Kelainan, Gangguan, dan Penyakit Pada Sistem Koordinasi dan Sistem Indera Manusia

Posted by Ensikloblogia on Sabtu, 05 November 2016

Loading...

Tidak selamanya manusia akan diberikan kesehatan. Suatu saat manusia pasti akan mengalami gangguan atau kelainan atau penyakit. Entah itu disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun usia. Ada banyak gangguan dan penyakit pada sistem koordinasi dan sistem indera manusia. Tidak ada salahnya jika sejak sekarang kita menjaga kesehatan agar bisa terhindar dari segala macam penyakit. Berikut ini adalah beberapa gangguan, kelainan dan penyakit pada sistem koordinasi dan sistem indera manusia.


Meningitis


Meningitis adalah radang yang terjadi pada membrane pelindung otak. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Meningitis merupakan penyakit serius pada sistem koordinasi manusia karena letaknya dekat otak dan tulang belakang sehingga dapat mengakibatkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian. Sebagian besar meningitis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit yang menyebar dalam darah ke cairan otak. Olga Syahputra adalah salah seorang pelawak Indonesia yang meninggal akibat penyakit meningitis ini.


Alzheimer


Alzheimer adalah jenis kepikunan yang dapat melumpuhkan pikiran dan kecerdasan seseorang. Keadaan ini ditunjukkan dengan adanya kemunduran kecerdasan dan ingatan secara perlahan sehingga mengganggu kegiatan sosial sehari-hari. Penyakit pada sistem koordinasi manusia ini timbul karena  adanya proses degenerasi sel-sel neuron otak. Salah satu petinju legendaris sepanjang masa, Muhammad Ali, adalah salah seorang yang menderita penyakit Alzheimer.

Berikut ini adalah beberapa tanda atau gejala yang patut diwaspadai tentang kemungkinan hadirnya penyakit Alzheimer :
  1. Kemunduran memori atau daya ingat.
  2. Sulit melaksanakan kegiatan dan pekerjaan sederhana.
  3. Kesulitan berbicara dan berbahasa.
  4. Sulit dalam berhitung.
  5. Salah meletakkan benda.
  6. Penampilan buruk karena lupa cara berpakaian atau berhias.
  7. Perubahan emosi dan perilaku.
  8. Gangguan berpikir abstrak atau kemampuan imajinasi penderita terganggu.
  9. Hilang minat dan inisiatif, misalnya cenderung menjadi pendiam, tidak mau bergaul, dan menyendiri.
  10. Tidak dapat membedakan jenis bau-bauan (kecuali sedang menderita flu)


Kelainan, Gangguan, dan Penyakit Pada Sistem Koordinasi dan Sistem Indera Manusia


Hipermetropi


Hipermetropi atau rabun dekat adalah suatu keadaan di mana lensa mata terlalu pipih sehingga bayangan jatuh di belakang bintik kuning. Kelainan pada sistem indera manusia ini dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata lensa cembung (positif).


Miopi


Miopi atau rabun jauh adalah suatu keadaan di mana lensa terlalu cembung sehingga bayangan jatuh di  depan bintik kuning. Penyakit pada sistem indera manusia ini dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung (negatif).


Presbiopi


Presbiopi atau mata tua, sesuai dengan namanya umumnya terjadi pada orang tua. Cahaya sejajar yang datang difokuskan di belakang retina sebab lensa terlalu pipih dan daya akomodasi lemah.


Astigmatisme


Astigmatisme adalah kelainan pada mata di mana kornea tidak rata sehingga cahaya sejajar difokuskan ke satu titik. Kelainan ini dapat ditolong menggunakan lensa silindris.


Himeralopi


Himeralopi atau rabun senja adalah gangguan pada mata yang disebabkan karena kekurangan vitamin A. apabila hal ini berkelanjutan dapat timbul bintik putih (bintot spot), kemudian terjadi pengeringan kornea (xeroftalmia), dan akhirnya mengalami keratomalasi (rusaknya kornea).


Buta warna


Buta warna merupakan penyakit menurun. Terdapat berbagai macam tipe buta warna. Hal ini dipengaruhi oleh macam sel konus dan sel kerucut yang terdapat di dalam retina. Mata orang yang normal memiliki tiga macam sel konus, yaitu iodopsin merah, hijau, dan biru. Pada buta warna dikromatid hanya memiliki dua macam sel konus. Dengan demikian akan ditemukan :
1. Buta warna merah atau protanopia.
2. Buta warna hijau atau deuteranopia.
3. Buta warna biru atau tritanopia.

Pada mata monokromatid, hanya memiliki satu macam sel konus sehingga mengidap penyakit buta warna total. Pada penderita penyakit buta warna total, ia hanya bisa melihat warna hitam da putih saja.


Katarak


Katarak adalah perubahan lensa mata yang semula bening dan tembus cahaya menjadi keruh sehingga mengakibatkan gangguan pada penglihatan. Pada umumnya, penyakit pada sistem indera manusia ini merupakan proses penuaan pada mata. Paparan siran UV jangka panjang, penggunaan obat-obatan dan penyakit tertentu, misalnya diabetes, juga dapat mempercepat timbulnya katarak. Katarak bisa juga karena bawaan lahir, artinya semenjak dilahirkan anak sudah menderita katarak.


Anosmia


Anosmia adalah hilang atau berkurangnya kemampuan hidung untuk mencium bau. Gangguan pada sistem indera penciuman ini terjadi karena adanya perubahan dalam hidung, terutama syaraf yang berasal dari hidung menuju otak atau di dalam otak.


Otitis media


Radang telinga atau otitis adalah peradagang sebagian atau seluruh mukosa telinga, tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga mulut), antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.

Apabila telinga tengah mengalami peradangan maka akan terjadi gangguan dalam penghantaran bunyi atau suara ke telinga dalam. Akibatnya penderita akan merasa seperti tuli. Penyebab terjadinya radang pada telinga tengah antara lain adanya perubahan tekanan udara yang tiba-tiba, alergi, infeksi dan sumbatan pada telinga.


Tuli


Tuli merupakan gangguan pendengaran karena kerusakan saraf pendengaran, infeksi bakteri, atau jamur. Tuli merupakan gejala utama radang telinga atau otitis. Gendang telinga terlihat utuh, namun tertarik atau retraksi, suram, kuning kemerahan atau keabu-abuan.

Penderita peyakit pada sistem indera manusia ini tidak dapat mendengar dengan jelas yang diucapkan oleh orang lain, terkadang juga tidak nyambung. Dalam kondisi sudah parah, penderita tuli tidak dapat mendengar sama sekali apa yang diucapkan oleh orang lain.

Penderita penyakit ini akan sulit bersosialisasi dengan orang lain. Oleh karena itu, penderita tuli dapat dibantu dengan alat bantu pendengaran. Alat ini biasanya dipasang di telinga bagian luar. Dengan alat ini, penderita tuli dapat mendengar dengan jelas.

Demikianlah penjelasan mengenai gangguan, penyakit dan kelainan pada sistem koordiasi dan sistem indera manusia. Semoga bermanfaat. 

Loading...
Blog, Updated at: 21.39

0 komentar:

Posting Komentar