Pengertian Transmigrasi, Jenis-Jenis Transmigrasi, Tujuan Transmigrasi serta Dampak Positif dan Negatif Transmigrasi

Posted by Ensikloblogia on Senin, 31 Oktober 2016

Loading...

Pengertian transmigrasi


Pengertian transmigrasi secara umum adalah perpindahan penduduk dari salah satu pulau untuk menetap di pulau lain yang berada di wilayah Republik Indonesia untuk kepentingan pembangunan negara atau alasan-alasan lain yang dipandang perlu oleh pemerintah.

Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda dari daerah Kedu ke daerah Lampung sebanyak 155 keluarga. Istilah transmigrasi pada zaman Belanda dinamakan kolonisasi.

Penyelenggaraan transmigrasi oleh pemerintah Indonesia baru dimulai tahun 1950 dan sampai sekarang pelaksanaannya terus berlanjut. Transmigrasi terutama ditujukan untuk wilayah yang padat penduduknya di Pulau Jawa dan Bali atau bagi penduduk yang terkena proyek pembangunan, seperti proyek Bendungan Gajahmungkur Wonogiri, Karangates dan lain sebagainya.


pengertian transmigrasi dan jenis transmigrasi

Jenis-jenis transmigrasi


Berdasarkan pelaksanaannya, jenis-jenis transmigrasi di Indonesia dibedakan menjadi :
  1. Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah.
  2. Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah yang sifatnya khusus dengan tujuan tertentu. Misalnya transmigrasi yang dilakukan pada penduduk yang terkena bencana alam dan daerahnya tidak aman untuk didiami lagi, transmigrasi anggota ABRI yang memasuki masa pensiun, tranmigrasi mantan pejuang, dan sebagainya.
  3. Transmigrasi spontan atau transmigrasi swakarsa adalah jenis transmigrasi yang dilakukan oleh penduduk atau kemauan dan biaya sendiri dengan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah berupa lahan garapan seluas dua hektar dan lain-lain.
  4. Trasmigrasi swakarya yaitu transmigrasi yang sebagian biayanya ditanggung oleh pemerintah, sedangkan untuk pembukaan lahan ditanggung oleh transmigran.
  5. Transmigrasi local, yaitu transmigrasi yang terdiri dari satu daerah ke daerah lainnya dalam satu provinsi.
  6. Transmigrasi bedol desa, yaitu perpindahan penduduk meliputi seluruh penduduk beserta kepala desa dan perangkat desa  ke daerah lain. Transmigrasi ini terjadi karena desa mereka secara keseluruhan terkena proyek pembangunan penting.
  7. Transmigrasi sektoral, yaitu perpindahan penduduk yang biasanya ditanggung bersama oleh pemerintah daerah tujuan transmigrasi.

Daerah asal transmigrasi di Indonesia terutama Pulau Jawa, Madura, Bali, Lombok, sedangkan daerah tujuan transmigrasi adalah Pulau Sumatera kecuali Lampung, Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Maluku.


Tujuan transmigrasi


Tujuan transmigrasi antara lain sebagai berikut :
  1. Pemerataan dan persebaran penduduk.
  2. Peningkatan taraf hidup para transmigran di daerah transmigrasi.
  3. Pengolahan sumber daya alam yang selama ini belum tersentuh di daerah baru (daerah transmigrasi).
  4. Penyediaan lapangan kerja bagi para transmigran di daerah transmigrasi.
  5. Pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
  6. Peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa.
  7. Peningkatan pertahanan dan keamanan nasional.



Dampak positif transmigrasi


Sebagaimana telah diuraikan pada tujuan transmigrasi, maka dampak positif dari transmigrasi adalah :
  1. Termanfaatkannya lahan-lahan pertanian yang disebabkan oleh datangnya transmigran ke daearah-daerah yang kekurangan tenaga kerja untuk mengolah lahan yang masih luas.
  2. Meningkatnya taraf hidup para transmigran yang sebelumnya hidup miskin dengan adanya lahan untuk diolah.
  3. Berkurangnya pegangguran terutama bagi mereka yang ditransmigrasikan. Para transmigran yang sebelumnya sulit memperoleh pekerjaaan kini memperoleh kesempatan kerja yang luas karena tersediannya lapangan kerja di bidang pertanian.
  4. Meningkatnya produksi, terutama di bidang pertanian. Hal ini disebabkan daerah-daerah yang selama ini memiliki lahan kosong kini telah memiliki pengolah.
  5. Terjadinya pemerataan penduduk dengan dilaksanakannya pemindahan transmigran ke daerah-daerah yang penduduknya masih jarang.



Dampak negatif transmigrasi


Selain memiliki dampak positif, transmigrasi juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif transmigrasi antara lain adalah :
  1. Dana yang diperlukan untuk melakukan transmigrasi sangat besar sehingga berpotensi untuk meningkatkan pengeluaran keuangan negara.
  2. Terjadinya kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran. Bila hal ini tidak diatasi dengan baik, maka bisa menimbulkan terjadinya konflik yang tidak diinginkan.
  3. Buruknya citra transmigrasi yang disebabkan oleh beberapa orang yang tidak betah tinggal di tempat baru kemudian kembali ke tempat asalnya.
  4. Ketidakseimbangan luas lahan yang tersedia dengan jumlah orang yang ditransmigrasikan. Hal ini akan menyebabkan dana besar yang dikeluarkan untuk proses transmigrasi menjadi sia-sia.


Adapun upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak negatif transmigrasi adalah sebagai berikut :
  1. Penerapan transmigrasi spontan atau swakarsa karena biaya ditanggung oleh para transmigran sedangkan pemerintah hanya menyediakan lahan sehingga memperkecil biaya yang dikeluarkan pemerintah.
  2. Pemberian penyuluhan dan bantuan yang hampir sama kepada masyarakat setempat daerah tujuan transmigrasi untuk menghindari adanya konflik horizontal.
  3. Melakukan seleksi ketat terhadap calon transmigran agar nantinya yang terpilih untuk melakukan transmigrasi hanyalah orang-orang yang telah siap secara mental maupun fisik.
  4. Penyiapan lahan transmigrasi dengan baik serta sesuai pula dengan jumlah penduduk yang ditransmigrasikan.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian transmigrasi, jenis-jenis transmigrasi, tujuan transmigrasi, dampak positif dan negatif transmigrasi serta cara mengatasinya. Semoga bermanfaat. 

Loading...
Blog, Updated at: 04.53

0 komentar:

Posting Komentar