Perkembangan Hak Asasi Manusia (HAM) di Dunia

Posted by Ensikloblogia on Jumat, 14 Oktober 2016

Loading...

Setiap manusia yang ada di seluruh dunia memiliki derajat dan martabat yang sama. Untuk itu, berdasarkan hak asasi manusia, maka setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berusaha melindungi hak asasinya dari adanya tindakan pelanggaran oleh manusia lain yang dapat merugikan kelangsungan hak asasinya.

Dalam kaitan hak asasi di atas, maka adalah hal yang wajar, rasional, serta perlu mendapatkan dukungan yang nyata bagi setiap manusia yang berpikir dan berjuang untuk memperoleh hak asasinya di manapun dia berada. Sejarah telah mencatat beberapa monument yang berupa piagam sebagai bentuk penghargan atas pemikiran/perjuangan dalam memperoleh pengakuan hak asasi manusia dari pemerintah atau negara.

Berikut ini adalah beberapa perkembangan pemikiran dan perjuangan hak asasi manusia yang menggambarkan perkembangan hak asasi manusia (HAM) di dunia.


Magna Charta (Piagam Agung 1215)


Piagam Magna Charta ini adalah piagam penghargaan atas pemikiran dan perjuangan hak asasi manusia (HAM) yang dilakukan oleh rakyat Inggris kepada Raja John yang berkuasa pada tahun 1215. Isi Piagam Magna Charta ini antara lain :

  1. Rakyat Inggris menuntut kepada raja agar berlaku adil kepada rakyat.
  2. Menuntut raja apabila melanggar harus dihukum (didenda) berdasarkan kesamaan  dan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukannya.
  3. Menuntut raja menyampaikan pertanggung jawaban kepada rakyat.
  4. Menuntut raja untuk segera menegakkan hak dan keadilan bagi rakyat.



Bill of Rights (Undang-Undang Hak 1689)

Perkembangan hak asasi manusia di dunia selanjutnya ditandai dengan ditandatanganinya Bill of Rights. Bill of Rights adalah piagam rakyat kepada penguasa negara atau pemerintah di Inggris pada tahun 1689. Inti dari tuntutan yang diperjuangkannya adalah “rakyat Inggris menuntut agar diberlakukan sama di muka umum (equality before the law), sehingga tercapai kebebasan.

Implikasi dari adanya tuntutan ini memberi inspirasi kepada para ahli untuk menciptakan teori yang berkenaan dengan kesamaan hak yang diperjuangkan di atas. Para ahli yang mengemukakan teori tersebut adalah J.J Rousseau dalam teori Kontrak Sosial, Montesquieu dengan teori Trias Politica, John Locke dengan teori Hukum Kodrati, dan F.D. Roosevelt dengan teori Lima Kebebasan Dasar Manusia yang dicanangkan.

Declaration Des Droits de L’homme et du Citoyen (Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara Perancis tahun 1789)

Deklarasi ini menyatakan bahwa hak asasi manusia dan hak warga negara Perancis. Isi deklarasi ini adalah :

  1. Manusia dilahirkan merdeka.
  2. Hak milik dianggap suci dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun.
  3. Tidak boleh ada penangkapan dan penahana n dengan semena-mena atau tanpa alasan yang sah serta surat izin dari pejabat yang berwenang.



Bill of Rights (UU Hak Virginia 1789)


Undang-Undang ini menjadi tonggak perkembangan hak asasi manusia di dunia, khususnya di Amerika. Undang-Undang Hak Virginia 1789 juga dimasukkan dalam UUD Amerika Serikat tahun 1791. Dikenal juga sebagai The Bill of Rights ini merupakan UU HAM Amerika Serikat, merupakan amandemen tambahan terhadap konstitusi Amerika Serikat yang diatur secara tersendiri dalam 10 pasal tambahan, meskipun secara prinsip hal mengenai HAM telah termuat dalam deklarasi kemerdekaan (declaration of independence) Amerika Serikat.


Piagam Atalantic Charter


Piagam ini merupakan kesepakatan antara F.D. Roosevelt dan Churchil pada tanggal 14 Agustus 1941. Isinya adalah “bahwa selenyapnya kekuasaan Nazi yang zalim itu akan tercapai suatu keadaan damai yang memungkinkan tiap-tiap negara hidup dan bekerja sama dengan aman menurut batas-batas wilayahnya masing-masing serta jaminan kepada setiap manusia suatu kehidupan yang bebas dari rasa takut dan kesengsaraan”

F.D. Roosevelt menyebutkan lima kebebasan dasar manusia, yakni : bebas dari rasa takut )freedom from fear), bebas memeluk agama (freedom of religion), bebas menyatakan pendapat/ perasaan (freedom of expression), bebas dalam hal pemberitaan (freedom of information), bebas dari kekurangan/ kemelaratan (freedom from want)

perkembangan hak asasi manusia di dunia

Declaration of Human Rights PBB


Perkembangan hak asasi manusia di dunia mencapai puncaknya pada Declaration of Human Rights PBB. Piagam PBB lahir pada tanggal 12 Desember 1948, di Jenewa yang merupakan usul serta kesepakatan seluruh anggota PBB.

Isi pembukaan Declaration of Human Rights mencakup 20 hak yang diperoleh manusia. Maksud dan tujuan PBB mendeklerasikan hak asasi manusia seperti tertuang dalam pembukaannya :

  1. Hendak menyelamatkan keturunan manusia yang ada dan yang akan dating dari bencana perang.
  2. Meneguhkan sikap dan keyakinan tentang HAM yang asasi, tentang harkat dan derajat manusia, dan tentang persamaan kedudukan antara laki-laki dan perempuan, juga antara bangsa yang besar dan kecil.
  3. Menimbulkan suasana di mana keadilan dan penghargaan atas berbagai kewajiban yang muncul dari segala perjanjian dan lain-lain hukum internasional menjadi dapat dipelihara.


Demikianlah penjelasan mengenai perkembangan hak asasi manusia di dunia. Semoga bermanfaat.

Loading...
Blog, Updated at: 22.57

0 komentar:

Posting Komentar