembangan awal menuju tahap perkembangan terakhir. Jika tahap terakhir ini telah tercapai, maka perubahan evolusioner pun akan berakhir.


Teori siklus


Teori siklus menjelaskan bahwa perubahan sosial di dalam masyarakat juga melalui suatu tahapan seperti halnya teori evolusioner, namun proses peralihan masyarakat itu tidak berakhir pada tahap terakhir yang sempurna, melainkan berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya.


Teori fungsional


Teori ini menganggap bahwa perubahan sosial budaya itu sebagai sesuatu yang konstan atau tetap dan mengacaukan keseimbangan masyarakat. Proses pengacauan ini akan berhenti jika perubahan yang terjadi telah menyatu atau terintegrasi dengan kebudayaan suatu masyarakat. Pengintegrasian itu akan terjadi jika perubahan yang dialami oleh masyarakat yang bersangkutan dianggap bermanfaat (fungsional), sedangkan perubahan lain yang terbukti tidak berguna akan ditolak.


Teori konflik


Teori konflik menganggap bahwa perubahan sosial budaya itu terjadi karena adanya konflik di dalam masyarakat. Jadi, teori ini menilai bahwa yang konstan itu adalah konfliknya, bukan perubahannya. Jika konflik berlangsug terus maka perubahan pun akan terus demikian pula. Konflik antar kelompok dan kelas sosial akan melahirkan perubahan berikutnya. Hal ini disebabkan karena perubahan yang terjadi setelah konflik menunjukkan keberhasilan suatu kelompok atau kelas tertentu dalam memenangkan konflik tersebut. Kelompok yang menang akan melaksanakan kehendaknya sendiri untuk mengubah sistem yang pernah dianut kelompok lain.


Sifat dan ciri perubahan sosial budaya


Perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat memiliki sifat sebagai berikut :
1. Merupakan hal yang wajar
2. Mesti harus terjadi
3. Gejala yang bersifat umum
4. Selama masih ada masyarakat mesti akan mengalami perubahan
5. Menarik, menyolok, atau hanya biasa-biasa saja
6. Ada yang pengaruhnya terbatas, atau berpengaruh luas
7. Bisa lambat bisa cepat
8. Bisa diamati atau sama sekali tidak disadari.

Proses-proses perubahan sosial budaya yang terjadi dapat diketahui dengan adanya ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Tidak ada masyarakat yang terhenti perkembangannya, oleh karena setiap masyarakat mengalami perubahan-perubaha yang terjadi secara lambat atau cepat.
  2. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu, akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga sosial lainnya. Karena lembaga-lembaga sosial tadi sifatnya independen, maka sulit sekali mengisolasi perubahan pada lembaga-lembaga sosial tertentu, proses yang dimulai dan proses-proses selanjutnya merupakan suatu mata rantai.
  3. Perubahan-perubahan sosial yang cepat, biasanya menyebabkan terjadinya disorganisasi yang sementara sifatnya di dalam proses penyesuaian diri. Disorganisasi tersebut akan diikuti oleh suatu reorganisasi yang mencakup pemantapan kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang baru.
  4. Perubahan-perubahan tidak bisa dibatasi pada bidang kebendaan atau bidang spiritual saja, oleh karena kedua bidang tersebut mempunyai kaitan timbal balik yang sangat kuat.
  5. Secara tipologis maka perubahan-perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai proses sosial, segmentasi, perubahan structural, dan perubahan dalam struktur kelompok.



Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial Budaya


Bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi di dalam masyarakat antara lain sebagai berikut :
  1. Perubahan yang terjadi secara lambat (seperti evolusi masyarakat tradisional ke masyarakat modern) dan perubahan yang terjadi secara cepat (seperti revolusi industri).
  2. Perubahan yang pengaruhnya kecil (seperti perubahan mode, gaya rambut, fashion, dan lain-lain) dan perubahan yang pengaruhnya besar.
  3. Perubahan yang dikhendaki (intended change) atau perubahan yang direncanakan (planned change), misalnya pembangunan dan perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change) atau perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change).



Faktor pendorong perubahan sosial budaya


Adapun beberapa faktor yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya yaitu :
  1. Kontak dengan kebudayaan lain
  2. Sistem pendidikan formal yang maju
  3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
  4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (deviation) yang bukan merupakan delik
  5. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat (open stratification)
  6. Penduduk yang heterogen
  7. Ketidakpuasan masyarakat dalam bidang-bidang tertentu dalam kehidupan



Faktor penghambat perubahan sosial budaya 


Faktor-faktor yang menghambat perubahan sosial budaya antara lain sebagai berikut :
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain
2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional
4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam sangat kuat (vested interest)
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada intergrasi kebudayaan
6. Prasangka terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup
7. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis


Faktor penyebab perubahan sosial budaya


Faktor penyebab perubahan sosial budaya dibedakan menjadi faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal adalah faktor penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari dalam masyarakat sedangkan faktor eksternal adalah faktor penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari luar masyarakat.

Faktor internal yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya antara lain :
1. Bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk
2. Adanya penemuan-penemuan baru
3. Adanya pertentangan atau konflik
4. Adanya pemberontakan atau revolusi dalam tubuh masyarakat itu sendiri

Faktor eksternal yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial budaya yaitu :
1. Faktor lingkungan alam fisik
2. Peperangan
3. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain

Demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian perubahan sosial budaya serta teori-teori perubahan sosial budaya. Semoga bermanfaat.

loading...
Blog, Updated at: 05.22

0 komentar:

Posting Komentar