Sistem Organ pada Tumbuhan, Hewan dan Manusia

Posted by Ensikloblogia on Minggu, 23 Oktober 2016

Loading...

Sistem organ merupakan kumpulan beberapa organ yang saling bekerja sama untuk melaksanakan fungsi-fungsi tertentu pada tubuh makhluk hidup, misalnya sistem pernapasan, sistem pencernaan, dan sistem pengeluaran.

Sistem organ pada tumbuhan memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan sistem organ pada hewan dan manusia. Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai sistem organ pada tumbuhan, hewan dan manusia.


Sistem organ tumbuhan


Sistem organ pada tumbuhan pada umumnya terdiri atas sistem-sistem sebagai berikut :
  1. Sistem pengangkutan, sistem organ tumbuhan ini meliputi pembuluh kayu dan pembuluh tapis yang terdapat pada berkas pembuluh yang terletak di akar, batang, dan daun.
  2. Sistem pernapasan, meliputi organ stomata (mulut daun) dan sistem pembuluh pengangkut.
  3. Sistem reproduksi (perkembangbiakan), meliputi organ putik, benang sari, bakal buah dan bakal biji.



Sistem organ pada hewan dan manusia


sistem organ pada hewan dan manusia


Sistem organ hewan dan manusia pada umumnya terdiri dari :


Sistem pernapasan (respirasi)


Sistem organ ini berfungsi untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbondioksida melalui pertukaran gas. Organ-organ pernasapan meliputi hidung, faring, laring, trakea, bronkus, bronkiolus dan paru-paru.


Sistem transportasi (pengangkutan) dan sirkulasi (peredaran darah)


Sistem organ ini berfungsi untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan untuk kegiatan tubuh dan mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh. Organ peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.


Sistem pengeluaran zat sisa (ekskresi)


Sistem ini berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa metabolism yang bila tidak dikeluarkan akan bisa meracuni tubuh. Organ pengeluaran utama dalam sistem ekskresi manusia dan hewan antara lain adalah ginjal, kandung kemih, ureter, uretra, hati, kulit, dan paru-paru.


Sistem pencernaan


Sistem pencernaan berfungsia mengubah makanan dari bentuk kasar menjadi zat makanan yang dapat diserap oleh usus. Sistem pencernaan meliputi organ mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, hati, dan pancreas.


Sistem koordinasi


Sistem ini berfungsi mengatur dan mengoordinasikan segala aktivitas tubuh. Sistem koordinasi ada dua macam, yaitu sistem saraf dan sistem hormone. Pada sistem saraf, reaksi terhadap rangsangan relative cepat, sedangkan pada sistem hormon reaksinya lebih lambat tetapi berurutan dalam waktu yang sama. Sistem saraf meliputi organ saraf dan otak.


Sistem gerak (otot)


Otot merupakan alat gerak aktif. Pada umumnya hewan memiliki kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakkan oleh otot. Otot mampu menggerakkan tulang karena mempunyai kemampuan berkontraksi.


Sistem reproduksi


Sistem ini berfungsi untuk perkembangbiakan. Pada wanita terdiri atas organ ovarium yang menghasilkan ovum atau sel telur, sedangkan pada laki-laki berupa testis sebagai organ yang menghasilkans sperma. Ovarium dan testis juga menghasilkan hormone-hormon yang berfungsi untuk menghasilkan hormon kelamin seperti progesterone, testosterone, dan estrogen. 


Semua sistem organ dalam makhluk hidup saling berhubungan dan bekerja sama untuk membentuk satu organisme, seperti hewan, manusia, dan tumbuhan. Apabila salah satu sistem organ mengalami gangguan, maka maka sistem organ lainnya akan terpengaruh.

Sebagai contoh, jika ginjal yang berfungsi sebagai penyaring zat sisa mengalami gangguan, maka akan mempengaruhi sistem transportasi. Akibatnya, maka proses penyaringan zat sisa tidak sempurna. Dengan demikian, maka zat sisa yang dihasilkan bersifat toksik dan beredar ke jantung bersama darah. Hal itu menyebabkan kerja jantung menjadi lebih berat. Darah yang beredar ke seluruh tubuh akan kekurangan oksigen karena kemampuan darah mengikat oksigen menurun. Menurunnya kemampuan darah mengikat oksigen ini berpengaruh pada proses pernapasan. Gangguan pada proses pernapasan mengganggu pada proses pembentukan energi. Demikian seterusnya, jika satu sistem organ terganggu maka akan mengakibatkan gangguan pada sistem organ lainnya.

Loading...
Blog, Updated at: 21.46

0 komentar:

Posting Komentar