Pengertian Pestisida dan Macam-Macam Pestisida, Kegunaan serta Dampaknya bagi Kehidupan

Posted by Ensikloblogia on Senin, 24 Oktober 2016

Loading...

Pengertian pestisida


Bahan kimia jenis pestisida memiliki hubungan yang sangat erat dengan masyarakat terutama yang hidup sebagai petani. Pestisida adalah zat yang digunakan untuk memberantas hama tanaman sehingga tidak mengganggu hasil produksi pertanian.

Pestisida termasuk semua jenis obat meliputi zat atau bahan kimia pembasmi hama yang ditujukan untuk melidungi  tanaman dari hewan-hewan pengganggu ataupun gulma seperti serangga, jamur, bakteri, virus, bekicot, dan nematode (cacing).


Macam-macam pestisida


Petisida yang biasa digunakan para petani dapat digolongkan menurut fungsi dan sasaran penggunaannya. Berikut ini adalah macam-macam pestisida yang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari terutama untuk masyarakat golongan petani.


Insektisida


Insektisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas serangga, seperti belalang, kepik, wereng, dan ulat. Beberapa jenis insektisida juga dipakai untuk memberantas sejumlah serangga yang ada di rumah, perkantoran, atau gudang. Contoh insektisida adalah basudin, basminon, tiodan, dikloroinil dimenil fosfat dan dianzon. Jenis insektisida yang paling umumkita lihat adalah obat nyamuk semprot yang mungkin ada di rumah kita.


Fungisida


Fungisida yaitu jenis pestisida yang dipakai untuk memberantas dan mecegah pertumbuhan jamur atau cendawan. Bercak yang ada pada daun, karat daun, busuk daun dan cacar daun disebabkan oleh serangan jamur.  Beberapa contoh fungisida adalah tembaga oksilorida,  tembaga (I) oksida, karbendazim, organomerkuri dan natrium dikromat.


Pengertian Pestisida dan Macam-Macam Pestisida, Kegunaan serta Dampaknya bagi Kehidupan

Baktierisida


Bakterisida adalah salah satu macam pestisida yang digunakan untuk memberantas bakteri atau virus. Pada umumnya, tanaman yang sudah terserang bakteri akan sulit untuk disembuhkan. Oleh karena itu bakterisida biasanya diberikan kepada tanaman yang masih sehat agar tidak terserang penyakit. Salah satu contoh bakterisida adalah tetramcyn sebagai pembunuh virus CPVD yang menyerang tanaman jeruk.


Rodentisida


Rodentisida adalah salah satu macam pestisida yang digunakan untuk memberantas hama pengerat tanaman seperti tikus. Rodentisida dipakai dengan cara mencampurkannya dengan makanan kesukaan tikus. Dalam meletakkan umpan tersebut harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai dimakan oleh hewan lain atau bahkan manusia. Contoh jenis rodentisida adalah warangan.


Nematisida


Nematisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk memberantas hama tanaman jenis cacing (nematoda). Hama jenis cacing biasanya menyerang akar dan umbi tanaman. Pestisida jenis ini dapat merusak tanaman, sehingga agar bisa digunakan dengan aman, maka nematisida harus ditaburkan tiga minggu sebelum musim tanam dimulai. Contoh pertisida jenis ini adalah DD, vapam, dan dazomet.


Herbisida


Herbisida adalah jenis pestisida yang digunakan untuk membasmi tanaman pengganggu (gulma), seperti alang-alang, rerumputan dan eceng gondok. Contoh dari herbisida adalah ammonium sulfonat dan pentaklorofenol.


Dampak penggunaan pestisida


Penggunaan pestisida memberikan banyak dampak negatif, baik bagi kesehatan manusia maupun bagi kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan sesuai dengan aturan. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan akibat penggunaan pestisida adalah :
  1. Terjadinya penggumpalan pestisida (akumulasi) dalam tubuh manusia karena beberapa jenis pestisida sulit terurai. Pestisida yang terserap dalam tanaman akan terdistribusi ke dalam akar, batang, daun dan buah. Jika tanaman ini dikonsumsi oleh manusia atau hewan, maka pestisidanya akan terakumulasi dalam tubuh sehingga bisa memunculkan berbagai resiko penyakit bagi kesehatan, baik hewan maupun manusia.
  2. Munculnya spesies baru yang lebih tahan terhadap pestisida. Oleh karena itu, diperlukan dosis pemakaian pestisida yang lebih tinggi atau pestisida yang lebih kuat daya basminya. Jika sudah demikian, maka risiko pencemaran akibat pemakaian pestisida akan semakin besar baik terhadap hewan maupun lingkungan, termasuk juga manusia sebagai pelakunya.

Karena  banyaknya dampak negative dari pestisida itu, maka penyimpanan dan penggunaan pestisida harus dilakukan dengan hati-hati, sesuai dengan petunjuk yang ada. Untuk mengurangi penggunaan pestisida dapat dilakukan dengan cara menggunakan pestisida alami atau pestisida yang dibuat dari bahan-bahan alami. 

Misalnya, air rebusan batang dan daun tomat dapat dipakai sebagai  pestisida untuk memberantas ulat dan lalat hijau. Selain itu, masih ada juga tumbuhan lain yang dapat berperan sebagai pestisida, seperti tanaman mindi, bunga mentega, rumput mala, tuba, kunir, dan kucai.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian pestisida, jenis-jenis pestisida, dan dampak penggunaan pestisida terhadap manusia dan lingkungan. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 02.33

0 komentar:

Posting Komentar